DKI Pertimbangkan Permintaan Jokowi Sekolah Tatap Muka Dua Hari Seminggu Uji Coba PTM di Jakarta. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta sekolah tatap muka maksimal 2 hari dalam seminggu dengan kapasitas 25 persen peserta dari keseluruhan siswa.

"Terkait permintaan Pak Jokowi, tentu pak presiden akan menjadi perhatian kita bersama," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (7/6).

Baca Juga:

Menkes Minta Semua Guru Harus Sudah Divaksin Sebelum PTM

Riza menjelaskan, Pemerintah DKI belum membuka kembali belajar mengajar di sekolah karena berkaca pada negara lain yang menimbulkan klaster baru dalam pelaksanaan sekolah tatap muka itu.

"Ketika sekolah di buka terjadi peningkatan bagi anak-anak kita, itu sangat berbahaya," urainya.

Untuk itu, lanjut Riza, Pemprov DKI menahan pembelajaran tatap muka (PTM) dan dilakukan belajar secara online atau virtual. Tapi sejauh ini pihaknya sudah menjalankan uji coba tatap muka dengan melibatkan 85 sekolah di ibu kota baik swasta dan negeri.

"Sekarang sudah ada PPDB kita evaluasi bagaimana caranya. Apakah nanti jumlah harinya kita atur seperti uji coba, jumlah jam nya dilihat nanti mapel mana yang diujikan secara langsung kemudian jumlah hari, jumlah mapel jumlah jamnya, kapasitas per kelasnya semua kita akan atur," ungkapnya.

Ketua DPD Gerindra DKI ini menuturkan, pihaknya akan diskusikan dengan SKPD terkait permintaan Presiden Jokowi ihwal sekolah tatap muka yang terbatas.

Uji coba sekolah tatap muka. (Foto: Humas Kota Bandung)
Uji coba sekolah tatap muka. (Foto: Humas Kota Bandung)

"Kita dukung masukan dari Pak presiden, pemerintan Pusat, nanti kita akan diskusikan bersama Forkompinda bersama epidemiology bersama seluruh pihak bersama pemerintah pusat," papar Riza.

Riza bilang, semua keputusan yang diambil oleh Gubernur Anies Baswedan selalu mendengarkan masukan dari berbagai pihak tak terkecuali Pemerintah Pusat.

Sebelumnya diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, jika Jokowi meminta pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan dua hari dalam seminggu. Kemudian juga peserta yang hadir harus 25 persen dari keseluruhan siswa.

"Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam," ucap Budi. (Asp)

Baca Juga:

300 Sekolah di DKI Ikut Asesmen Uji Coba PTM Tahap Kedua

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Gugat Eks Mensos Juliari Batubara
Indonesia
Warga Gugat Eks Mensos Juliari Batubara

Sebanyak 18 warga melayangkan gugatan ganti kerugian terhadap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara terkait bansos COVID-19 yang diduga dikorupsi.

Libur Hari Lahir Pancasila, KAI Tambah Dua Perjalanan KRL Yogya - Solo
Indonesia
Libur Hari Lahir Pancasila, KAI Tambah Dua Perjalanan KRL Yogya - Solo

Libur Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan warga Yogyakarta dan sekitar untuk berwisata.

Saat Jadi Presiden, SBY Pernah Ikut Campur Urusan Kongres Partai Demokrat
Indonesia
Saat Jadi Presiden, SBY Pernah Ikut Campur Urusan Kongres Partai Demokrat

Loyalitas kader Demokrat saat itu tak bisa dibeli

Hari Pertama PPKM Darurat, Kondisi Jakarta Seperti Sedang 'Berobat'
Indonesia
Hari Pertama PPKM Darurat, Kondisi Jakarta Seperti Sedang 'Berobat'

Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat AKP Sam Suharto memastikan pembatasan di Jakarta akan berlangsung 1 x 24 jam penuh

Tiga Anak Buah Rizieq Shihab Menyerahkan Diri
Indonesia
Tiga Anak Buah Rizieq Shihab Menyerahkan Diri

Polisi menyebut tiga tersangka lain dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, telah menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada Minggu (13/12) dini hari WIB

Aksi KKB Serang Fasilitas Kesehatan dan Publik Tindakan Sangat Tak Terpuji
Indonesia
Aksi KKB Serang Fasilitas Kesehatan dan Publik Tindakan Sangat Tak Terpuji

Serangan kelompok bersenjata kelompok kriminal bersenjata di Papua ke sejumlah sarana pelayanan publik dan kesehatan tidak bisa dibenarkan.

Pasien RSHS Bandung Turun, BOR Gawat Darurat Masih Tinggi
Indonesia
Pasien RSHS Bandung Turun, BOR Gawat Darurat Masih Tinggi

Berkurangnya jumlah pasien Covid-19 RSHS membuat ketersediaan tempat tidur terjadi penurunan 45,49 persen dibandingkan dengan dengan rata-rata bulan Juli yaitu 75,8 persen.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS

Beredar SMS pemberian hadiah sebesar Rp 150 juta yang mengatasnamakan Pertamina. Dalam SMS tersebut juga terdapat PIN serta link.

Mahfud MD: Revisi UU ITE Kini Berada di Kemenkumham
Indonesia
Mahfud MD: Revisi UU ITE Kini Berada di Kemenkumham

Mahfud MD mengatakan, revisi UU ITE kini berada di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk diteruskan ke proses legislasi di DPR.