Dokter Kecantikan Abal-abal Ditangkap, Operasi Wajah Pasien dengan Suntik Botox Konferensi pers kasus dokter kecantikan palsu (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik ilegal berkedok praktik dokter kecantikan. Pelaku adalah SW alias dr. Y. Ia merupakan pemilik klinik ilegal yang melakukan parktik doktek kecantikan.

SW ditangkap pada Minggu 14 Februari 2021, di Jalan Baru TB Simatupang, Ciracas, Jakarta Timur. SW membuka klinik dengan nama Zevmine Skin Care. Ia menggunakan gelar dokter serta menggunakan alat atau metode layaknya klinik kecantikan.

“Pelaku melayani masyarakat melakukan tindakan medis seperti suntik, injek botox, injek filler dan tanam benang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (23/2).

Baca juga:

Ini Waktu yang Dibutuhkan Kulit untuk Melihat Efek Skincare

Pelaku melakukan praktek kedokteran kecantikan secara ilegal untuk mengambil keuntungan pribadi. Jumlah pasien mencapai 100 orang per bulan sebelum COVID-19. Setelah masa pandemi, jumlah pasien menjadi sekitar 30 orang per bulan.

"Tarif pelayanan Rp 1,5 juta hingga Rp 9,5 juta, tersangka memperoleh omset ratusan juta per bulan,” terang Yusri.

Pengungkapan berawal dari informasi masyarakat yang dapat dipercaya terkait adanya praktik dokter kecantikan ilegal yang berdomisili di lantai 2 ruko Zam-Zam di daerah Ciracas, Jakarta Timur.

Petugas melakukan undercover lalu membuat janji sebagai pasien dam tersangka SW sepakat akan melakukan tindakan suntik botox.

"Setelah SW melakukan tindakan suntik botox, petugas lainnya bergerak masuk untuk meminta tersangka untuk menunjukkan legalitas sebagai dokter,” papar Yusri.

Ilustrasi (Foto: Unsplash/Mathilde Langevin)

Pelaku diketahui sebagai mantan perawat klinik dan mantan suaminya dokter. Pelaku bergabung dengan group dan mengaku sebagai dokter kecantikan mampu menyuntik injeksi botok dan injeksi filler hingga tanam benang.

"Ada dia punya akun tersendiri dengan menyampaikan beberapa tarif yang dia sampaikan melalui akun Instagram,” ujar Yusri.

Yusri menambahkan, pelaku tidak hanya melakukan praktek di Jakarta. Namun, juga di Bandung. “Tapi sampai ke Aceh, tapi lebih sering di daerah Bandung, Jawa Barat,” ungkap Yusri.

Mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat ini mengatakan, penyidik masih mendalami pasien pelaku yang komplain terhadap kinerja pelaku. “Ada dua orang yang komplain. Kami masih mendalami apakah ada lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Sulung Mulia Putra mengatakan, dokter maupun klinik Zevmine Skin Care ini tidak terdaftar di Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Baca juga:

Skincare dengan Bahan Herbal Premium, Rahasia Cantik ala Shireen Sungkar

Pihaknya telah melakukan pengecekan ke Dinkes Jaktim serta Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) tapi tidak menemukan identitas yang berkaitan dengan klinik pelaku.

“Jadi memang klinik ini tidak memiliki izin, baik kliniknya maupun dokternya. Ini bukan klinik dan juga nakes (tenaga kesehatan),” kata Sulung.

Pelaku dijerat Pasal 77 juncto Pasal 73 ayat 1 dan Pasal 78 juncto Pasal 73 ayat 2 UU Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dengan ancaman 5 tahun penjara. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dinas LH Angkut 398 Ton Sampah dari Aksi Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
Dinas LH Angkut 398 Ton Sampah dari Aksi Penolakan UU Cipta Kerja

Sebanyak 74 unit armada dan 1.100 personel dikerahkan untuk melakukan pengangkutan sampah di lokasi-lokasi aksi.

Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka
Indonesia
Praktik Aborsi di Raden Saleh Dibongkar, 17 Orang Dijadikan Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya praktek aborsi di lokasi tersebut.

Ucapan Puan Soal 'Pancasilais' Dinilai Bentuk Antisipasi Ancaman Nasionalisme
Indonesia
Ucapan Puan Soal 'Pancasilais' Dinilai Bentuk Antisipasi Ancaman Nasionalisme

Ini agar tidak memberi ruang sedikitpun kepada kelompok manapun yang mencoba-coba mengkhianati negara Pancasila

Polda Jabar Panggil Lima Saksi Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung
Indonesia
Polda Jabar Panggil Lima Saksi Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung

Mereka dimintai keterangan, karena mereka memberi imbauan dan teguran kepada massa Rizieq yang berkerumun di Megamendung.

Pengamat Nilai Pemerintah tak Ingin FPI Jadi Kekuatan Politik
Indonesia
Pengamat Nilai Pemerintah tak Ingin FPI Jadi Kekuatan Politik

"Secara politik bisa jadi gerakan FPI ini tidak boleh tumbuh besar, tidak boleh menjadi kekuatan politik, tentu itu akan merepotkan pemerintah," kata Ujang

[Hoaks atau Fakta]: Polisi Gelar Razia Protokol Kesehatan Dengan Denda Rp250 Ribu
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Polisi Gelar Razia Protokol Kesehatan Dengan Denda Rp250 Ribu

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni juga ikut menegaskan bila informasi tersebut adalah hoaks.

Hadapi Liburan Panjang, KAI Daop 6 Tambah 12 Perjalanan KA
Indonesia
Hadapi Liburan Panjang, KAI Daop 6 Tambah 12 Perjalanan KA

Guna menjaga jarak selama perjalanan, KAI juga hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Propam Polri Periksa Kapolresta Malang yang Serukan Tembak Mahasiswa Papua
Indonesia
Propam Polri Periksa Kapolresta Malang yang Serukan Tembak Mahasiswa Papua

Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memeriksa Kapolresta Malang, Kombes Leonardus Harapantua Simarmata Permata oleh Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) diduga menyerukan menembak mahasiswa Papua.

UKM Kopi Bisa Jadi Pemasok Buat Kebutuhan Pemerintah
Indonesia
UKM Kopi Bisa Jadi Pemasok Buat Kebutuhan Pemerintah

Saat ini jumlah koperasi kopi di Indonesia sebanyak 47 koperasi dengan jumlah petani sebanyak 1,3 juta orang.

Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter
Indonesia
Alumni Kampus di Sumut, Eksekutor Klinik Aborsi Ilegal di Cempaka Putih tak Bersertifikat Dokter

DK disebut pernah melakukan koas atau co-asisten di sebuah Rumah Sakit. Tapi, DK tidak menyelesaikan koas itu sehingga dirinya tidak memiliki sertifikasi sebagai dokter.