Dokter Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh Meregang Nyawa Tersangka Aborsi Ilegal. (Foto: Kanugrahana).

MerahPutih.com - Tersangka kasus Klinik aborsi ilegal di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat, meninggal dunia. Dia adalah dokter yang melakukan praktik aborsi ilegal di sana, yakni Sarsanto W Sarsono. Ia meninggal dunia pagi ini. Dia menghembuskan napas sekira pukul 09.00 WIB.

"Iya, meninggal," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9).

Tersangka meregang nyawa di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur setelah dirawat selama tiga hari. Polisi, enggan membeberkan detail penyakit apa yang dialami sehingga sang dokter meninggal dunia.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Gerebek Klinik Aborsi di Cempaka Putih Beromset Rp10,9 Miliar

Sebelumnya Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik aborsi lantaran beroperasi tidak sesuai aturan yang berlaku di Jakarta. Ada 17 tersangka yang dicokok mulai dari dokter, perawat hingga calo dalam sebuah klinik aborsi.

Meski klinik ini disebut merupakan klinik resmi namun klinik ini melanggar aturan karena membuka jasa aborsi tidak sesuai aturan yang berlaku. Penawaran jasa aborsi ilegal di klinik aborsi Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat dilakukan lewat internet.

Polisi menyebut modus operandi seperti yang dilakukan klinik ini bukanlah modus baru. Modus seperti ini disebut juga sudah pernah didapati pihaknya. Semisal dua klinik aborsi yang lebih dulu dibongkar pihaknya, yaitu yang berada di kawasan Paseban dan Kenari, Jakarta Pusat.

Ilustrasi Bayi
Ilustrasi Bayi (Unsplash/Aditya Romansa)

Sepuluh orang tersangka dalam kasus ini, yaitu LA (52), DK (30), NA (30), MM (38), YA (51), RA (52), LL (50), ED (28), SM (62), dan RS (25). Mereka berperan mulai dari pemilik, dokter hingga petugas kebersihan klinik tersebut.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 346 dan atau Pasal 348 ayat 1 dan atau Pasal 349 Kitab Undang-undang Hukum Pidana atau KUHP dan atau Pasal 194 juncto Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan atau Pasal 77A.

Kemudian, juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Pengungkapan Aborsi Ribuan Janin Bermula dari Kasus Pembunuhan WN Taiwan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD DKI Bahas APBD di Puncak, CBA: Siapa Tahu Terselip Program Selundupan
Indonesia
PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi
Indonesia
PKS Ngotot Anies Lebih Bagus dari Ahok dan Jokowi

"Kan kalau yang kita kaji perbandingannya jauh lebih bagus yang udah dilakukan Anies," ujar Arifin

Polisi Temukan Hewan Langka dan Mobil Mewah Lain di Rumah Koboi 'Lamborghini'
Indonesia
Polisi Temukan Hewan Langka dan Mobil Mewah Lain di Rumah Koboi 'Lamborghini'

Polisi menggeledah rumah Abdul Malik sekitar satu jam lamanya

 Komisi I DPR Sesalkan Bentrok Antara Oknum TNI dan Polri di Papua
Indonesia
Komisi I DPR Sesalkan Bentrok Antara Oknum TNI dan Polri di Papua

“Saya minta pimpinan TNI dan POLRI segera menenangkan anggota nya, melakukan komunikasi damai dan yang bersalah diproses sangsi hukumnya,” tuturnya.

Warga Nekat Sembunyi di Bagasi Bus Demi Mudik, Polisi: Percuma!
Indonesia
Warga Nekat Sembunyi di Bagasi Bus Demi Mudik, Polisi: Percuma!

Maka dari itu, informasi ini dirasa belum bisa dipastikan kebenarannya

Perjalanan KA ke Yogyakarta dan Solo tinggal 8 Rute
Indonesia
Perjalanan KA ke Yogyakarta dan Solo tinggal 8 Rute

Teranyar, KAI baru saja menghentikan sementara empat perjalanan ka DAOP 6.

Ini Wejangan Jokowi untuk Gibran saat Ziarah ke Makam Keluarga
Indonesia
Ini Wejangan Jokowi untuk Gibran saat Ziarah ke Makam Keluarga

Presiden Jokowi mendadak menyempatkan diri berziarah ke makam keluarga, ibunda dan ayahnya Sujiatmi Notomihardjo dan Widjiatmo Notomiharjo.

DKI: 174.140 Jalani Rapid Test, 6.432 Orang Reaktif COVID-19
Indonesia
DKI: 174.140 Jalani Rapid Test, 6.432 Orang Reaktif COVID-19

Persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen.

Kogabwilhan I Turun Gunung Cek Wisma Atlet Kemayoran, TNI Mulai Jaga Lokasi
Indonesia
Kogabwilhan I Turun Gunung Cek Wisma Atlet Kemayoran, TNI Mulai Jaga Lokasi

Wisma Atlet layak digunakan sebagai tempat menangani pasien positif corona

COVID-19 Bermutasi di Malaysia, Ahli Patogen Tiongkok Redam Ketakutan Massal
Dunia
COVID-19 Bermutasi di Malaysia, Ahli Patogen Tiongkok Redam Ketakutan Massal

Virus COVID-19 beradaptasi dengan DNA warga dan lingkungan setempat