Djoko Santoso Nilai Hasil Quick Count Lembaga Survei Tidak Akurat Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso (MP/Ponco)

MerahPutih.Com - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso memastikan pihaknya tidak berpegang pada hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga menunjukkan keunggulan pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

"Perhitungan cepat yang dilakukan dengan metode sampling 0,2 sampai dengan 0,4 persen dari seluruh total 810 ribu TPS Indonesia, bukanlah hasil resmi yang dapat menentukan pemenang Pemilihan Presiden 2019," kata Djoksan dalam pernyataan tertulis, Kamis, (18/4).

Hal ini mengacu hasil quick count Pilkada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Seluruhnya tidak akurat dan memiliki tingkat kesalahan yang sangat besar," imbuh Djoksan.

Menurut Djoksan, ketidaksesuaian informasi seperti ini dapat mengakibatkan keresahan dan demoralisasi Satgas dan relawan BPN Prabowo-Sandi yang secara sukarela masih terus menjalankan fungsinya dalam mengawasi dan mengamankan suara.

Ketua BPN Djoksan
Ketua BPN Djoksan saat memberikan keterangan kepada awak media (MP/Ismail)

Djoksan mengingatkan, penghitungan suara manual berjenjang yang dilakukan oleh KPU mulai dari TPS, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional masih berlangsung.

"BPN Prabowo Sandi sedang melakuKan penghitungan suara berbasis form C1, dengan hasil yang menunjukkan kemenangan Prabowo-Sandi," terangnya.

Didasari itulah BPN Prabowo-Sandi mengimbau kepada seluruh komponen BPN PS, BPD, Sekber Provinsi, Sekber Satgas, saksi dan relawan tetap semangat.

"Terus jalankan fungsi pengawasan serta pengamanan perolehan suara pasangan calon Prabowo-Sandi, untuk mengawal kemenangan hingga selesai," ujarnya.

Djoksan juga meminta, seluruh berita atau informasi penghitungan suara yang bukan berasal dari KPU dan BPN Prabowo-Sandi agar diabaikan.

"Segera melaporkan kecurangan-kecurangan dan indikasi kecurangan yang terjadi di tiap tingkatan kepada BP provinsi, BP daerah, Sekber Satgas Provinsi, Kabupaten/Kota dan direktorat satgas BPN PS," pungkasnya.

Khusus kepada seluruh saksi yang bertugas di TPS, Djoksan berpesan, untuk mengumpulkan salinan form C1 dan mendokumentasikannya melalui foto dan video.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo