Dokter di Medan Positif Terinfeksi Virus Corona Dua petugas medis berseragam alat pelindung diri (APD) membawa PDP ke ruang isolasi RSUP Adam Malik, Medan. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MerahPutih.com - Seorang dokter dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik.

Koordinator Penanganan Covid-19 RSUP Haji Adam Malik Ade Rahmaini, Kamis (26/3), membenarkan hal tersebut.

Baca Juga:

Kota Padang Tetapkan Status KLB Virus Corona

Ia tidak menjelaskan detail identitas dan apakah dokter tersebut tertular saat bertugas di RSUP Adam Malik atau saat bertugas ke luar kota.

"Iya benar," katanya kepada wartawan.

Dokumen - Petugas medis membawa seorang PDP terduga COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Rabu (18/3/2020). ANTARA/Septianda Perdana
Dokumen - Petugas medis membawa seorang PDP terduga COVID-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Rabu (18/3/2020). ANTARA/Septianda Perdana

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara mengumumkan hingga Kamis tercatat sebanyak 3.080 orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19. Data ini meningkat 35.8 persen yang sebelumnya 1.976 orang.

Baca Juga:

Cegah Tersangka dan Terdakwa Terinfeksi Corona, Peradi Minta Penahanan Ditangguhkan

Kenaikan juga terjadi pada pasien dalam pengawasan (PDP). Kenaikan mencapai 2.5 persen dari angka sebelumnya berjumlah 55, kini sudah 71 orang yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Untuk pasien positif COVID-19, jumlahnya tidak berbeda dari hari sebelumnya yakni 9 orang. Begitu juga dengan negatif COVID-19 berjumlah 6 orang dan pasien sembuh dan sudah dipulangkan berjumlah 3 orang. (*)

Baca Juga:

Warga Diminta Peduli terhadap Kelompok Pekerja yang Kesusahan akibat COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Cari Harun Masiku Sampai ke Tongkrongannya, Seperti Apa Hasilnya?
Indonesia
Polisi Cari Harun Masiku Sampai ke Tongkrongannya, Seperti Apa Hasilnya?

Polri turut membantu KPK memburu Harun Masiku

Polisi Bakal Turun Tangan Selidiki Dugaan Kepala Daerah Punya Rekening Kasino
Indonesia
Polisi Bakal Turun Tangan Selidiki Dugaan Kepala Daerah Punya Rekening Kasino

Kiagus menyebutkan PPATK menemukan dugaan TPPU kepala daerah

[HOAKS atau FAKTA] Bermodal Nasi Bungkus, Kadrun Ingin Makzulkan Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Bermodal Nasi Bungkus, Kadrun Ingin Makzulkan Jokowi

“Hanya Bermodalkan Ini Mereka Ingin Mahzulkan Presiden…!!! Tepok Jidat"

PT KAI Perpanjang Tidak Beroperasinya Kereta Lokal Karawang-Jakarta
Indonesia
PT KAI Perpanjang Tidak Beroperasinya Kereta Lokal Karawang-Jakarta

Sampai saat ini KAI Daop 1 Jakarta baru menjalankan satu kereta api lokal yakni KA Lokal Siliwangi relasi Sukabumi- Ciranjang

Pemerintah Beberkan Alasan Ada Pengupahan Per Jam di Omnibus Law
Indonesia
Pemerintah Beberkan Alasan Ada Pengupahan Per Jam di Omnibus Law

Pemerintah mengaku hanya ingin menentukan skema pengupahan yang pantas.

Pengamat Usul Potongan Komisi Ojol Diturunkan
Indonesia
Pengamat Usul Potongan Komisi Ojol Diturunkan

Pangkas aplikator 20 persen perlu tekan mengingat situasi dan kondisi di tengah wabah virus corona yang berimbas pada perekonomian masyarakat.

Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK
Indonesia
Ajay M Priyatna Wali Kota Cimahi Ketiga Yang Dicokok KPK

Ajay yang merupakan Wali Kota Cimahi ketiga itu, dikabarkan ditangkap oleh tim KPK pada Jumat (27/11).

Angka Kejahatan Oleh Napi Asimiliasi Terus Bertambah, Didominasi Kasus C3
Indonesia
Angka Kejahatan Oleh Napi Asimiliasi Terus Bertambah, Didominasi Kasus C3

Disimpulkan gangguan Kamtibmas minggu ke 22 mengalami kenaikan 4,16 persen

 KPK Belum Tentukan Sikap atas Vonis Ringan Eks Anak Buah Hasto
Indonesia
KPK Belum Tentukan Sikap atas Vonis Ringan Eks Anak Buah Hasto

"Mengenai putusan Majelis Hakim PN Tipikor Pusat yang menjatuhkan putusan kepada terdakwa Saeful Bahri, sikap JPU KPK adalah masih pikir-pikir dalam jangka waktu sebagaimana yang ditentukan hukum acara pidana," kata Ali Fikri

Usulan Jabatan Presiden Tiga Periode, Jokowi: Itu Ingin Cari Muka
Indonesia
Usulan Jabatan Presiden Tiga Periode, Jokowi: Itu Ingin Cari Muka

Jokowi anggap pihak-pihak yang mengusulkan amendemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode hanya ingin mencari muka.