Djoko Tjandra 'Tepuk Tangan' Lihat Kegaduhan Penegak Hukum Dokumentasi - Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra bersiap meninggalkan ruang sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). (ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.)

Merahputih.com - Buronan kasus korupsi Djoko Tjandra dinilai tengah mendapat 'untung' dibalik kegaduhan di kalangan penegak hukum soal pelarian dirinya

Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan kericuhan akibat dialektika kepentingan di antara petinggi negeri terkait kaburnya Djoko Tjandra hanya akan menguntungkan sang buronan itu sendiri.

"Yang bertepuk tangan atas kejadian seperti ini adalah Djoko Tjandra sendiri kalau begitu," kata Emrus kepada wartawan, Senin (20/7).

Baca Juga:

DKI Jakarta Rajai Penambahan Kasus Per 18 Juli

Emrus mengatakan yang sedang terjadi adalah sebenarnya dialektika politik yang merupakan hal biasa dalam suatu lembaga politik. Dan pelakunya berbuat demikian sesuai kepentingan politik individu, organisasi politiknya, atau lembaga lainnya.

"Tidak menerbitkan surat itu, atau menerbitkannya, merupakan pesan komunikasi politik. Sebagai pesan, mereka pasti menyampaikan sesuai posisi politik mereka. Kita melihat mereka berada dalam sebuah dorongan kepentingan politiknya," urai Emrus.

Berbagai pihak di DPR sebaiknya adu fakta dan bukti, bukan sekadar beradu diksi alias pilihan kata. Karena hal itu tidak akan ada akhirnya. Yang ada cenderung hanya pada nuansa politik berbasis kepentingan. Hal ini pun berpeluang memanipulasi persepsi masyarakat.

Surat rekomendasi kesehatan
Surat rekomendasi kesehatan. (Foto: Kanugrahana)

Yang jelas, dalam perspektif rasa adil bagi masyarakat, kini publik menunggu bagaimana kejelasan soal kaburnya Djoko Tjandra. Polri sudah menunjukkan sikap tegas dan berani dengan mencopot tiga jenderal.

Sementara DPR memang harus mengawal proses hukum ini supaya berjalan adil dan terbuka.

"Pastikan ini open to public, sidang terbuka. Karena perilaku kaburnya ini memang masuk ke kategori tidak menghargai nilai-nilai hukum di Indonesia," tegas Emrus.

Baca Juga:

Kalah Berebut Rekomendasi PDIP dari Gibran, Purnomo Pilih Berhenti Berpolitik

Dan kembali, yang paling utama menurut Emrus, bahwa para petinggi DPR itu mengendurkan urat marah dan justru bersama-sama menjadi negarawan yang memenuhi rasa keadilan publik.

"Saya kembali katakan, mari satukan langkah derap langkah kita, jangan ada di antara kita berbeda sehingga menguntungkan Djoko Tjandra," pungkasnya. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH