Divonis 7 Bulan, Edy Mulyadi Dikeluarkan dari Penjara Ilustrasi penegakan hukum (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Terdakwa kasus ujaran kebencian Edy Mulyadi divonis bersalah oleh majelis Hakim akibat ucapan kontroversialnya beberapa waktu lalu.

Ia dijatuhkan vonis tujuh bulan 15 hari penjara akibat ucapannya yang menyinggung warga Kalimantan.

Dia terbukti bersalah menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Baca Juga:

Komposisi Hakim dalam Sidang Pelanggaran HAM Berat Paniai pada 21 September

Pernyataan tersebut disampaikan hakim ketua Adeng AK saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/9).

"Terdakwa Edy Mulyadi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perbuatan menyiarkan kabar yang tidak pasti atau tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut menduga kabar demikian dapat menimbulkan keonaran di masyarakat," jelas Adeng.

Edy Mulyadi dinyatakan bersalah melanggar Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Baca Juga:

Pernah Dihukum, Hakim PN Bandung Vonis Bahar Smith 6 Bulan 15 Hari Penjara

Dengan putusan ini, hakim memerintahkan Edy segera dikeluarkan dari tahanan.

"Memerintahkan terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan," ujarnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini Edy Mulyadi dituntut empat tahun penjara.

Jaksa penuntut umum meyakini Edy Mulyadi bersalah melakukan keonaran di kalangan masyarakat. (Knu)

Baca Juga:

Anies Banding soal UMP DKI, Berharap Hakim Pertimbangkan Rasa Keadilan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemendag Gagalkan Ekspor Minyak Goreng ke Timor Leste
Indonesia
Kemendag Gagalkan Ekspor Minyak Goreng ke Timor Leste

Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersinergi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dan Satgas Pangan berhasil menggagalkan ekspor minyak goreng ke Timor Leste.

AS Segera Jual Amunisi Rp 2,3 Triliun ke Ukraina
Dunia
AS Segera Jual Amunisi Rp 2,3 Triliun ke Ukraina

Pentagon tidak mengidentifikasi kontraktor utama untuk penjualan senjata itu tapi mengatakan, skema Pembiayaan Militer Asing akan digunakan untuk membayar amunisi-amunisi itu.

Beberapa Aturan Dicabut, Kemenag Kaji Ulang Biaya dan Persiapan Haji
Indonesia
Beberapa Aturan Dicabut, Kemenag Kaji Ulang Biaya dan Persiapan Haji

Mengacu pada kalender hijriah dan asumsi normal, jamaah haji pertama akan mulai berangkat pada 5 Juni.

Anggota DPR Semprot Mendag karena Minyak Goreng Langka
Indonesia
Anggota DPR Semprot Mendag karena Minyak Goreng Langka

"Yang kedua tentu kami memyampaikan salam atas nama masyarakat kami, khususnya di dapil pak terima kasih banyak karena pak menteri sudah melengkapi penderitaan rakyat, pak," kata Mufti.

Edy Mulyadi Jadi Tersangka dan Ditahan, Akun YouTube-nya Disita
Indonesia
Edy Mulyadi Jadi Tersangka dan Ditahan, Akun YouTube-nya Disita

Bareskrim Polri menetapkan Edy Mulyadi sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian. Dia menyindir pemindahan ibu kota negara (IKN).

Balita Meninggal Dunia akibat Terjatuh dari Lantai 11 Rusunawa Cakung
Indonesia
Balita Meninggal Dunia akibat Terjatuh dari Lantai 11 Rusunawa Cakung

Seorang balita berinisial FFP (5) ditemukan meninggal setelah terjatuh dari lantai 11 rusunawa tersebut.

Terlibat Lakalantas di Jakarta, Anak Gubernur Kaltara Meninggal Dunia
Indonesia
Terlibat Lakalantas di Jakarta, Anak Gubernur Kaltara Meninggal Dunia

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang tengah dirundung duka setelah putra pertamanya, AKP Novandi Arya Kharizma, meninggal dunia.

Cak Imin Sebut Jokowi Sukses Atasi Keadaan Sulit Bangsa
Indonesia
Cak Imin Sebut Jokowi Sukses Atasi Keadaan Sulit Bangsa

Indonesia berhasil lolos dari masa-masa sulit akibat pandemi COVÌD-19 berkepanjangan dan krisis perekonomian global buntut konflik geopolitik Rusia dan Ukraina.

Sebelum Daftar, Kader Golkar, PPP dan PAN Kumpul di Bundaran HI
Indonesia
Sebelum Daftar, Kader Golkar, PPP dan PAN Kumpul di Bundaran HI

Setelah berkumpul di Bundaran HI, rombongan direncanakan berjalan bersama ke kantor KPU di kawasan Menteng, Jakarta.

KPK Ungkap Ada Dugaan Bagi-Bagi Kavling di Lahan IKN Nusantara
Indonesia
KPK Ungkap Ada Dugaan Bagi-Bagi Kavling di Lahan IKN Nusantara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan adanya bagi-bagi kavling di lahan IKN Nusantara.