Doni Monardo Ajukan Diri Jadi Relawan Vaksin COVID-19 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo berbicara dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (8/6/2020). ANTARA

MerahPutih.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mendaftarkan diri untuk uji klinis vaksin. Jenderal bintang tiga ini jadi satu diantara ribuan orang yang mendaftar.

"Kami ingin menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan vaksin, bahwa Ketua Satgas Letjen Doni Monardo telah mendaftarkan diri sebagai relawan vaksin COVID-19," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Kamis (13/8).

Baca Juga

Update Kasus Corona DKI Kamis (13/8): 27.863 Positif, 17.836 Orang Sembuh

Wiku mengatakan, langkah tersebut ditempuh untuk membuktikan bahwa pemerintah berupaya keras melindungi seluruh rakyat Indonesia melalui program vaksinasi.

"Ini adalah upaya pemerintah bahwa kita berupaya keras melindungi seluruh rakyat melalui program vaksinasi ini," tegas Wiku.

Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA/Humas setkab/Rahmat/pri. (ANTARA/Humas setkab/Rahmat)
Ketua Gugus Tugas, Doni Monardo saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA/Humas setkab/Rahmat/pri. (ANTARA/Humas setkab/Rahmat)

Hal ini adalah komitmen pemerintah mendukung bahwa semua pihak berupaya keras untuk mendukung memberikan upaya maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui program vaksinasi.

Adapun, penyuntikan vaksin perdana dalam rangka uji klinis ketiga telah dimulai di RS Pendidikan UNPAD, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8). Acara tersebut disaksikan langsung Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Bandung, Jawa Barat.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, TNI- Polri akan menjadi komando pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara massal.

"Nanti untuk imunisasi massal akan di bawah TNI-Polri, untuk mengoordinasi daripada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, dan PMI," kata Erick.

Erick yang juga menjabat Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mengatakan, TNI-Polri dipilih karena memiliki tenaga medis yang siap menggelar vaksinasi tersebut.

Baca Juga

DKI Jakarta Masih Jadi Provinsi dengan Kasus Penambahan Tertinggi COVID-19

Selain itu, alasan lainnya adalah ketersediaan infrastruktur, misalnya rumah sakit.

"Tidak hanya 53 rumah sakit dan 6.700 tempat tidur yang sudah ada, tetapi tenaga medis yang jumlahnya ratusan ribu, ini yang bisa juga mendukung daripada suksesnya imunisasi massal," ucap dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH