Divonis 5 Tahun Bui, Edhy Prabowo Ajukan Banding Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengikuti sidang vonis melalui "video conference" pada Kamis (15/7/2021). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengajukan banding atas vonis 5 tahun pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Kuasa hukum Edhy Prabowo, Soesilo Aribowo mengatakan, permohonan banding mantan elite Partai Gerindra tersebut diajukan pada Kamis (22/7).

"Banding, kemarin," kata Soesilo saat dikonfirmasi awak media, Jumat (23/7).

Baca Juga:

Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun, KPK: Memenuhi Analisis Yuridis JPU

Soesilo menjelaskan alasan kliennya mengajukan banding.

Soesilo menyebut, seharusnya hukuman terhadap Edhy Prabowo lebih pas jika dikenakan pasal 11 UU Tipikor.

"Kalau dipaksakan kasus ini lebih pas ke pasal 11 (UU Tipikor)," kata Soesilo.

Ancaman pidana dalam pasal 11 disebutkan bahwa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 250 juta.

Sidang kasus suap izin ekspor benur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta , Rabu (17/3). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Sidang kasus suap izin ekspor benur di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta , Rabu (17/3). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Sementara, Edhy Prabowo diketahui divonis melanggar pasal 12 huruf a UU. Dalam pasal itu, ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp 400 juta subisider 6 bulan kurungan kepada Edhy Prabowo karena terbukti menerima suap senilai 77 ribu dolar AS dan Rp 24.625.587.250 dari pengusaha terkait ekspor benih lobster atau benur.

Baca Juga:

Edhy Prabowo Sedih Divonis 5 Tahun Penjara

Selain pidana badan, majelis hakim mewajibkan Edhy Prabowo untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 9.687.457.219 dan 77 ribu dolar AS subsider 2 tahun penjara.

Majelis hakim juga memutuskan untuk mencabut hak Edhy Prabowo untuk diplih dalam jabatan publik selama 3 tahun sejak ia selesai menjalani pidana pokoknya. (Pon)

Baca Juga:

Kasus Suap Benur, Edhy Prabowo Divonis Lima Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini 6 Wilayah Jakarta Pusat Rawan Banjir saat Musim Hujan
Indonesia
Ini 6 Wilayah Jakarta Pusat Rawan Banjir saat Musim Hujan

Terdapat enam lokasi di wilayah Jakarta Pusat rawan banjir saat musim penghujan tiba.

PPKM Darurat Diprediksi Bikin Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Merosot
Indonesia
PPKM Darurat Diprediksi Bikin Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Soetta Merosot

Sebelum PPKM darurat diterapkan, jumlah total penumpang pesawat mencapai 60 ribu-70 ribu orang

Polri Hargai Proses Hukum Anggotanya di KPK yang Tersandung Kasus Suap
Indonesia
Polri Hargai Proses Hukum Anggotanya di KPK yang Tersandung Kasus Suap

Sejauh mana dan akan dilakukan terus akan berproses, kita tunggu saja nanti

KPK Tahan Tersangka Pemberi Suap ke Eks Bupati Cirebon
Indonesia
KPK Tahan Tersangka Pemberi Suap ke Eks Bupati Cirebon

Sutikno ditahan di Rutan Gedung KPK lama untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Sutikno bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 9 Januari 2021.

Diskon Vonis Koruptor Jiwasraya, Kejagung Ajukan Kasasi
Indonesia
Diskon Vonis Koruptor Jiwasraya, Kejagung Ajukan Kasasi

Barang bukti yang tidak sesuai dengan tuntutan adanya

Vaksinasi Terus Berjalan, Menkes: Jangan Sampai Kita Lengah
Indonesia
Vaksinasi Terus Berjalan, Menkes: Jangan Sampai Kita Lengah

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menekankan agar vaksinasi COVID-19 yang tengah dijalankan oleh pemerintah jangan sampai membuat seluruh pihak kehilangan kewaspadaan.

Politisi PDIP Kritik Ketidaktegasan Pemerintah soal Kerumunan Penyambutan Rizieq Shihab
Indonesia
Politisi PDIP Kritik Ketidaktegasan Pemerintah soal Kerumunan Penyambutan Rizieq Shihab

Kritik itu juga datang dari anggota Komisi IX DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen.

Cerita Plt Ketum PSI Giring Ganesha Positif COVID-19
Indonesia
Cerita Plt Ketum PSI Giring Ganesha Positif COVID-19

Kini, bekas anggota calon legislatif (Caleg) PSI 2019-2024 ini sedang menjalankan isolasi mandiri.

[HOAKS atau FAKTA]: Tidak Pakai Masker di Singapura Ditangkap
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tidak Pakai Masker di Singapura Ditangkap

“Gak pakai masker di Singapura, ditangkap”

Pegawai Duga KPK Bersiasat Tutupi Hasil TWK
Indonesia
Pegawai Duga KPK Bersiasat Tutupi Hasil TWK

Berita Terkini, Indonesia Banget, Berita Terbaru, Berita Hari ini, Berita Terkini hari ini, Berita Online, Kabar Terkini, Info Terkini, Berita Hangat, Berita Hari ini Terbaru, Berita Nasional, Berita Internasional