Dokter Lois Owien Langsung Ditahan Usai Jadi Tersangka Dr Lois Owien (baju kuning) saat digiring ke Bareskrim Polri. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Bareskrim Polri telah menetapkan dr Lois Owien sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) terkait COVID-19.

“Iya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (13/7).

Dr Lois dijerat pasal 28 ayat (2) jo pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau pasal 14 ayat (1) dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga:

Penampakan dr Lois Owien Digiring ke Bareskrim Polri

“Sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat,” ucap Agus.

Saat ini, lanjut Agus, penyidik Dittipid Siber Bareskrim Polri telah melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri.

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. ANTARA/ HO-Polri
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto. ANTARA/ HO-Polri

Dokter Lois ditangkap di kediamannya di Apartemen Rasuna Said, Jakarta Selatan, pukul 16.00 WIB pada Minggu (11/7).

Dia ditangkap buntut pernyataan tidak percaya COVID-19 dan menyebut pasien meninggal bukan karena virus tersebut, melainkan akibat interaksi antarobat.

Baca Juga:

Penyidik Duga Dokter Lois Owien Sebar Hoaks Kematian Pasien COVID-19

Pernyataan yang dilontarkan dalam acara Hotman Paris Show itu ditonton masyarakat dan membuat gaduh.

Video itu pun telah dihapus untuk meminimalisasi keonaran di masyarakat. (Knu)

Baca Juga:

Belum Tentukan Pasal untuk Dokter Lois Owien, Polisi: Amankan Dulu

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mensos Risma Temui Pimpinan KPK, Bahas Apa?
Indonesia
Mensos Risma Temui Pimpinan KPK, Bahas Apa?

Menteri Sosial, Tri Rismaharini menyambangi markas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (30/4).

PPKM di Jabodetabek Dilonggarkan, Penumpang KRL Makin Membludak
Indonesia
PPKM di Jabodetabek Dilonggarkan, Penumpang KRL Makin Membludak

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat masyarakat yang menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) mengalami peningkatan sejak beberapa pekan terakhir

Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital
Indonesia
Pemerintah Bangun Strategi Ekonomi Digital

Strategi nasional ekonomi digital ini disusun dalam rangka mewujudkan visi utama yakni pertumbuhan ekonomi yang sustainable dan inklusif

LRT Jabodebek Tabrakan, PT INKA Indikasikan Langsiran Terlalu Cepat
Indonesia
LRT Jabodebek Tabrakan, PT INKA Indikasikan Langsiran Terlalu Cepat

Kecelakaan ini berdampak pada Trainset lainnya

Indonesia Disebut Alami Penurunan Kualitas Pluralisme dan Kebebasan Beragama
Indonesia
Indonesia Disebut Alami Penurunan Kualitas Pluralisme dan Kebebasan Beragama

"Sejumlah indikator masih menunjukkan skor yang masih buruk, antara lain masalah kebebasan sipil dan pluralisme," kata Karyono

PPKM Darurat Dinilai Tak Efektif, PKS: Dari Awal Sudah Salah
Indonesia
PPKM Darurat Dinilai Tak Efektif, PKS: Dari Awal Sudah Salah

Mobilitas harus tetap diturunkan agar COVID-19 tidak semakin menyebar

Satgas COVID-19 Minta Perkantoran Ditutup Sementara
Indonesia
Satgas COVID-19 Minta Perkantoran Ditutup Sementara

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 Wiku Adisasmito meminta agar perkantoran ditutup untuk sementara waktu.

Perkembangan Baru Kasus COVID-19 di Kota Gudeg
Indonesia
Perkembangan Baru Kasus COVID-19 di Kota Gudeg

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat total angka akumulasi kematian sejak awal pandemi sampai Minggu (17/10) sebanyak 5.232 kasus.

Pimpinan Komisi VI Ajak Masyarakat Tak Perlu Takut Prediksi Gelombang COVID-19 Jilid III
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Chat Kapolda Metro Siap 'Sikat' Rizieq Beserta Laskarnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Chat Kapolda Metro Siap 'Sikat' Rizieq Beserta Laskarnya

Ini upaya orang yang mau provokasi menyebarkan berita tidak benar.