Dorong Daya Beli, Ekonomi Indonesia Tetap Minus di 2020 Ilustrasi UMKM. (KemenKop UMKM.

MerahPutih.com- Perekonomian Indonesia diprediksi selama tahun 2020 tumbuh minus 0,49 persen. Pada kuartal III-2020 ekonomi mencapai minus 1 persen dan kemudian, kuartal IV-2020 diperkirakan membaik menjadi positif 1,38 persen.

“Diharapkan di kuartal ketiga bisa membaik dengan prediksi minus dua, minus satu atau bahkan kita berharap bisa masuk positif,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Ia menegaskan, dampak COVID-19 terhadap ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara lain. Pada kuartal kedua tahun ini, tumbuh negatif namun jauh lebih dalam dibandingkan Indonesia.

Baca Juga:
Penumpang KRL Membludak di Stasiun Tanah Abang Gegara Pintu Dijadikan Satu Akses

Ia mencontohkan Amerika Serikat pada kuartal kedua perekonomiannya tumbuh negatif 9,5 persen, kemudian Inggris dan Prancis negatif 19,9 persen dan 19 persen bahkan keduanya sudah mengalami resesi.

Sebagian besar negara di Eropa pertumbuhan ekonominya, tumbuh negatif pada kuartal kedua begitu juga di Brazil, Argentina, dan India yang jatuh lebih dalam negatif 18,92 persen.

Ia menegakan, Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp695,2 triliun untuk biaya penanganan COVID-19 termasuk pemulihan ekonomi nasional.

Menko Perekonomian Airlangga.
Menko Perekonomian Airlangga. (Foto: Kemenko Perekonomian).

“Oleh karena itu kita harus dorong belanja pemerintah ataupun spending masyarakat diberi rasa nyaman dan aman itu yang paling penting agar spending itu bisa berjalan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua negatif 5,32 persen, merosot dibandingkan kuartal pertama mencapai 2,97 persen.

Baca Juga:

Influencer yang Sebar Hoaks Layak Ditutup Akun Media Sosialnya



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH