Djoko Tjandra 'Palsu' Datangi Pusdokkes Polri untuk Rapid Tes COVID-19 Terdakwa dalam kasus Bank Bali, Djoko S. Tjandra bersiap meninggalkan ruang sidang Pengadilan negeri Jakarta Selatan, Senin (28/2/2000). ANTARA FOTO/Str/Irham/aa.

Merahputih.com - Polri menyatakan buronan kasus cessie (pemindahan hak piutang) Bank Bali, Djoko Tjandra bukanlah orang yang datang untuk meminta penerbitan surat bebas COVID-19. Namun, yang datang ke Kantor Bareskrim Polri adalah sosok lain yang mengklaim sebagai Djoko Tjandra.

"Enggak. Yang datang itu bukan Djoko Tjandra, tapi mengaku Djoko Tjandra," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jumat (17/7).

Baca Juga

Kapolri Tak Pandang Bulu Sikat Anak Buahnya yang Terlibat Kasus Djoko Tjandra

Hal ini diketahui berdasar hasil keterangan dokter yang melakukan pemeriksaan. Awi masih belum bisa bicara lebih jauh soal surat dokter yang diduga untuk Djoko Tjandra pun soal pihak-pihak yang diduga terlibat karena masih melakukan serangkaian proses pemeriksaan.

"Tentunya yang meminta keterangan langsung dateng ke pelayanan kedokteran, dateng langsung. Enggak, yang datang itu bukan Djoko Tjandra , tapi mengaku Djoko Tjandra. Ya, menurut keterangan dokter bahwasanya yang datang, dengan yang di televisi beda. Kembali lagi ini masih proses," ucap Awi.

Surat Rekomendasi
Dugaan Surat Rekomendasi Polisi. (Foto: Kanugraha)

Diketahui, Djoko Tjandra mendaftar PK atas kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Sidang pertamanya dilangsungkan pada Senin, 29 Juni 2020. Namun, Djoko tidak hadir dalam sidang perdananya karena alasan sedang sakit.

Djoko merupakan terdakwa kasus pengalihan hak yang mengakibatkan terjadinya pergantian kreditur (cessie) Bank Bali senilai Rp904 miliar yang ditangani Kejaksaan Agung.

Kejaksaan pernah menahan Djoko Tjandra pada 29 September 1999 hingga Agustus 2000. Namun, hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan ia bebas dari tuntutan karena perbuatannya bukan pidana melainkan perdata.

Baca Juga

Satuan Kesehatan Keluarkan Rekomendasi Kesehatan Djoko Tjandra, Ini Kata Polisi

Kejaksaan mengajukan PK terhadap kasus Djoko ke Mahkamah Agung pada Oktober 2008. Majelis hakim memvonis Djoko Tjandra dua tahun penjara dan harus membayar Rp15 juta. Uang milik Joko di Bank Bali Rp546,166 miliar pun dirampas negara.

Dia juga sempat dikabarkan berada di Papua Nugini pada 2009. Lalu dalam beberapa waktu lalu, dikabarkan sudah di Indonesia hampir tiga bulan lamanya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol
Indonesia
Jasa Marga Bantu Lakukan Penyekatan Pemudik di Jalan Tol

Kementerian Perhubungan bakal menerbitkan surat edaran

Jangan Sampai Pilkada Jadi Bencana
Indonesia
Jangan Sampai Pilkada Jadi Bencana

Hadar Nafis Gumay mengingatkan, apabila Pilkada tetap dihelat di saat pandemi, maka akan menjadi bencana bagi masyarakat.

Jokowi Tunda Peresmian Tol Manado-Bitung
Indonesia
Jokowi Tunda Peresmian Tol Manado-Bitung

Jalan Tol Mabit dibangun dalam dua seksi, yaitu Ring Road Manado-Sukur-Airmadidi hingga Kauditan (21 Km) dikerjakan oleh Kementerian PUPR dan untuk Seksi 2 Airmadidi - Bitung (25 Km), dikerjakan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Manado Bitung.

Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah
Indonesia
Sembuh dari COVID-19, Wagub DKI: Alhamdulillah

"Alhamdulillahi rabbil alamin, saya telah dinyatakan negatif COVlD-19," ujar Riza

New Normal di Kota Solo, Mal Masih Abaikan Protokol Kesehatan
Indonesia
New Normal di Kota Solo, Mal Masih Abaikan Protokol Kesehatan

Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo melakukan inspekai mendadak (sidak) di Solo Paragon Mal, Senin (15/6).

Romahurmuziy Cuma Dibui 1 Tahun, ICW Bandingkan Korupsi Kades Saja 4 Tahun
Indonesia
Romahurmuziy Cuma Dibui 1 Tahun, ICW Bandingkan Korupsi Kades Saja 4 Tahun

Kades di Bekasi divonis 4 tahun penjara denda Rp30 juta.

Jokowi dan Kanselir Jerman Buka Ajang Hannover Messe 2021
Indonesia
Jokowi dan Kanselir Jerman Buka Ajang Hannover Messe 2021

Partisipasi Indonesia tersebut juga sejalan dengan inisiatif strategis peta jalan industri nasional "Making Indonesia 4.0" yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018 lalu.

DPD Demokrat Sumut Datangi Lokasi Kongres Bukan Sebagai peserta, Tapi untuk Bubarkan KLB
Indonesia
DPD Demokrat Sumut Datangi Lokasi Kongres Bukan Sebagai peserta, Tapi untuk Bubarkan KLB

Partai belambang mercy di Sumut tersebut menganggap bahwa pelaksanaan KLB ilegal

Pulihkan UMKM Jakarta, Bank DKI Kucurkan Dana PEN
Indonesia
Pulihkan UMKM Jakarta, Bank DKI Kucurkan Dana PEN

Bank DKI juga melakukan relaksasi perizinan usaha mikro dan kecil

Kampus USU Tutup Setelah Sejumlah Dosen Positif COVID-19
Indonesia
Kampus USU Tutup Setelah Sejumlah Dosen Positif COVID-19

Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan melakukan penutupan (lockdown) dari seluruh kegiatan.