Divonis Senat Bebas, Donald Trump Jadi Presiden AS Ketiga Lolos dari Pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melihat ke arah fotografer di Gedung Putih, Washington (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria)

MerahPutih.com - Senat Amerika Serikat (AS) membebaskan Presiden Donald Trump dari dakwaan pemakzulan. Orang nomor satu AS itu diselamatkan sesama Republikan yang bersatu melindunginya selama sembilan bulan hingga pilpres mendatang.

Pemimpin berusia 73 tahun itu, menjadi presiden ketiga yang selamat dalam persidangan pemakzulan dalam sejarah AS. Trump kini memasuki musim pemilihan, dan berjanji untuk lebih mempolarisasi negara.

Baca juga:

Trump Anggap Upaya Pemakzulan Sebagai 'Kudeta Bunuh Diri' Demokrat

Trump dibebaskan dari dua pasal pemakzulan yang disepakati oleh DPR, yang dimotori Fraksi Demokrat, pada 18 Desember. Dikutip Antara, Kamis (6/2), suara untuk menyatakan Trump bersalah jauh dari dua pertiga mayoritas yang diperlukan dalam Senat untuk memecatnya berdasarkan Undang-Undang AS.

Senat memberi suara 52-48 untuk membebaskan Trump dari dakwaan penyalahgunaan kekuasaan terkait pemintaan Trump agar Ukraina memata-matai musuh politiknya Joe Biden, pesaing dari Partai Demokrat pada pilpres 3 November. Senator Republikan Mitt Romney bergabung dengan Demokrat dalam pemungutan suara untuk menghukum Trump. Tak ada suara dari Demokrat untuk membebaskan Trump.

donald trump sidang pemakzulan
Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts mengambil sumpah para senator saat permulaan prosedur sidang pemakzulan Senat terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terlihat dalam sebuah gambar video di Ruang Senat di US Capitol, Washington, Amerika Serikat, Kamis (16/1/2020). REUTERS/U.S. Senate TV/Handout via Reuters/ama/cfo

Senat kemudian memberi suara 53-47 untuk melepaskan Trump dari dakwaan menghalangi Kongres, dengan menolak saksi dan dokumen oleh DPR. Romney bergabung dengan senator Republik lainnya dalam pemungutan suara untuk melepaskan tuduhan obstruksi. Tak ada senator Demokrat yang memilih melepaskan Trump.

Masing-masing dari dua dakwaan, para senator berdiri di mejanya sendiri untuk memberikan suara satu per satu, dengan dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Jogn Roberts.

Baca juga:

229 Anggota DPR AS Sepakat Makzulkan Donald Trump

Usai pemungutan suara, di Twitter presiden mengunggah video yang menunjukkan sinyal kampanye Trump untuk pemilihan mendatang dan seterusnya diakhiri dengan "Trump 4EVA". Konstitusi AS membatasi seorang presiden jabatan dua periode.

Trump menuturkan dirinya akan menyampaikan pernyataan publik pada Kamis siang waktu setempat sambil mengklaim, "Untuk membahas KEMENANGAN Negara kami dalam Pemakzulan Palsu!" (*)

Baca Juga:

Donald Trump Kesal Tuding Google Sembunyikan Berita Baik Seputar Dirinya


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH