DKI Daerah Ancaman Tinggi COVID-19, MUI Bolehkan Umat Islam Tak Salat Jumat Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi di Gedung MUI, Jakarta, Selasa (5/11/2019). (ANTARA/Anom Prihantoro)

MerahPutih.com - Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menilai DKI Jakarta termasuk dalam ketentuan fatwa MUI sebagai kawasan yang masuk ketentuan penyebaran COVID-19 yang tinggi. Mengingat lebih dari 900 penderita.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang masa status tanggap darurat COVID-19, dari semula 23 Maret-5 April menjadi sampai 19 April. Perpanjangan dilakukan melihat penyebaran virus di ibu kota yang meningkat tajam.

Baca Juga:

Bamsoet Soroti Kritik soal COVID-19 di Media yang Bersifat Provokatif dan Menakuti Rakyat

"Artinya untuk kawasan DKI Jakarta termasuk dalam ketentuan fatwa MUI jika di suatu kawasan penyebaran Covid-19 tinggi atau sangat tinggi, maka boleh tidak salat Jumat dan diganti dengan salat zuhur," kata dia dalam keteranganya kepada merahputih.com, Jumat (3/4).

Dia menyebut Komisi Fatwa MUI mengeluarkan tiga kategori status salat Jumat di masa wabah COVID-19. Pertama, ketika di suatu kawasan tingkat penyebaran COVID-19 terkendali, maka umat Islam wajib melaksanakan salat Jumat.

Kedua, jika di suatu kawasan penyebaran COVID-19 tidak terkendali bahkan mengancam jiwa, maka umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat zuhur.

Ketiga, apabila di suatu kawasan yang potensi penyebarannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan oleh pihak yang berwenang, umat Islam boleh tidak menyelenggarakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat zhuhur.

Salat Jumat di Masjid Agung Nurul Hikmah Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 20 Maret 2020 lalu. (Foto: Pradita Kurniawan Syah)
Salat Jumat di Masjid Agung Nurul Hikmah Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 20 Maret 2020 lalu. (Foto: Pradita Kurniawan Syah)

Zainut menambahkan, DKI Jakarta masuk dalam kriteria ketiga, yaitu daerah dengan ancaman tinggi dari COVID-19 dan ada penetapan pihak berwenang mengenai status penyebaran virus corona.

Dia mengatakan, Komisi Fatwa MUI menyatakan boleh hukumnya tidak salat Jumat tiga kali berturut-turut karena suatu daerah rawan wabah COVID-19 yang mudah menular dalam kerumunan.

Meninggalkan Jumatan dan menggantinya dengan salat zuhur dilakukan ketika ada uzur seperti sakit, safar (perjalanan) atau lainnya seperti ada ancaman bahaya terhadap keselamatan jiwa, termasuk wabah corona.

Baca Juga:

Pemerintah Didesak Atasi Ketertinggalan Pendeteksian Kasus COVID-19

Politikus PPP ini mengatakan, banyak perbedaan pendapat dalam memahami hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Thabrani yang berbunyi "Siapa yang mendengar azan Jumatan tiga kali, kemudian dia tidak menghadirinya maka dicatat sebagai orang munafik."

"Ancaman hadis tersebut berlaku bagi orang yang meninggalkan Jumatan tanpa uzur. Sedangkan orang yang memiliki uzur tidak melaksanakan salat Jumat, maka dia tidak masuk dalam kategori yang disebutkan dalam hadis tersebut," kata dia.

Pria yang juga Wamenag ini mengimbau masyarakat yang berkecukupan untuk segera membantu warga yang menjadi korban terdampak virus corona

"Segera menunaikan zakat, infaq atau sedekahnya untuk membantu meringankan beban saudara kita yang terdampak wabah virus corona," kata Zainut. (Knu)

Baca Juga:

BIN Sebut COVID-19 Bakal Mengancam Hingga Juli, MPR Ingatkan Pemerintah tak Main-main

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Senin (13/4): 4.557 Positif, Total Sembuh & Meninggal Hampir Imbang
Indonesia
Update COVID-19 Senin (13/4): 4.557 Positif, Total Sembuh & Meninggal Hampir Imbang

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan pasien yang sembuh ada sehingga 380 sembuh

Diguyur Hujan Lebat, 8 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir
Indonesia
Diguyur Hujan Lebat, 8 Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

sebanyak delapan ruas jalan ibu kota yang tergenang banjir imbas dari hujan lebat yang mengguyur Jakarta

Letusan Gunung Semeru Rata-rata 20 Kali Per Hari
Indonesia
Letusan Gunung Semeru Rata-rata 20 Kali Per Hari

Aktivitas Gunung Semeru sejak 6 hingga 19 Januari 2020 didominasi oleh gempa letusan dan embusan.

[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Agar Sembuh, Penderita Prostat Disarankan Buang Urine Sambil Lompat

Metode bernama “Jumping Urine” tersebut menyaratkan untuk melompat-lompat agar air seni dapat keluar.

 Berani Tangkap Anggotanya Sendiri Dalam Kasus Novel, Kompolnas Puji Polri
Indonesia
Berani Tangkap Anggotanya Sendiri Dalam Kasus Novel, Kompolnas Puji Polri

"Jangan hanya berkoar di media. Jika menuduh ada oknum Jenderal, ya buktikanlah, dia yang mendalilkan ya dia pula yang harus membuktikan.

Indonesia Keluarkan Surat Utang, Cadangan Devisa Naik
Indonesia
Indonesia Keluarkan Surat Utang, Cadangan Devisa Naik

Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Cuaca Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari
Indonesia
Cuaca Jakarta Diperkirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari

kondisi cuaca cerah berawan berlangsung di seluruh wilayah Jakarta mulai pagi hingga dini hari.

Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19
Indonesia
Ditjen PAS: 124 Penghuni Lapas dan Rutan Positif COVID-19

Virus corona masuk ke lapas dan rutan lantaran adanya interaksi antara petugas dan narapidana (napi).

DPR Apresiasi Kominfo Tangani Hoaks Pilkada
Indonesia
DPR Apresiasi Kominfo Tangani Hoaks Pilkada

Selama masa Pilkada berlangsung, Kementerian Kominfo bersama juga dengan Bawaslu dan KPU melakukan penanganan isu hoaks.

ICW Kecam Kejagung Beri Pendampingan Hukum Jaksa Pinangki
Indonesia
ICW Kecam Kejagung Beri Pendampingan Hukum Jaksa Pinangki

"Sehingga pendampingan hukum yang diberikan dikhawatirkan akan digunakan untuk melindungi Jaksa Pinangki dari jerat hukum," tegas dia.