DKPP Pilih Edukasi Dibanding Sanksi Ilustrasi sidang etik DKPP. (Foto: DKPP).

MerahPutih.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memastikan paradigma DKPP di dalam mengemban tugas memeriksa dugaan pelanggaran kode etik adalah mengedepankan edukasi kepada seluruh jajaran penyelenggara pemilu.

Anggota DKPP Ida Budhiati menyatakan, hal ini dapat dikonfirmasi di dalam data kuantitatif penanganan perkara DKPP sejak 2012 hingga sekarang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, putusan DKPP mengonfirmasi bahwa lebih banyak yang direhabilitasi daripada yang diberikan sanksi.

Dari sejumlah sanksi yang diberikan DKPP itu, kata dia, dalam kategori yang sangat ringan dalam bentuk teguran tertulis.

Baca Juga:

DKPP akan Pecat Penyelenggara yang Merekayasa Hasil Pemilu

Menurut Ida, mengedepankan edukasi daripada sanksi-sanksi itulah menjadi paradigma DKPP dalam penanganan kode etik ini. Sanksi diberikan sebagai pilihan terakhir sebagai ultimum remedium atau ‘obat terakhir’ setelah dipertimbangkan dari aspek filosofi, sosiologis, dan kondisi konkretnya. Jika memang tidak ada hal-hal yang bisa meringankan, lanjut dia dengan sangat terpaksa DKPP menjatuhkan sanksi yang terberat. DKPP ingin membangun sebuah pemahaman bahwa lembaga tersebut bukanlah lembaga yang menakutkan.

DKPP memahami bahwa salah satu modal penyelenggara pemilu adalah kepercayaan sehingga yang dilakukan oleh DKPP adalah di dalam memeriksa dugaan pelanggaran kode etik itu berorientasi menjaga kehormatan institusinya, menjaga kredibilitas, dan integritas lembaga penyelenggara pemilu.

DKPP
Anggita DKPP Ida Budiati. (Foto: Antara)

"Sekali lagi melalui data DKPP terkonfirmasi rekayasa sosial yang dilakukan oleh pembentuk undang-undang. Dalam pandangan saya sekurang-kurangnya pembentuk undang-undang telah berhasil di dalam mendesain sistem etika penyelenggara pemilu, negara kita hari ini mempunyai kelembagaan penyelenggara pemilu yang terjaga kehormatan dan kemandiriannya," kata Ida. Ida juga menyampaikan harapan pada tim pemeriksa daerah atau TPD agar terinternalisasi di dalam melakukan pemeriksaan perkara untuk memegang prinsip praduga beretika. Meskipun di dalam pergaulan-pergaulan penyelenggaraan pemilu TPD mempunyai data dan informasi berkaitan dengan kasus-kasus konkret, menurut Ida, dalam kedudukannya sebagai pemeriksa etik wajib menginternalisasi prinsip-prinsip pemeriksaan perkara praduga beretika. "Jadi, kami tidak boleh pagi-pagi sudah berprasangka bahwa dia ini melanggar etika penyelenggara pemilu," ujarnya. (Pon).

Baca Juga:

Eks Hakim MK: Putusan DKPP Tidak Bisa Jadi Objek Gugatan di PTUN

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sidang Benur, Edhy Prabowo Ungkap Alasan Angkat Timses Jokowi Jadi Stafsus
Indonesia
Sidang Benur, Edhy Prabowo Ungkap Alasan Angkat Timses Jokowi Jadi Stafsus

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengungkapkan alasannya mengangkat Andreau Misanta Pribadi, sebagai Staf khusus.

Anggia Tesalonika Akui Terima Mobil hingga Disewakan Apartemen oleh Edhy Prabowo
Indonesia
Anggia Tesalonika Akui Terima Mobil hingga Disewakan Apartemen oleh Edhy Prabowo

Sekretaris pribadi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, Anggia Tesalonika Kloer mengakui menerima mobil hingga disewakan apartemen oleh Edhy Prabowo.

Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda
Indonesia
Mabes Polri Pelajari Kasus Dugaan SARA yang Menjerat Abu Janda

DPP KNPI melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri, Kamis (28/1).

Jennifer Jill Simpan Narkoba dan Bong Selama 4 Tahun di Lemari Rahasia
Indonesia
Jennifer Jill Simpan Narkoba dan Bong Selama 4 Tahun di Lemari Rahasia

Selebgram Jennifer Jill kedapatan memiliki dan menyimpan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu di dalam rumahnya.

Pandemi COVID, Lembaga Pendidikan Swasta Kibarkan Bendera Putih
Indonesia
Pandemi COVID, Lembaga Pendidikan Swasta Kibarkan Bendera Putih

Pandemi bikin masyarakat sudah kesuliran membayar sumbangan pembinaan pendidikan bahkan membayar uang pangkal.

Bermodal Ijazah SD, Dokter Palsu Raup Ratusan Juta dari Sejumlah Wanita
Indonesia
Bermodal Ijazah SD, Dokter Palsu Raup Ratusan Juta dari Sejumlah Wanita

Heru mengatakan, aksi pelaku terbongkar setelah kekasihnya berinisial RF yang curiga kepada pelaku. Selama pacaran dengan pelaku, korban sudah menyerahkan uang Rp165 juta.

Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB
Indonesia
Imam Besar Istiqlal Tegaskan Ibadah di Masjid Sunah Hukumnya Selama PSBB

Masyarakat masih bisa melakukan hal-hal produktif

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik di 2021
Indonesia
Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Baik di 2021

Dibandingkan negara lain, Indonesia struktur ekspor masih lebih banyak komoditas primer dan bukan manufaktur

Imbas Mudik Lebaran, RSD Wisma Atlet Terus Didatangi Pasien COVID-19
Indonesia
Imbas Mudik Lebaran, RSD Wisma Atlet Terus Didatangi Pasien COVID-19

Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta terus didatangi pasien positif corona dalam lima hari terakhir.

OTT Menteri Edhy Prabowo, KPK Sita Tas Louis Vuitton hingga Jam Rolex
Indonesia
OTT Menteri Edhy Prabowo, KPK Sita Tas Louis Vuitton hingga Jam Rolex

KPK telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penetapan ekspor benih lobster atau benur.