Donny Gahral Sebut Pemilu Bisa Berjalan Damai jika Aparatur Negara Netral

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 28 November 2023
Donny Gahral Sebut Pemilu Bisa Berjalan Damai jika Aparatur Negara Netral
Ilustrasi Pemilu 2024. ANTARA/ilustrator/Kliwon

MerahPutih.com - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Donny Gahral mengatakan, kalau dilacak dari sejarah pemilu Indonesia, sepanjang penyelenggaraan pemilu pasca reformasi tidak ada pemilu yang berakibat konflik berdarah atau perang saudara.

"Semua pihak harus menjaga jangan sampai mengerucut ke situasi yang tidak diharapkan. Damai itu bisa dicapai kalau aparatur negara, ASN, TNI Polri netral," kata Donny dalam jumpa pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud di Rumah Cemara 19, Jakarta, Selasa (28/11).

Baca Juga

KPK Tak Ingin Penetapan Tersangka M Suryo Simpang Siur

Menurut dia, ibarat pertandingan bola, maka pertandingan akan ribut kalau wasitnya memihak salah satu kesebelasan.

"Makanya belakangan ada VAR. Ada aturan yang mengatur wasit sehingga wasit tidak bisa atau sulit memihak," ujarnya.

Donny mengamini pemilu pasti dipenuhi syahwasangka, kecurigaan. Kalau aparat negara tidak netral maka kecurigaan itu akan menjadi sesuatu yang tidak hanya di pikiran masyarakat tapi bisa jadi kenyataan di lapangan. Kalau itu terjadi di lapangan maka pemilu damai tidak bisa terjadi.

Jadi, kata Donny, pemilu damai jangan cuma persoalan pakta integritas tapi di lapangan harus terlihat adanya keadilan. Negara harus imparsial. Negara harus tidak berpihak. Karena esensi negara adalah melayani semua.

"Aparatur negara tidak boleh melayani satu kelompok. Ini aturan main ribuan tahun sejak negara ada," imbuhnya.

Baca Juga

Jokowi Dinilai Kembalikan Demokrasi Indonesia ke Era Orba

Menurut Donny, kalau soal netralitas aparat negara ini diingkari, lalu ada bukti konkret, ditambah tidak ada sanksi atau follow up dari penyelenggara pemilu maka bisa berpotensi terjadinya satu kondisi dinamis chaotis.

Sebab, kata Donny, pemilu diikuti jutaan pemilih yang berpartisipasi. Saat terjadi friksi akibat ketidaknetralan maka ini bisa diibaratkan sebagai daun kering. Yaitu kondisi yang mudah tersulut dan terbakar.

"Jangan biarkan voter di pemilu jadi daun kering karena ada ketidaknetralan dan ada ketidakadilan. Kita tidak mau pemilu yang merupakan pesta demokrasi riang gembira berubah jadi drama atau malapetaka demokrasi. Itu akarnya adalah netralitas, ketidakadilan dan ketidakjujuran," ujarnya.

Donny melanjutkan, hal ini merupakan peringatan, sebab dirinya tidak mau bangsa yang besar jadi porak poranda karena kontestasi politik.

"Perlu ada komitmen kuat, baik itu dari 3 paslon, termasuk juga penyelenggara negara dan pemilu. Semua harus satu kata dan perbuatan," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

DPR Soroti Dugaan Intervensi Kepala Daerah kepada ASN di Pemilu 2024

#Pemilu 2024
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan