“Dosa” Giroud yang Mengantar Prancis Juara Piala Dunia 2018 Olivier Giroud. (Zimbio)

MerahPutih.com - Keseruan Piala Dunia 2018 berakhir sudah. Prancis dipastikan menjadi juara Piala Dunia untuk kali kedua usai mengalahkan Kroasia 4-2 dalam pertandingan final, di Luzhniki Stadium, Moscow, Minggu (15/7).

Selama melakoni laga di Piala Dunia 2018, timnas Prancis yang diasuh Didier Deschamps itu selalu tampil konsisten. Namun, penampilan striker utama Olivier Giroud menjadi salah satu yang disorot.

Ya, meski Prancis menjadi kampiun, penyerang Chelsea itu tak sekalipun mencetak gol dalam tujuh laga yang dijalaninya selama di Rusia.

Giroud tercatat bermain selama 465 menit selama gelaran Piala Dunia 2018. Dalam laga yang dilakoninya itu, mantan penyerang Arsenal itu sejatinya sudah melakukan 13 upaya tembakan membobol gawang lawan. Sayangnya, semua tembakan Giroud tidak ada yang mengarah ke gawang.

Giroud

Satu-satunya catatan terbaiknya adalah saat timnas Prancis menekuk Argentina 4-3 di babak 16 besar lalu. Dalam pertandingan itu, Giroud menyumbang satu-satunya assist selama mengikuti gelaran ini.

Uniknya, nasib Giroud sama seperti Stephane Guivarc’h, striker yang membawa Prancis juara Piala Dunia 1998. Kala itu Les Bleus menjadi juara pada Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brasil 3-0.

stephane Guivarch
stephane Guivarc'h

Kala itu skuat timnas Prancis diperkuat Guivarc'h yang sangat produktif di kompetisi domestik. Namun, serupa dengan Giroud, Guivarch mendadak mandul saat tampil di Piala Dunia.

Guivarc'h gagal mencetak gol sama sekali selama turnamen. Tetapi itu tidak menghentikan Prancis lolos ke final dan menjadi kampiun.

Salah satu pemain Prancis yang menjadi juara saat itu adalah Didier Deschamps, pelatih Les Bleus saat ini. Deschamps menjadi saksi langsung bagaimana Prancis bisa menjadi juara meski striker utamanya nihil gol. Karena itu jangan heran jika tidak ada kekhawatiran sama sekali di kubu Prancis terkait mandulnya penyerang mereka.

Giroud pun sempat berkomentar soal dirinya yang disorot lantaran tak kunjung mencetak gol. ”Anda tahu, ketika seorang striker seperti saya selalu bermain untuk tim. Tentunya saya lebih suka memiliki peluang dan membuat gol. Tapi jika bisa memberi ruang bagi yang lain, saya selalu berusaha memilih opsi terbaik untuk tim. Itu yang utama," kata Giroud.

giroud

"Ketika Prancis menjadi juara pada 1998, saya pikir Christope Dugarry mencetak satu gol dan Guivarc'h tidak sama sekali. Jika kami menjadi juara kali ini tanpa saya mencetak gol, saya tidak keberatan."

"Jika saya di lapangan, pelatih berpikir saya dapat membantu tim. Saya memiliki bagian saya untuk bermain. Saya mencoba memberi ruang bagi rekan lain," lanjut Giroud.

Prancis dan Giroud beruntung memiliki rekan setim lain yang bisa mengambil alih tugasnya mencetak gol. Giroud dikelilingi oleh pemain kelas dunia seperti Paul Pogba, Antoine Griezmann, dan Kylian Mbappe.

Pada 1998, Guivarc'h juga demikian. Dia bermain dengan pemain seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Patrick Vieira, dan David Trezeguet.

Sebagai pelatih, Deschamps membela Giroud. Sebelum laga final, Deschamps mengaku Prancis membutuhkan sosok Giroud. "Benar Olivier memang belum mencetak gol. Saya ulangi, belum. Tapi dia penting untuk gaya permainan kami," kata Deschamps.

"Dia mungkin tidak memiliki gaya flamboyan tetapi tim membutuhkannya, bahkan jika dia tidak mencetak gol. Kami membutuhkannya untuk permainannya di udara dan dalam membantu pertahanan. Dia melakukan banyak hal," imbuhnya.

Apa yang dikatakan Deschamps di atas senada dengan komentar manajer Chelsea, Antonio Conte ketika Giroud didatangkan dari Arsenal. Conte menjadikan Giroud sebagai target man.

Bagi Conte, tidak penting apakah Giroud mencetak gol atau tidak. Karena Conte menilai Giroud memiki kemampuan yang jarang dipunyai pemain lain. Yaitu kemampuannya membuat tim menyatu utuh.

Di sisi teknis, Giroud mampu menahan, menguasai, dan membagikan bola. Dia andal dalam memenangkan duel udara. Dan yang tidak kalah penting, kehadirannya akan membuat bek tengah lawan kerepotan. (*/BolaSkor)



Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH