Doa Relawan Ganjar agar Jokowi Jadi Ketum PDIP akan Rusak Hubungan Internal Partai Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/10). Foto: PDIP

MerahPutih.com - Langkah Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) yang mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Ketua Umum PDIP pada tahun 2024 dinilai akan memberikan dampak negatif bagi internal partai berlambang banteng tersebut.

Hal tersebut disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas merespons pernyataan Relawan Kami-Ganjar yang diwakilkan oleh Koordinator Nasional Kami-Ganjar, Joko Priyoski.

Baca Juga:

Alasan PDIP Beri Sanksi Lebih Berat ke FX Rudy Ketimbang Ganjar

“Pernyataan yang disampaikan oleh Joko dapat membuat hubungan antara Bu Megawati (Soekarnoputri) dengan Jokowi dan Ganjar kurang baik karena dianggap ada upaya mengganggu internal PDIP dengan melibatkan pihak luar,” kata Fernando kepada wartawan, Kamis (27/10).

Menurut Fernando, pernyataan yang disampaikan Relawan Kami-Ganjar seolah ingin mengajari Megawati dalam membangun demokrasi di internal PDIP. Padahal, ia meyakini, Megawati mengetahui apa yang terbaik bagi partainya tersebut.

Baca Juga:

Prabowo Teratas, Anies Geser Posisi Ganjar di Peringkat Ke-2 Survei Pilpres 2024

“Saya yakin bu Megawati sangat tahu apa yang terbaik untuk PDIP kedepan termasuk masalah kepemimpinan pasca dirinya tidak lagi sebagai Ketum PDIP,” ujarnya.

Fernando memprediksi, Megawati juga akan memberikan keleluasaan terhadap kadernya untuk menentukan sosok penerusnya sebagai Ketum PDIP.

“Yang menentukan kepemimpinan PDIP adalah pengurus PDIP yang memiliki hak suara sebagaimana diatur dalam AD, ART,” kata Fernando. (Pon)

Baca Juga:

Respons FX Rudy Disanksi Keras akibat Dukung Ganjar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
275.816 Orang Sudah Disuntik Dosis Ke-4 Vaksin COVID-19
Indonesia
275.816 Orang Sudah Disuntik Dosis Ke-4 Vaksin COVID-19

Pemerintah daerah diminta untuk mendorong capaian vaksin booster atau penguat,

DPRD DKI Tetapkan 35 Propemperda di Tahun 2023
Indonesia
DPRD DKI Tetapkan 35 Propemperda di Tahun 2023

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta resmi menetapkan 35 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk menjadi Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) pada 2023.

Identitas Penembak Eks PM Jepang Abe Dirilis, Ternyata Warga Lokal
Dunia
Identitas Penembak Eks PM Jepang Abe Dirilis, Ternyata Warga Lokal

Tetsuya Yamagami, pria 41 tahun tercatat sebagai warga lokal kota Nara.

KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Lukas Enembe
Indonesia
KPK Beberkan Kronologi Penangkapan Lukas Enembe

Politikus Partai Demokrat itu ditangkap di sebuah rumah makan yang berada di Kota Jayapura, Papua.

Utang Luar Negeri Turun
Indonesia
Utang Luar Negeri Turun

Secara keseluruhan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Paling Singkat, Diadakan Offline dan Online
Indonesia
Muktamar Muhammadiyah Ke-48 Paling Singkat, Diadakan Offline dan Online

Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah Ke-48 bakal digelar secara blended, daring (online) dan luring (offline) pada 18-20 November 2022.

Presiden KSPI Sebut Pengemudi Ojol Berhak Upah Layak dan Jaminan Pensiun
Indonesia
Presiden KSPI Sebut Pengemudi Ojol Berhak Upah Layak dan Jaminan Pensiun

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan pengemudi ojek online (ojol) layak mendapatkan dana pensiun sama seperti pekerja pada umumnya.

Pencarian Putra Ridwan Kamil, Mabes Polri Kirim Data ke Interpol Swiss
Indonesia
Pencarian Putra Ridwan Kamil, Mabes Polri Kirim Data ke Interpol Swiss

Polri kini menjalin komunikasi dengan kepolisian Swiss terkait perkembangan pencarian remaja yang yang akrab dipanggil Eril ini.

Wagub DKI Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Disebabkan Omicron BA.4 dan BA.5
Indonesia
Wagub DKI Sebut Naiknya Kasus COVID-19 Disebabkan Omicron BA.4 dan BA.5

Kasus positif COVID-19 di Jakarta terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Komnas HAM Umumkan Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Siang Ini
Indonesia
Komnas HAM Umumkan Hasil Penyelidikan Tragedi Kanjuruhan Siang Ini

"Akan jelas, (Tragedi) Kanjuruhan itu pelanggaran HAM berat, biasa atau tidak ada pelanggaran HAM. (Nanti) akan diumumkan oleh Komnas HAM," jelas Mahfud MD kepada wartawan, Rabu