DPD PAN Solo Bantah Pasang Spanduk Dukungan Purnomo-Teguh Spanduk PAN dukung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa di jalan Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (6/1). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Spanduk PAN mendukung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa di Pilwakot Solo 2020 bertebaran di sejumlah jalan.

Pemasangan spanduk tersebut langsung dibantah Ketua DPD PAN Solo Achmad Sapari. Dia mengatakan, spanduk dukungan itu bukan peryataan resmi dari DPD PAN Solo.

Baca Juga:

Gibran Pasrah Jika Tidak Dapat Rekomendasi PDIP di Pilwakot Solo

Pantauan merahputih.com, panduk PAN mendukung pasangan Purnomo-Teguh di antaranya terpasang di Jalan Kebangkitan Nasional, Jalan Veteran, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Yudhistira.

Spanduk berukuran sekitar 40 meter x 25 meter tersebut bertuliskan "Purnomo-Teguh Solo bukan untuk coba-coba pilih yang berpengalaman dan Kader PAN Solo" disertai logo partai di sisi kanan spanduk. Gambar Purnomo-Teguh mengenakan baju koko berpeci menempel di spanduk itu.

"Saya tegaskan spanduk itu bukan dari DPD PAN Solo yang memasang. Itu bisa saja dipasang simpatisan atau dari kader tanpa memgantongi izin dari kami," ujar Sapari kepada merahputih.com.

Spanduk PAN dukung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa di jalan Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (6/1). (MP/Ismail)
Spanduk PAN dukung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa di jalan Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (6/1). (MP/Ismail)

Sapari menegaskan, sejauh ini PAN Solo yang memiliki tiga kursi di DPRD belum bersikap di Pilwalkot Solo. Dengan modal tiga kursi tersebut, PAN bisa saja berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung cawali dan cawawali sendiri.

"Kami belum tentukan sikap. Apakah kami berkoalisi mengusung cawali dan cawawali sendiri atau gabung dukung calon dari PDIP belum ada keputusan," kata dia.

Baca Juga:

Cukai Rokok Naik, Sejumlah Mini Market di Solo Mulai Naikkan Harga

Ia mengatakan, saat ini baru ada dua bakal cawali yang bersaing, yakni Achmad Purnomo dan Gibran Rakabuming Raka. Keduanya dari kader PDIP. Sementara calon lain di luar PDIP belum nampak.

"Yang jelas itu bukan pernyataan resmi dari DPD PAN Solo. Kami akan turun tangan soal ini. Itu bisa saja hanya aspirasi kader bisa," tutur dia. (Ism)

Baca Juga:

Gibran Pasrah Jika Tidak Dapat Rekomendasi PDIP di Pilwakot Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
LPSK Minta Polri Kembangkan Kasus Pemalsuan Sertifikat ABK ke TPPO
Indonesia
LPSK Minta Polri Kembangkan Kasus Pemalsuan Sertifikat ABK ke TPPO

Dalam aksinya para tersangka melakukan illegal acces terhadap website resmi Kemenhub.

Tim Gegana Diturunkan atas Kasus Paparan Radioaktif di Serpong
Indonesia
Tim Gegana Diturunkan atas Kasus Paparan Radioaktif di Serpong

Polisi masih menyelidiki penemuan limbah radioaktif jenis Cs 137 di Perumahan Batan Indah, Tangerang Selatan.

Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang
Indonesia
Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang

Sejak September awal ke pertengahan itu yang lonjakannya drastis

Tito Dukung Sosialisasi UU Ciptaker Secara Transparan Agar Ada Amunisi Bersikap
Indonesia
Tito Dukung Sosialisasi UU Ciptaker Secara Transparan Agar Ada Amunisi Bersikap

Tito juga mengingatkan akan kesulitan-kesulitan yang akan terjadi

PKS Soroti Maraknya PHK Tenaga Kerja dan Nasib Buruh saat Pandemi Corona
Indonesia
PKS Soroti Maraknya PHK Tenaga Kerja dan Nasib Buruh saat Pandemi Corona

Fraksi PKS menegaskan komitmen menolak RUU Cipta Kerja

Menkes Setuju PSBB Diperluas di Bodebek
Indonesia
Menkes Setuju PSBB Diperluas di Bodebek

Kelima wilayah ini diharapkan masuk ke dalam PSBB Klaster DKI Jakarta

Syekh Ali Jaber Resmi Jadi WNI
Indonesia
Syekh Ali Jaber Resmi Jadi WNI

Syekh Ali Jaber resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) setelah mendapatkan paspor hijau sebagai tanda sah.

 Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang
Indonesia
Dua Adik Ipar Nurhadi Batal Diperiksa KPK, Minta Dijadwal Ulang

Rahmat dan Subhannur yang berprofesi sebagai advokat sedianya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Hiendra Soenjoto, selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminl.

Uang Beredar Capai Rp6.393,7 Triliun di Juni 2020
Indonesia
Uang Beredar Capai Rp6.393,7 Triliun di Juni 2020

Uang beredar dalam arti sempit, melambat dari 9,7 persen (yoy) pada Mei 2020 menjadi 8,2 persen (yoy) pada Juni 2020, disebabkan oleh perlambatan giro rupiah.

Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun
Indonesia
Reklamasi Ancol Tak Punya Dasar Hukum Jelas, Anies Bisa Kena Hukuman 5 Tahun

Tanah yang akan digunakan dalam proyek reklamasi Ancol merupakan hasil pengerukan sungai dan waduk