Divonis 3 Tahun Enam Bulan Penjara, Azis Syamsuddin: Saya Pikir-pikir Yang Mulia Mantan Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsuddin jelang pembacaan vonis terhadap Azis di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (17/2). ANTARA/Desca Lidya Natalia

MerahPutih.com - Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mengatakan bakal mempelajari vonis 3 tahun 6 bulan penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terhadapnya.

"Dengan putusan yang telah dijatuhkan kepada saya, saya akan pikir-pikir Yang Mulia," kata Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/2).

Baca Juga

Azis Syamsuddin Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Tanggapan serupa juga diungkapkan Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK). Jaksa turut menyatakan pikir-pikir atas putusan Azis.

"Tanpa mengurangi hormat atas putusan, kami sementara menyatakan pikir-pikir," ujar jaksa.

Diketahui, hakim menyatakan Azis Syamsuddin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju serta advokat Maskur Husain sebanyak Rp 3,099 miliar dan USD36 ribu.

Suap diduga diberikan agar Robin bisa mengawal penyelidikan yang dilakukan KPK atas dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017 yang menyeret Azis dan mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado.

Baca Juga

Sidang Putusan Azis Syamsuddin Ditunda

Selain pidana badan, Azis juga dijatuhi denda sebesar Rp 250 juta subsidair empat bulan kurungan. Hakim turut menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik terhadap Azis selama empat tahun terhitung sejak dirinya selesai menjalani masa pidana pokok.

Adapun putusan Azis lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa menuntut agar Azis divonis empat tahun dua bulan. Ia juga dituntut pidana denda senilai Rp 250 juta subsidair enam bulan kurungan.

Selain itu, jaksa juga menuntut agar Azis Syamsuddin turut dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun terhitung sejak yang bersangkutan selesai menjalani pidana pokok. (Pon)

Baca Juga

KPK Yakin Azis Syamsuddin Divonis Bersalah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pakar Sebut Perhitungan Kerugian Negara oleh BPK dalam Kasus Asabri Aneh
Indonesia
Pakar Sebut Perhitungan Kerugian Negara oleh BPK dalam Kasus Asabri Aneh

Pakar Hukum Administrasi Negara Dian Puji Nugraha Simatupang menilai metode total lost untuk penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus Asabri aneh dan tidak tepat sebagaimana disoroti hakim Mulyono dalam dissenting opinionnya.

Berubah, Musda Partai Demokrat Hanya Usulkan Calon Ketua
Indonesia
Berubah, Musda Partai Demokrat Hanya Usulkan Calon Ketua

Proses musda berbeda dari sebelumnya yang melalui mekanisme suara terbanyak. Saat ini, para calon yang memenuhi persyaratan calon akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan.

Sah, Pemilu Serentak Digelar 14 Februari dan Pilkada Serentak 27 November 2024
Indonesia
Sah, Pemilu Serentak Digelar 14 Februari dan Pilkada Serentak 27 November 2024

Tiga lembaga tersebut sepakat bahwa Pemilu Serentak 2024 dilaksanakan pada 14 Februari dan Pilkada Serentak 2024 pada 27 November.

Penyelenggara Pemilu Harus Mampu Citrakan Dirinya Sebagai Figur Imparsial
Indonesia
Sanksi Hukum Bagi Pelanggar Ganjil Genap Masih Dikaji
Indonesia
Sanksi Hukum Bagi Pelanggar Ganjil Genap Masih Dikaji

"Untuk masalah tilang ini masih menjadi kajian kita. Intinya, kami bisa menggunakan tilang, kita juga lihat rambu-rambunya karena memang ganjil genap ditandai dengan rambu jalan," kata Sambodo

Operasional Pasar Induk Kramat Jati Tak Berubah Meski DKI PPKM Darurat
Indonesia
Pesan Kabareskrim untuk Polda NTB yang Jadikan Tersangka Korban Begal
Indonesia
Pesan Kabareskrim untuk Polda NTB yang Jadikan Tersangka Korban Begal

Polri buka suara terkait kasus korban begal yang ditetapkan sebagai tersangka di Nusa Tenggara Barat (NTB). Korban dinilai memiliki daya cegah dan lawan yang tinggi terhadap pelaku kejahatan.

[HOAKS atau FAKTA] Pilot Pesawat Meninggal Dunia Setelah Divaksin COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Pilot Pesawat Meninggal Dunia Setelah Divaksin COVID-19

“Pilot pesawat Delta meninggal ketika pesawat sedang terbang, setelah menerima dosis kedua vaksin sebelumnya. Dilakukan pendaratan darurat.”

LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat
Indonesia
LPSK Siap Lindungi Saksi dan Korban Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

LPSK mendukung kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini

Ketua DPD RI Minta Menteri Fokus Kerja Sesuai Bidang, Jangan Buat Gaduh
Indonesia
Ketua DPD RI Minta Menteri Fokus Kerja Sesuai Bidang, Jangan Buat Gaduh

ara menteri Kabinet Indonesia Maju diminta fokus bekerja sesuai bidangnya dan tidak mengurusi yang bukan ranah kerjanya. Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti, mengatakan, menteri yang menginvasi wilayah kerja lain, justru membuat kegaduhan yang memicu kemarahan rakyat.