Dokter Reisa Sarankan Orang Beresiko Tinggi COVID-19 Olahraga di Rumah Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dokter Reisa Broto Asmoro. ANTARA/HO-KOMBEN BNPB

MerahPutih.com - Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan, bagi orang yang punya penyakit diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan ginjal, autoimun, ibu hamil diminta olahraga di rumah.

Menurut Reisa, olahraga yang berisiko rendah tertular COVID-19 adalah olahraga di rumah secara sendiri atau dengan anggota keluarga dan menggunakan alat olahraga sendiri.

Baca Juga

Wagub DKI Minta Bank DKI Pulihkan Ekonomi Jakarta

"Utamakan olahraga jenis ini," kata Reisa di Jakarta, Minggu (28/6)

Olahraga berjalan kaki harus jaga jarak dua meter, bagi yang berlari berjarak 10 meter, dan pesepeda menjaga jarak 20 meter. Sementara, olahraga di pusat kebugaran agar pengelolanya menerapkan protokol kesehatan dasar seperti menyiapkan sarana cuci tangan, jaga jarak saat berolahraga, cek suhu, cek kondisi kesehatan, membatasi anggota yang berlatih, serta disinfeksi alat-alat olahraga.

"Hindari penggunaan AC, utamakan gunakan sirkulasi udara lewat pintu atau jendela, disarankan menggunakan air purifier, untuk handuk dan matras harus bawa sendiri," kata dia.

Dokter Reisa Broto Asmoro menyarankan tiap rumah dan tempat kerja harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar lingkungan di dalam ruangan tetap sehat.(ANTARA)
Dokter Reisa Broto Asmoro menyarankan tiap rumah dan tempat kerja harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar lingkungan di dalam ruangan tetap sehat.(ANTARA)

Bolehkah kita memakai kolam renang di masa-masa seperti ini, Reisa mengiyakan. Namun, Reisa memberi catatan terkait kolam renang yang sudah bisa dipakai.

"Ya, apabila pastikan air kolam renang menggunakan disinfektan dengan klorin 1-10 ppm atau bromin 3-8 ppm sehingga pH air mencapai 7,2-8. Dan setiap hari hasilnya harus diinformasikan di papan informasi agar semua pengguna tahu," kata dr Reisa.

"Kedua, pastikan pembersihan dan disinfeksi dilakukan secara rutin terhadap seluruh permukaan dan di sekitar kolam renang seperti tempat duduknya, lantai dan sarana sekitar kolam," imbuh dr Reisa.

Reisa menyebut pengguna kolam renang juga harus dibatasi. Protokol jaga jarak harus diterapkan di kolam renang.

"Ketiga, jumlah pengguna kolam renang harus dibatasi agar bisa menerapkan jaga jarak, baik di dalam ataupun sekitar kolam renang dan menerapkan jaga jarak terutama juga di ruang gantinya," katanya.

Baca Juga

Pengelola Barbershop Diperingatkan Batasi Kontak Fisik dan Jam Operasional

Ia juga meminta tamu kolam renang yang datang dipastikan sehat. Pengguna harus mengisi form self assessment risiko COVID-19 dan membawa perlengkapan renang masing-masing, termasuk handuk.

"Gunakan masker sebelum dan setelah berenang," kata Reisa. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH