Donald Trump Akan Larang TikTok di AS TikTok dianggap sebagai ancaman bagi keamanan negara. (Foto: Pexels/ready made)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump baru saja mengatakan bahwa ia akan melarang TikTok di Amerika Serikat.

Dilansir dari Forbes, Trump Administration telah menimbang-nimbang keputusan ini setelah mendeklarasikan TikTok merupakan ancaman bagi keamanan negara karena dapat membagikan data penggunanya kepada pemerintah Tiongkok.

Baca juga:

Menikmati Seni di Kota New York Lewat Panduan Instalasi Publik

"Menyangkut TikTok, kami melarang itu dari Amerika Serikat," ungkap Trump di Air Force One ketika sedang dalam penerbangan dari Washington ke Florida kepada para reporter. Ia menegaskan pelarangan TikTok akan dilakukan setidaknya sampa Sabtu pekan depan.

Trumpt larang TikTok sampai Sabtu pekan depan (Foto: Pexels/Burst)

Menurut CNBC, jubir TikTok menyatakan aplikasi asal Tiongkok itu telah berkontribusi dalam menciptakan lapangan pekerjaan diseluruh Amerika Serikat dan berkomitmen untuk menjaga privasi pengguna.

"Kami memperkerjakan hampir 1,000 orang untuk tim di Amerika Serikat untuk tahun ini saja, dan kami dengan bangga untuk memperkerjakan 10,000 karyawan lain untuk memberikan pekerjaan dengan gaji yang tinggi di seluruh Amerika Serikat," ungkap jubir TikTok dalam sebuah pernyataan.

TikTok akan di ban di AS. (Foto NYTimes)
TikTok akan di ban di AS. (Foto NYTimes)

Ia juga mengatakan TikTok telah menyumbang USD1 miliar untuk mendukung para creator-creator dari Amerika Serikat mendapatkan pekerjaan dari platform TikTok.

Baca juga:

Diputar Dimana-mana, 5 Lagu TikTok Ini Selalu Terngiang di Kepala

Jubir TikTok juga mengatakan investor terbesar TikTok berasal dari Amerika Serikat, sehingga mereka berkomitmen untuk menjaga privasi dan keamanan para penggunanya.

Investor terbesar TikTok berasal dari AS. (Foto anadoluagency)
Investor terbesar TikTok berasal dari AS. (Foto anadoluagency)

TikTok pertama kali diluncurkan pada 2017 oleh perusahaan asal Tiongkok bernama ByteDance.

Sensor Tower menuliskan aplikasi ini menjadi semakin populer semenjak pandemi COVID-19 dengan jumlah unduhan sebanyak dua miliar selama April 2020. Aplikasi ini juga memiliki saingan, termasuk Facebook dan Snap. (shn)

Baca juga:

Ini 3 Tren Digital yang Muncul dari Gaya Hidup New Normal Saat Ini!

Kredit : shenna

Tags Artikel Ini

Shenna

LAINNYA DARI MERAH PUTIH