DKI Klaim Sudah Lakukan Tes PCR Melebihi Standar WHO Ilustrasi Test COVID-19. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta terus memasifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi perawatan secara tepat. Cara ini diklaim mampu memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Fify Mulyani memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6.264 spesimen.

Dari data tersebut, didapat 5.344 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 432 positif dan 4.912 negatif. Untuk jumlah orang dites sepekan terakhir sebanyak 43.500. Sedangkan, untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 37.663.

Baca Juga:

BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Masuk Puncak Kemarau pada Agustus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4X lipat standar WHO," imbuhnya.

Jumlah tes yang tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya. Tes PCR ini melalui kolaborasi 47 Laboratorium Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, BUMN, dan swasta.

Test COVID-19
Ilustrasi Test COVID-19. (Foto: Kanugrahana).

Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.

Sementara itu, penambahan kasus positif pada Jumat (31/7) kemarin sebanyak 432 kasus. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7.157 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 21.201 kasus. Dari jumlah tersebut, 13.208 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 836 orang meninggal dunia.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 6,8%, sedangkan Indonesia sebesar 14,5%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. (Knu)

Baca Juga:

Polisi Usut Aliran Dana Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH