Domba Padjadjaran Ikon Baru Sumedang Ilustrasi domba. Domba Sumedang hasil pengembangan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. (Foto: Unsplash/Qamma Farm)

KOTA tahu Sumedang kini punya ikon baru, yaitu domba jenis padjadjaran. Domba ini merupakan hasil penelitian para dosen Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Padjadjaran (Unpad).

Domba hasil penelitian ini diperkenalkan saat Fakultas Peternakan menerima kunjungan dari pimpinan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang. Kunjungan diterima di sekretariat Kelompok Karya Mandiri Prima, Dusun Margabakti, Desa Sukawangi, Pamulihan, Sumedang, Selasa (8/6) lalu.

Baca Juga:

Work from Toba, ini Destinasi yang Bisa Kamu Kunjungi

sumedang
Kunjungan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang. ke peternak domba Kelompok Karya Mandiri Prima, Dusun Margabakti, Desa Sukawangi, Pamulihan, Sumedang. (Foto: Humas Unpad)

Kelompok Karya Mandiri Prima merupakan binaan dari Fapet Unpad. Di dusun Margabakti, Fapet Unpad mengembangkan budidaya ternak dombanya.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Organisasi Fapet Unpad, Andre Rivianda Daud, mengatakan domba padjadjaran diharapkan menjadi ikon baru Sumedang. Hal ini didasarkan, jenis domba yang memiliki sejumlah keunggulan.

Menurutnya, keunggulan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan mengakselerasi nilai tambah bagi warga Sumedang.

“Kami berharap agar pertemuan hari ini pengembangan domba pada umumnya bagi kabupaten sumedang akan cepat berakselerasi dan kembali berdampak positif bagi warga masyarakat Sumedang,” kata Andre.

Baca Juga:

Keragaman Budaya di Semangkuk Soto

domba
Domba yang diharapkan dapat memberikan manfaat kesejahteraan pada masyarakat. (Foto: Unsplash/Qamma Farm)

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Sumedang Nandang Suparman mengatakan, pengembangan domba padjadjaran di Pamulihan, Sumedang, dapat memberikan manfaat yang baik bagi warga.

“Domba padjadjaran ini diharapkan ke depannya dapat memberikan prospek baik sekaligus menjadi ikon baru di Kabupaten Sumedang,” kata Nandang.

Sumedang terkenal dengan tahunya yang berbeda dengan tahu-tahu lainnya. Karakteristik tahu Sumedang dalamnya bisa separuh kosong atau memang kosong sama sekali. Bentuknya seperti kubus, pas dijepit dengan jempol, telunjuk dan jari tengah. Dimakan langsung dengan cabe rawit akan terasa gurih-asinnya. Bahkan cocok disandingkan dengan lontong dan berbagai jenis sambal sesuai selera.

Toko tahu paling tua yang ada di Sumedang adalah Tahu Bunkeng yang sudah ada sejak tahun 1917. Tahu bunkeng orisinil dibuat oleh imigran Tionghoa bernama Ong Kino. Ong Kino tadinya membuat tahu hanya untuk dikonsumsi oleh keluarganya saja. Namun tak berapa lama, kemudian dia mulai menjajakannya ke tetangga-tetangganya. Perlahan dia mulai membangun usaha tahunya itu menjadi besar.

Usahanya itu kemudian diteruskan oleh anak tunggalnya Ong Boen Keng atau Ong Bunkeng. Usaha tahu ini menjadi bisnis besar sejak tahun 1970, kemudian terus membesar hingga sekarang.

Alkisah Pangeran Soeriatmadja sempat mampir ke Tahu Bungkeng dan merasakan gurihnya makanan itu. Sampai dia berkata, "Geuning ngeunah ieu kadaharan teh, moal burung payu geura" (diterjemahkan bebas: "rasanya enak, pantas orang banyak yang membelinya"). (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Merasakan Bali di Bekasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Viral di TikTok, Yuk Bikin ‘Hot Chocolate Bombs’
Kuliner
Viral di TikTok, Yuk Bikin ‘Hot Chocolate Bombs’

Banyak yang terinspirasi untuk membuat camilan yang satu ini.

Meski Seram, Destinasi ini Amat Diminati
Travel
Meski Seram, Destinasi ini Amat Diminati

Beberapa cukup instagramable dan jadi spot favorit untuk berfoto.

Wisata Religi dapat Menjadi Penggerak Ekonomi di Cirebon
Travel
Wisata Religi dapat Menjadi Penggerak Ekonomi di Cirebon

Pihaknya mendorong peningkatan wisata religi, khususnya untuk wisatawan dalam negeri.

Destinasi Wisata Curug Seeng Tasikmalaya, Pesona Alam Tanah Sunda
Travel
Destinasi Wisata Curug Seeng Tasikmalaya, Pesona Alam Tanah Sunda

Curug Seeng yang menawarkan pesona alam Tasikmalaya.

Menparekraf Dukung Sistem Transportasi Terintegrasi Pariwisata
Travel
Menparekraf Dukung Sistem Transportasi Terintegrasi Pariwisata

Agar pariwisata Indonesia semakin berkualitas.

Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh
Tradisi
Memotret Bekas Dendam Damai di Aceh

Dalam kisruh antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), penyiksaan yang diterima oleh warga sipil yakni dari kedua belah pihak yang bertikai

Dianggap Penting, Budaya Magis Banten akan Diseminarkan
Tradisi
Dianggap Penting, Budaya Magis Banten akan Diseminarkan

Dunia magis, adalah dunia yang tak bisa dipisahkan dari budaya masyarakat Nusantara

Keren! Kini Berwisata ke Pulau Leebong Bisa dengan Helikopter
Travel
Keren! Kini Berwisata ke Pulau Leebong Bisa dengan Helikopter

Tiba di Pulau Leebong lebih praktis menggunakan helikopter.

Wajib Mampir di 9 Destinasi Wisata Alam Terbaik Malang
Travel
Wajib Mampir di 9 Destinasi Wisata Alam Terbaik Malang

Dari air terjun hingga pantai bisa kamu temukan di Malang.

Ragam Kuliner Unik Negeri Aing Memiliki Nama Binatang
Kuliner
Ragam Kuliner Unik Negeri Aing Memiliki Nama Binatang

Negeri Aing memiliki sejumlah kuliner unik dengan menggunakan nama-nama binatang.