Djoko Tjandra Ungkap Keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra selaku terdakwa perkara suap kepada jaksa dan perwira tinggi Polri serta pemufakatan jahat. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.

MerahPutih.com - Djoko Tjandra mengungkapkan keterlibatan eks Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam kasus yang menjeratnya. Peran Najib Razak dalam perkara penghapusan red notice yakni merekomendasi Tommy Sumardi ke Djoko Tjandra.

Hal itu disampaikan Djoko Tjandra dalam persidangan dengan agenda pembacaan nota pembelaaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (15/3).

Baca Juga:

Djoko Tjandra Ungkap Modus Pinangki Minta 100 Juta Dolar

"Untuk bisa masuk ke Indonesia guna kepentingan pendaftaran permohonan PK tersebut, saya minta tolong kepada Tommy Sumardi yang saya kenal dan berdasarkan rekomendasi dari besan saudara Tommy Sumardi, sahabat saya, mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, untuk mengecek status DPO saya," kata Djoko Tjandra.

Setelah diyakinkan oleh Najib Razak, lantas Djoko Tjandra berkomunikasi dengan Tommy Sumardi perihal tersebut. Sehingga, terjadi kesepakatan antar keduanya.

"Saudara Tommy Sumardi menyanggupi, tetapi ada biayanya. Awalnya Tommy Sumardi meminta fee sebesar Rp15 miliar. Saya tawar menjadi Rp10 miliar dan Saudara Tommy Sumardi menyetujuinya," ujarnya.

Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)
Terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra menjadi saksi untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). (Antara/Desca Lidya Natalia)

Hanya saja, Djoko Tjandra dalam nota pembelaannya mengklaim tak mengetahui peruntukan uang tersebut. Hingga akhirnya, namanya terseret dalam kasus dugaan suap yang melibatkan Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

"Saya tidak tahu untuk apa saja Tommy Sumardi menggunakan fee yang saya bayarkan tersebut. Itu jadi urusan dan tanggung jawab Tommy Sumardi. Kewajiban saya hanya membayar biaya sebesar Rp10 miliar yang kami sepakatin," kata Djoko Tjandra.

Baca Juga:

Djoko Tjandra Ngaku Sempat Diajak Rahmat Bertemu Ma'ruf Amin

Dalam rangkaian perkara suap red notice Irjen Napoleon Bonaparte divonis bersalah menerima suap sebesar 200 ribu dolar Singapura dan 370 ribu dolar Amerika Serikat (AS). Sehingga, majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana 4 tahun penjara. Hanua saja, dia mengajukan banding atas putusan tersebut.

Sedangkan, Brigjen Prasetijo Utomo divonis pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan. Sebab, dia terbukti menerima uang sebesar 100 ribu dolar AS. Jenderal bintang satu ini pun menerima putusan itu dan memilih tak mengajukan banding. Kedua jenderal polisi itu menerima uang dari Djoko Tjandra. Tapi pemberian uang itu melalui pengusaha Tommy Sumardi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan
Indonesia
Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan

"Karena ia telah memberi contoh yang tidak baik dan merusak pondasi kebangsaan yang berdemokrasi serta persatuan bangsa," tutup Gurun.

Selama Libur Paskah Lalu Lintas Tol Cipali Naik 23 Persen
Indonesia
Selama Libur Paskah Lalu Lintas Tol Cipali Naik 23 Persen

Kakorlantas menyebut arus balik masih akan terjadi hingga Senin (5/4) dini hari nanti. Oleh karena itu, guna memperlancar arus lalu lintas, pihaknya memberlakukan "contraflow" di KM 65 sampai KM 47 menuju Jakarta.

Hipmi Yakin UU Cipta Kerja Solusi Atasi Bonus Demografi
Indonesia
Hipmi Yakin UU Cipta Kerja Solusi Atasi Bonus Demografi

Negara membutuhkan investasi sektor swasta yang cukup besar untuk menciptakan lapangan kerja.

Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI
Indonesia
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI

"Kami meminta agar lapak yang nanti ada itu menjadi lapak yang layak untuk di tempati para pedagang," urainya.

[HOAKS atau FAKTA]: Seorang Pria Bakar Mobilnya Karena Buatan Prancis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seorang Pria Bakar Mobilnya Karena Buatan Prancis

Klaim adanya pemuda yang membakar mobil miliknya karena mobil tersebut ‘Made in Perancis’ adalah klaim yang keliru.

Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten
Indonesia
Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 14 Tahun 2021 pada 9 Februari 2021.

Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19
Indonesia
Imbas Libur Natal-Tahun Baru, 55 RW di Jakarta Masuk Zona Rawan COVID-19

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut ada tren kenaikan kasus aktif COVID-19 imbas dari libur panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Masyarakat Diminta Tak Resah dengan Ledakan yang Mengguncang Kawasan Menteng
Indonesia
Masyarakat Diminta Tak Resah dengan Ledakan yang Mengguncang Kawasan Menteng

Hasil pemeriksaan Labfor Polri masih ditunggu guna memastikan kejadian tersebut.

Kejagung Usut Dugaan Dana Hasil Korupsi ASABRI Mengalir ke Jual Beli Bitcoin
Indonesia
Kejagung Usut Dugaan Dana Hasil Korupsi ASABRI Mengalir ke Jual Beli Bitcoin

Kejagung memeriksa Direktur PT Indodax Nasional Indonesia untuk menelusuri dugaan aliran dana korupsi PT Asabri mengalir ke perusahaan jual beli bitcoin tersebut.

Bank DKI Klaim Beri Relaksasi Debitur Terdampak Corona
Indonesia
Bank DKI Klaim Beri Relaksasi Debitur Terdampak Corona

Telaksasi yang diberikan kepada debitur di antaranya kredit mikro, kecil, dan konsumer.