Dokter Saraf yang Diduga Sebar Hoaks Kematian KPPS Mangkir dari Panggilan Polisi dr Robiah Khairani Hasibuan, Sp.S. Foto: FKK UMJ

MerahPutih.com - Dokter spesialis syaraf, Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan tak bisa memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa hari ini, Jumat 17 Mei 2019. Hal itu lantaran Ani tengah jatuh sakit.

"Ibu Ani kondisi sakit sedang di rumah. Tidak dalam perawatan rumah sakit. Ya sakitnya itu karena terlalu over secara fisik jadi mungkin beliau kelelahan gitu," kata pengacara Ani, Amin Fahrudin di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (17/5).

Pengacara Ani, Amin Fahrudin di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (17/5). Foto: MP/Kanugrahan

Untuk itu, dia hari ini mewakili Ani mendatangi bertemu penyidik minta penundaan pemeriksaan. Tapi, kapan agenda ulangnya dia tak bisa memastikan karena hal tersebut adalah kewenangan penyidik.

"Kami tidak menetukan secara definitif. Biar nanti penyidik yang menetukan waktunya kapan. Kita tunggu sampai ada pemberitahauan undangan pemeriksaan selanjutnya," ujarnya.

BACA JUGA: Diduga Sebar Hoaks Kematian KPPS, Dokter Syaraf Ini Diperiksa Polisi

Lebih lanjut dia mempertanyakan soal status kasus yang dituduhkan ke kliennya ternyata sudah masuk tahap penyidikan. Kliennya sendiri masih berstatus saksi.

"Pemanggilan Bu Ani ini masih saksi tapi proses hukumnya itu sudah sampai penyidikan," katanya lagi.

Untuk diketahui, Ani diperiksa untuk dugaan kasus tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA dan atau menyiarkan berita atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

BACA JUGA: Komunitas Dokter Minta Autopsi Petugas KPPS yang Meninggal, Pengamat: Ide Konyol dan Sesat

Informasi yang disampaikan Ani Hasibuan tersebut dimuat di portal berita thanshnews.com pada 12 Mei 2019. Kasus ini dilaporkan oleh seorang bernama Carolus Andre Yulika pada 12 Mei 2019 lalu. Surat panggilan ini sendiri diterbitkan Selasa kemarin, 15 Mei 2019.

Diketahui, Ani Hasibuan merupakan dokter ahli syaraf. Pernyataannya menjadi kontroversi ketika dia menyebut faktor kelelahan tidak bisa membuat orang meninggal dunia.

Dokter spesialis syaraf, Robiah Khairani Hasibuan

Karena itu, dia mempertanyakan sikap KPU yang tiba-tiba menyampaikan bahwa kematian para petugas KPPS karena kelelahan.

Dokter yang menelusuri misteri kematian para petugas KPPS hingga ke Yogyakarta itu menyampaikan, kejadian petugas KPPS meninggal dalam jumlah yang banyak dan dalam kurun waktu yang pendek adalah tragedi. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH