DKPP: Ada Penyelenggara Pemilu Ahli Manipulasi Perolehan Suara Peluncuran dan Bedah Buku Karya Ketua DKPP, Prof. Muhammad berjudul ‘Etika & Pemilu Demokratis’ pada Sabtu (19/12/2020) di Redtop Hotel and Convention Centre. (Foto: DKPP).

MerahPutih.com - Hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik Tahun 2020, menunjukkan, pelanggaran prinsip profesional mendominasi laporan dan sidang etik Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)

Laporan DKPP tahun 2020 hingga tanggal 4 Desember 2020 menunjukkan terdapat 698 orang diadukan. Dimana KPU Kabupaten/Kota menjadi yang tertinggi dengan 334 orang dan Bawaslu Kabutan/Kota sebanyak 229 orang.

Baca Juga:

Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketum PPP

Berdasarkan wilayah putusan DKPP Tahun 2020, Provinsi Papua dan Provinsi Sumatera Utara menjadi zona merah. Karena lebih dari 50 aduan dengan laporan masing-masing 149 aduan dan 95 pengaduan.

Dari laporan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berdasarkan hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik Tahun 2020 memberi rekomendasi perlunya penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu.

Selain itu, DKPP perlu melaksanakan tugas secara berkesinambungan dan profesional melalui pembaharuan hukum pemilu Tahun 2021. Dan penguatan SDM penyelenggara pemilu tingkat kabupaten/kota dalam penanganan dugaan pelanggaran kode etik badan ad hoc perlu penguatan.

"DKPP perlu mengembangkan sistem informasi penegakan kode etik penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kualitas pelayanan secara transparan dan akuntabel," kata Anggota DKPP Ida Budhiati.

Dalam Peluncuran dan Bedah Buku Karya Ketua DKPP, Muhammad berjudul ‘Etika & Pemilu Demokratis’ ia mengatakan, putusan DKPP mengonfirmasi penyelenggara yang hanya mengandalkan kemampuan tata kelola pemilu, tidak sedikit kasus, bahwa keahliannya itu justru untuk mengubah hasil pemilu. "Ini ahli juga, ahli mengubah hasil pemilu. Sayang sekali keahlian, pengalaman, dan durasi selama dia mengabdi sebagai penyelenggara, tahu mana lubang-lubangnya justru untuk melakukan manipulasi perolehan suara. Terjadilah kongkalikong, kedap kedip mata dengan peserta atau partai politik," ucapnya.

Ketua DKPP Muhamad. (Foto: DKPP).
Ketua DKPP Muhamad. (Foto: DKPP).

Ia menegaskan, tugas mulia KPU, Bawaslu, DKPP, dan masyarakat sipil seharusnya memastikan siapa warga negara yang mayoritas dipilih oleh rakyat di kotak suara harus dikawal secara berjenjang sebagai pemilik kursi atau pemenang pemilu.

Akan tetapi, lanjut ia, fakta membuktikan ternyata ada orang yang menang di TPS, berubah direkap kecamatan, berubah lagi di kabupaten, berubah lagi saat dilantik. "Oleh karena itu, sekali lagi saya mencoba menulis supaya keduanya ini jangan dipertentangkan tetapi justru harus dikuatkan, disinergikan, dipadukan untuk melahirkan sebuah pemilu atau pilkada yang demokratis,” ujarnya.

Baca Juga:

Konflik Kepentingan dalam Pemilu Harus Dicegah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Makan Codot Panggang
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Makan Codot Panggang

Foto Jokowi yang sedang makan sate pertama kali muncul dari sebuah blog yaitu ponorogokomunitasonline.blogspot.com pada 20 Agustus 2013.

Bentrok di Medan Merdeka Selatan, Massa Merangsek ke Kantor Anies
Indonesia
Bentrok di Medan Merdeka Selatan, Massa Merangsek ke Kantor Anies

Dari halaman polisi itu, massa berhamburan ke arah Tugu Tani dan masuk merangsek ke Balai kota DKI.

[HOAKS atau FAKTA] Dokter RSAL Surabaya Meninggal Akibat COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Dokter RSAL Surabaya Meninggal Akibat COVID-19

Dalam foto disebutkan bahwa dokter tersebut bernama Dokter Tirka Nandadan

Baku Tembak dengan KKB di Nduga, Tiga Anggota TNI Terluka
Indonesia
Baku Tembak dengan KKB di Nduga, Tiga Anggota TNI Terluka

Tiga anggota TNI AD dari Yonif 700 R dilaporkan terluka akibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Hotma Sitompul Belum Serahkan 'Fee Lawyer' Dari Tersangka Suap Bansos ke KPK
Indonesia
Hotma Sitompul Belum Serahkan 'Fee Lawyer' Dari Tersangka Suap Bansos ke KPK

Advokat Hotma Sitompul belum menyerahkan 'fee lawyer' yang diberikan tersangka kasus suap bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek, Adi Wahyono ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mudahkan Pelancong Libur Nataru, Bandara Soetta Bikin Tes COVID-19 Drive Thru
Indonesia
Mudahkan Pelancong Libur Nataru, Bandara Soetta Bikin Tes COVID-19 Drive Thru

Lokasi SMMILE Center dipilih agar turis dapat semakin merasa nyaman ketika melakukan tes.

Politisi PAN Sindir Nuansa Oligarki di Partai Besutan Amien Rais
Indonesia
Politisi PAN Sindir Nuansa Oligarki di Partai Besutan Amien Rais

Guspardi menyindir adanya nuansa oligarki di Partai Ummat karena menantu Amien didapuk menjadi Ketua Umum Partai Ummat, yakni Ridho Rahmadi sementara Amien Rais sendiri menjadi Ketua Majelis Syuro.

7 Pelajar Papua Timba Ilmu di Tiga Universitas di Amerika
Indonesia
7 Pelajar Papua Timba Ilmu di Tiga Universitas di Amerika

Tujuh pelajar asal Papua mendapatkan kesempatan berharga untuk menimba ilmu di tiga universitas di Amerika Serikat.

Dalam Beberapa Hal, Pacar Editor Metro TV Berbohong ke Polisi
Indonesia
71 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet
Indonesia
71 Ribu Lebih Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet

Seluruh pasien rawat inap ditempatkan di tower empat, lima, enam dan tujuh