Dokter Wuhan Ungkapkan Hal Ini Picu Kematian Pada Pasien Corona Dokter di Wuhan amati pasien dengan gejala paling parah (Sumber: Newsweek)

BERANGKAT dari Wuhan, virus COVID-19 kini mewabah di berbagai belahan dunia. World Health Organization pun mendeklarasikan virus ini sebagai penyakit pandemik (penyakit yang menyebar secara global). Sebanyak 113 negara telah terdampakkan corona. Seluruh orang pun dibuat panik. Salah satu pemicu kepanikan di masyarakat yakni penyakit corona dapat menyebabkan kematian pada pasiennya. Tercatat sebanyak 4262 orang meninggal karena Corona.

Tampaknya kekhawatiran tersebut bisa diminimalisir dengan membaca pola dan mengidentifikasi potensi kematian pada pasien corona. Dokter yang bertugas di Wuhan, kota tempat virus ini pertama kali muncul, telah memperhatikan dan mengidentifikasi individu dengan risiko terbesar. Pasien yang sudah terinfeksi penyakit lain cenderung mengalami penyakit corona yang lebih parah dan meninggal.

Baca juga:

Masker N95 vs Surgical Mask, Mana Lebih Efektif Cegah Penularan Virus Corona?

Dari 170 pasien yang meninggal pada Januari 2020, setengah dari mereka ternyata menderita hipertensi. "Data tersebut menunjukkan rasio yang sangat tinggi," ujar Direktur Unit Perawatan Intensif, Peking Union Medical College Hospital, Du Bin. Dokter Du Bin adalah satu di antara tim dokter yang dikirim ke kota yang hancur karena corona, Wuhan.

Corona
Dokter di Wuhan (Sumber: The New York Times)

"Berdasarkan data yang saya lihat, di antara semua penyakit yang memicu kematian pasien corona, hipertensi adalah faktor pemicu kematian tertinggi. Kami percaya hipertensi menyebabkan kondisi pasien memburuk dan mengarah ke prognosis buruk" ungkapnya. Dirinya menjelaskan, meskipun belum ada penelitian khusus tentang corona, Du Bin yakin hipertensi memiliki peranan dalam memburuknya kondisi pasien.

"Orang tua dan pasien dengan tekanan darah tinggi merupakan fokus utama kami," terang Du.

BACA JUGA:

Bukan Masker, Ini Cara Ampuh Menangkal Virus Corona

Selain hipertensi, faktor lain yang memicu buruknya kondisi pasien corona adalah gangguan pernapasan. Do mengatakan bahwa para dokter perlu meningkatkan tindakan pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan. "Gangguan pernapasan bisa menyebabkan menurunnya fungsi organ lain dan berakhir pada kematian," ucapnya.

Penanganan yang bisa dilakukan pada pasien dengan gangguan pernapasan adalah dengan memasukkan ventilasi invasif ke tenggorokan pasien atau membelah bagian tenggorokan untuk menciptakan jalan napas.

"Hampir setengah dari pasien yang membutuhkan ventilasi invasif akhirnya meninggal tetapi banyak pasien sembuh ketika mereka memakai ventilasi invasif lebih awal," urainya. Ia pun mengingatkan pentingnya memasang ventilasi invasif sedini mungkin pada pasien.

Supaya penyembuhan corona pada pasien dengan gangguan pernapasan berjalan baik, pastikan ventilator terpasang sempurna.

BACA JUGA:

Mpon-Mpon, Olahan Rempah Khas Indonesia Bisa Tangkal Virus Corona

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH