DPD Hingga DPC Minta Prabowo Maju di 2024, Gerindra: Permintaan Terakhir Ini Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

Merahputih.com - Nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto belakangan menduduki posisi teratas capres potensial di 2024 mendatang. Rupanya, desakan dari internal partai untuk dia maju kembali cukup besar.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut, Prabowo belum memutuskan apakah akan maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024 atau tidak.

"Pak Prabowo tadi di hadapan KLB mengatakan bahwa tentang hal tersebut (maju sebagai capres) akan diputuskan satu tahun atau satu setengah tahun," ujar Muzani kepada wartawan usai KLB Gerindra di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8).

Baca Juga:

Jika Gerindra Dipimpin Orang Lain, Prabowo Sulit Nyapres di 2024

Permintaan Prabowo menjadi capres 2024 disampaikan langsung oleh seluruh DPD dan DPC Gerindra di KLB.

"Seluruh DPD dan DPC tadi meminta Pak Prabowo untuk maju dalam pilpres tahun 2024 terhadap permintaan yang terakhir ini majunya di tahun 2024," ucapnya.

Muzani mengungkap, sang ketum Prabowo Subianto siap kembali maju sebagai capres apabila diminta kadernya.

"Selama kekuatan, selama hayat masih dikandung badan, selama itu diminta oleh kader, selama partai memanggilnya, beliau insyaallah akan siap menghadapi, akan siap memikul beban tugas partai tersebut," ungkap Muzani beberapa waktu lalu.

Mantan Danjen Kopassus itu juga akan fokus dulu menjalankan tugas sebagai Menhan dalam pemerintahan Jokowi.

"Beliau akan menata kelembagaan partai beliau akan berkonsentrasi terhadap tugas yang diberikan oleh presiden sebagai Menhan dan beliau akan berkonsentrasi terhadap kerja-kerja politik lainya," tandas dia.

Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)
Menteri Pertanian Syarul Yasin Limpo (kiri) dan Menteri Pertahanan Prabowo Sobianto (dua dari kiri) ketika mendampingi Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan lahan untuk pengembangan lumbung padi nadional. (Foto: Antara)

Prabowo memang mendapat elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden di Pilpres 2024 menurut hasil survei. Kali ini, survei dilakukan oleh Akurat Poll.

Sebelumnya, 5 lembaga survei juga telah menyatakan bahwa Prabowo sebagai sosok dengan elektabilitas tertinggi jika berkompetisi di Pilpres 2024.

Dalam hasil survei Akurat Poll kali ini, elektabilitas Prabowo sebesar 12,7 persen. Dia mengungguli Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 5,2 persen dan Sandiaga Uno 3,9 persen.

Nama Prabowo Subianto bukan baru kali ini mencuat sebagai sosok dengan elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden di 2024. Sudah ada 5 lembaga survei yang menyatakan demikian.

Pada Februari lalu, Indo Barometer menyatakan Prabowo adalah calon presiden terkuat. Elektabilitasnya mencapai 22,5 persen jika responden diberi pilihan 22 tokoh.

Baca Juga:

Jadi Ketum Lagi, Prabowo Ungkap Perjuangannya Besarkan Gerindra meski Pernah Diremehkan

Nama Prabowo juga muncul sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi jika dibandingkan dengan anggota Kabinet Indonesia Maju mau pun kepala daerah yang hingga saat ini masih menjabat. Hanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menempel ketat.

Pada Maret, giliran hasil survei Cyrus Network yang menyatakan bahwa Prabowo adalah sosok capres dengan elektabilitas tertinggi yakni 18,7 persen. Ada pula nama Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Sandiaga Uno, namun elektabilitas mereka jauh di bawah Prabowo. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Intelijen Nilai Sudah Tepat BIN Berada di Bawah Langsung Presiden
Indonesia
Pengamat Intelijen Nilai Sudah Tepat BIN Berada di Bawah Langsung Presiden

Perpres baru tersebut menggantikan beleid lama yaitu Perpres Nomor 43 Tahun 2015 tentang Kemenko Polhukam

Pemerintah Diminta Bekukan Aset Djoko Tjandra di Indonesia
Indonesia
Pemerintah Diminta Bekukan Aset Djoko Tjandra di Indonesia

Hal ini lantaran Djoko Tjandra telah melakukan perbuatan melawan hukum, setidaknya dengan masuk ke Indonesia secara ilegal.

Kritik Kartu Pra Kerja, Pengamat: Programnya Bagus Tapi Nggak Nyambung
Indonesia
Kritik Kartu Pra Kerja, Pengamat: Programnya Bagus Tapi Nggak Nyambung

Untuk diketahui, program ini diluncurkan dengan target 5,6 juta orang yang terdampak PHK serta pekerja informal yang pendapatannya tertekan akibat penyebaran virus corona

Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta
Indonesia
Volume Kendaraan Turun 44,76 Persen Selama PSBB di Jakarta

Pemda DKI juga menerapkan pembatasan ekstrem yang dimulai dari 23 Maret hingga 9 April 2020.

Jumlah Sampah Warga Jakarta saat Malam Tahun Baru Capai 3,2 Ton
Indonesia
Jumlah Sampah Warga Jakarta saat Malam Tahun Baru Capai 3,2 Ton

Lanjut Syaripudin, jumlah tersebut turun drastis dari pengumpulan sampah tahun lalu yang mencapai 125 ton.

Pemprov DKI Kerahkan Mobil Lab Percepat Deteksi COVID-19 di Zona Merah
Indonesia
Pemprov DKI Kerahkan Mobil Lab Percepat Deteksi COVID-19 di Zona Merah

Kolaborasi ini mendapat dukungan pendanaan dari Nama Foundation.

Pandemi COVID-19 Masih Panjang, WHO: Solidaritas, Solidaritas, Solidaritas!
Dunia
Pandemi COVID-19 Masih Panjang, WHO: Solidaritas, Solidaritas, Solidaritas!

WHO menyoroti banyak kasus COVID-19 yang tidak terlaporkan

Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih
Indonesia
Pemerintah Diharapkan Segera Vaksinasi COVID-19 Agar Perekonomian Kembali Pulih

"Dengan adanya vaksin yang mesti segera diimplementasikan maka pemerintah sebaiknya menggodok kembali grand plan nasional Indonesia selama 25 tahun ke depan," kata Bayutami

Jokowi Lantik 20 Duta Besar Indonesia
Indonesia
Jokowi Lantik 20 Duta Besar Indonesia

Suryopratomo diipilih Jokowi buat jadi Dubes LBBP RI untuk Republik Singapura berkedudukan di Singapura.

Cegah Resesi, Ketua MPR Dorong Pemerintah Perbaiki Proses Birokrasi hingga Pendataan
Indonesia
Cegah Resesi, Ketua MPR Dorong Pemerintah Perbaiki Proses Birokrasi hingga Pendataan

Perekonomian Indonesia triwulan II-2020 yang diproyeksikan minus 5,32 persen.