Dokumen AS Bocorkan Prabowo Penculik Aktivis Sudah Diterawang Gerindra Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai isu penghilangan aktivis reformasi yang dituduhkan kepada ketua umumnya, Prabowo Subianto merupakan isu lama yang kembali dihembuskan menjelang Pilpres.

"Itu sesuatu yang lama. Bukan baru. Setiap Pilpres selalu muncul," kata Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7).

Menurut Muzani, Gerindra sudah memperkirakan isu penculikan akan muncul menjelang kontestasi demokrasi lima tahunan untuk mendiskreditkan Prabowo. "Saya ngga mau tanggapi karena itu hal biasa," imbuh dia.

Prabowo danjen
Prabowo Subianto saat masih menjabat Danjen Kopassus. Foto: Reuters

Sebelumnya, sebanyak 34 dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap rentetan laporan pada masa prareformasi.

Dokumen-dokumen yang dirilis ke publik oleh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA) ini mengemukakan berbagai jenis laporan pada periode Agustus 1997 sampai Mei 1999.

Arsip tertanggal 7 Mei 1998 mengungkap catatan staf Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib para aktivis yang tiba-tiba menghilang.

Aksi long march 1998. (Foto: Dok. Muhammad Firman Hidayatullah)
Aksi long march 1998. (Foto: Dok. Muhammad Firman Hidayatullah)

Catatan itu memuat para aktivis yang menghilang boleh jadi ditahan di fasilitas Kopassus di jalan lama yang menghubungkan Jakarta dan Bogor

Hasil percakapan seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa memunculkan nama Prabowo Subianto.

Narasumber itu mengaku mendapat informasi dari Kopassus bahwa penghilangan paksa dilakukan Grup 4 Kopassus. Informasi itu juga menyebutkan terjadi konflik di antara divisi Kopassus bahwa Grup 4 masih dikendalikan Prabowo.

mahasiswa
Aksi mahasiswa menolak Sidang Istimewa MPR. (Foto: Wikipedia)

"Penghilangan itu diperintahkan Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto," sebut dokumen tersebut. (Pon)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH