Dosen FH UNS Meninggal Akibat COVID-19, 2 Anaknya Isolasi Mandiri Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, setelah Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS, Prasetyo Hadi Purwandoko, meninggal dunia, Senin (19/10) pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit (RS) UNS, Kabupaten Sukoharjo. Almarhum meninggal dunia karena COVID-19.

Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho mengatakan, meninggalnya almarhum membawa duka yang mendalam bagi civitas UNS Surakarta. Sebagai bentuk duka cita, ia memakai pakaian serba hitam saat berada di kampus dan kantor.

"Almarhum merupakan sosok pribadi yang baik dan berprestasi. Kami merasa kehilangan dengan sosoknya (Prasetyo) di UNS sebagai salah satu dosen terbaik," kata Jamal, Senin (19/10).

Baca Juga

Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta

Diakuinya, almarhum salah satu dosen dI UNS yang punya prestasi mencolok di kampus. Secara pribadi almarhum bagus. Jamal mendoakan semoga dosa-dosa mendiang selama hidupnya dimaafkan.

"Pemakaman dilakukani Dukuh Joso, Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pukul 09.00 WIB dengan menggunakan standar protokoler kesehatan COVID-19," kata dia.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS, Prasetyo Hadi Purwandoko, meninggal dunia, Senin (19/10). (MP/UNS Surakarta)
Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS, Prasetyo Hadi Purwandoko, meninggal dunia, Senin (19/10). (MP/UNS Surakarta)

Jamal membenarkan almarhum meninggal karena COVID-19. Hal itu diketahui dari hasil tes swab 9 Oktober lalu. Uji swab tersebut dilakukan lantaran almarhum hendak menghadiri sebuah acara di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (15/10).

"Awalnya tidak ada gejala, kami minta jalani karantina mandiri. Tepatnya pada tanggal 12 Oktober ada keluhan sesak napas dilarikan ke RS UNS. Semoga almarhum husnul khotimah," katanya.

Kepala Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Pardiyanto mengatakan, pemakaman almarhum berjalan lancar. Sementara itu, kedua anak almarhum langsung menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Baca Juga

Vaksin Corona Diprioritaskan Kelompok Usia 18-59 Tahun dan tak Miliki Penyakit Bawaan

"Kedua anak almarhum langsung jalani karantina mandiri. Kondisinya sehat semua," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kontak Tembak dengan KKB, Dua Anggota Satgas Nemangkawi Terluka
Indonesia
Warga Negara Inggris Dilarang Masuk Indonesia
Indonesia
Warga Negara Inggris Dilarang Masuk Indonesia

addendum ini merupakan tambahan dari Surat Edaran No. 3/2020 yang secara khusus mengatur pelaku perjalanan dari luar negeri ke Indonesia.

Hadi Pranoto Ditantang Buktikan Keabsahan Obat 'Corona' di Depan Penyidik
Indonesia
Hadi Pranoto Ditantang Buktikan Keabsahan Obat 'Corona' di Depan Penyidik

Muanas menilai, langkah Hadi yang mengklaim obat herbalnya memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan ditentukan oleh proses penyidikan.

Ini Wilayah Indonesia Diprakirakan Alami Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Indonesia
Ini Wilayah Indonesia Diprakirakan Alami Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

BMKG memprakirakan dalam sepekan ke depan sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem dan curah hujan lebat disertai kilat/petir.

John Kei: Apa Hukuman Bagi Seorang Pengkhianat?
Indonesia
John Kei: Apa Hukuman Bagi Seorang Pengkhianat?

Rencana penyerangan terhadap kelompok Nus Kei awalnya dilakukan di suatu PT

COVID-19 Menyebar di Udara, PDPI: Selalu Pakai Masker dan Sering Buka Jendela
Indonesia
COVID-19 Menyebar di Udara, PDPI: Selalu Pakai Masker dan Sering Buka Jendela

PDPI mengimbau masyarakat menghindari keramaian baik di tempat tertutup maupun terbuka.

13 Ribu Penumpang Kereta Api Berangkat dari Stasiun Gambir dan Senen
Indonesia
13 Ribu Penumpang Kereta Api Berangkat dari Stasiun Gambir dan Senen

70 persen ini dari kuota maksimal 70 persen, bukan total dari keseluruhan tempat duduk

Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Masih Cari Unsur Pidana Pelanggaran Protokol Kesehatan Rizieq Shihab

"Masih penyelidikan ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini
Indonesia
Setu Babakan Diprediksi Bakal Dibanjiri Wisatawan Hari Ini

Pedagang juga tidak dibolehkan menyediakan tempat duduk lesehan

Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet
Indonesia
Din Syamsuddin Tantang Jokowi Realisasikan Perombakan Kabinet

"Maka rakyat akan menunggu realisasinya," ujar Din