Dokter Ani Hasibuan Disebut Sebar Hoaks Kematian KPPS, Pengacara: Itu Media tak Kredibel Dokter Ani Hasibuan. Foto: Instagram @anihasibuan1974

MerahPutih.com - Dokter Ani Hasibuan melaporkan balik media portal media tamshnews.com ke Polda Metro Jaya. Menurut kuasa hukum Ani, Slamet Hasan, media tersebut telah melakukan ataupun menyebarkan berita bohong alias hoaks.

"Ini masalah bergulir disebabkan oleh berita yang ditulis oleh tamshnews.com. Kita sinyalir bahwa media tersebut tidak kredibel, tidak resmi. Kita menganggap berita yang dimuat tamshnews.com tersebut itu bermuatan kebohongan," tegas Sleman di depan Gedung Direktorat Reserse Kiriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin (20/5).

kuasa hukum Ani, Slamet Hasan
kuasa hukum Ani, Slamet Hasan

Menurut Slamet, kliennya itu tak pernah bertemu maupun diwawancarai oleh media tersebut. Bahkan, Slamet menduga berita itu memanipulasi informasi ataupun data yang seolah-olah benar.

Laporan itu kini tercantum dalam LP/3144/V/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 20 Mei 2019. Dalam laporan ini terlapor masih dalam lidik.

"Siapa yang dilaporkan? Tentu kita melaporkan tamshnews. Namun karena tamshnews belum tau siapa redaktur dan penulisnya, maka barang siapanya itu masih dalam status lidik. Tetapi udah pasti nanti yanv akan dipamggil adalah orang-orang yang terlibat dalam tamshnews, apakah redaktur, apakah pemiliknya," bebernya.

"Pasal 35 uu ITE, barang siapa yanh membuat dan memanipulasi informasi atau dokumen yang seolah-olah data autentik. Pasal 35 jo 51, ancaman hukuman 12 tahun atau denda 10 miliar," pungkasnya.

Sebelumnya, Dokter Roboah Khairani Hasibuan atau Ani berhalangan hadir dalam pemeriksaan DI Polda Metro Jaya terkait ucapannya tentang ratusan KPPS meninggal dunia. Dirinya melalui kuasa hukum, Amin Fahruddin mengatakan kalau kliennya tengah saksi.

Berita di tamsh-news.com

Amin mengatakan, pihaknya berencana akan melaporkan portal media tamsh-news.com. Hal ini karena diduga media tersebut telah membuat kekacauan serta membuat Ani dilaporkan akibat pemberitaan yang dinilai tidak benar. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH