Divonis 15 Tahun Penjara, John Kei Tertawa John Kei saat rekonstruksi penyerangan terhada Nus Kei, di PT Adyawinsa Group, Kelapa Gading, Jakarta Utara. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Terdakwa kasus pengancaman dan penganiyaan, John Kei divonis penjara 15 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PNJakbar), Kamis (20/5).

John Kei dinyatakan bersalah atas dua dakwaan primer yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

"John Kei telah terbukti dan sah membujuk melakukan pembunuhan berencana, membujuk secara terang-terangan dan bersama-sama lakukan kekerasan terhadap orang, yang akibatkan luka berat yang tercantum dalam dakwaan kesatu primer dan kedua primer," ujar Ketua Majelis Hakim, Yulisar dalam sidang yang digelar di PN Jakbar, Kamis (20/5).

Baca Juga

Temannya masih Buron, John Kei Bersiap Duduk di Kursi 'Panas' Pengadilan

John Kei hanya tertawa mendengar vonis tersebut. Usai putusan, John Kei akan pikir-pikir terhadap vonis hakim. JPU juga akan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.

Putusan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan JPU. Sebelumnya JPU menuntut John Kei 18 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana yang menjeratnya. John dinilai sebagai penganjur atas terbunuhnya seorang anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing alias Erwin di Duri Kosambi pada 21 Juni 2020.

John sempat mengajukan nota pembelaan atau pledoi. Ia mengaku tak bersalah dan berharap dibebaskan dari seluruh tuntutan yang dikenakan padanya.

"Saya masih berhak mendapat kebenaran dan keadilan. Saya tidak bersalah akan tuduhan pidana yang diberikan kepada saya," kata John saat itu.

Anak buah John Kei jalani rekontruksi kasus perencanaan pembunuhan Nus Kei, Senin (6/7). Foto: MP/Kanu

Hakim juga membacakan putusan untuk pengacara John Kei, yakni Daniel Far-Far. Daniel juga divonis 15 tahun penjara.

Lima orang anak buah John Kei, yakni Bukon Koko Hukubun, Yeremias Farfarhukubun, Bony Haswerus, Semuel Rahanbinan dan Henra Yanto Notonubun, juga telah ditetapkan vonisnya. Bukon Koko divonis 14 tahun penjara. Sementara, Yeremias, Bony Haswerus, Henra Yanto Notonubun, dan Semuel Rahanbinan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Daniel dan lima anak buah John lainnya, dikatakan hakim, terbukti bersalah atas Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia, serta Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Baca Juga

Ketahui Peran John Kei, Polisi: Kan Big Bos

John Kei beberapa ditangkap dan ditahan antara lain tahun 2004 karena diduga terlibat dalam pembunuhan Basri Sangaji dan tahun 2012 dalam kasus pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung (45), direktur Sanex Stell Mandiri. Dalam kasus pembunuhan Ayung , John divonis penjara 12 tahun. Dia lalu mendapat pembebasan bersyaratan tahun 2019.

Namun dia ditangkap lagi tahun 2020 dalam kasus pemunuhan Yustus Corwing alias Erwin dan perusakan rumah kerabatnya sendiri, Nus Kei. (Knu)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dalih Pimpinan KPK Tak Bisa Selamatkan Pegawai Tak Lolos TWK
Indonesia
Dalih Pimpinan KPK Tak Bisa Selamatkan Pegawai Tak Lolos TWK

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengklaim kelima pimpinan sudah berusaha memperjuangkan nasib para pegawai yang tak lolos asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).

Kebijakan Wajib PCR Bagi Pengguna Transportasi Diharap Tak Bertujuan untuk Bisnis
Indonesia
Kebijakan Wajib PCR Bagi Pengguna Transportasi Diharap Tak Bertujuan untuk Bisnis

Jika harga tes PCR Rp 300.000 saja potensinya mencapai Rp 800 milliar sampai Rp 1,6 triliun per bulan

Soal Keberadaan Harun Masiku, Polisi Belum Bisa Jawab
Indonesia
Soal Keberadaan Harun Masiku, Polisi Belum Bisa Jawab

Ketika diminta bantuan mencari Harun Masiku, Polri membantu itu

PPKM Level 4, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 3 Miliar Per Hotel
Indonesia
PPKM Level 4, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 3 Miliar Per Hotel

Ketika hotel mengharapkan tamu dari kota-kota yang biasa menyumbang okupansi seperti Jakarta, Surabaya, dan lain sebagainya, di kota-kota tersebut juga melakukan pengetatan aktivitas.

Kapasitas Hunian di RSD Wisma Atlet Hampir Terisi Penuh
Indonesia
Kapasitas Hunian di RSD Wisma Atlet Hampir Terisi Penuh

Dengan demikian, orang yang tengah dirawat sebanyak 5.812 orang dari semula 5.730 orang.

Satu Dosen Tidak Akui Lakukan Pelecehan Seksual, Unsri Belum Berikan Sanksi Tambahan
Indonesia
Satu Dosen Tidak Akui Lakukan Pelecehan Seksual, Unsri Belum Berikan Sanksi Tambahan

Untuk tersangka R, lanjutnya, masih sebatas penonaktifan sebagai dosen dan Kaprodi Managemen S1 Kampus Bukit Besar Palembang, Sumsel.

 64 Juta Dosis Disiapkan Buat Vaksinasi Anak Usia 6 - 11 Tahun
Indonesia
64 Juta Dosis Disiapkan Buat Vaksinasi Anak Usia 6 - 11 Tahun

Selain vaksinasi anak, pemerintah juga menjadwalkan vaksin dosis ketiga atau booster kepada masyarakat umum mulai 1 Januari 2022.

Dimutasi Jadi Kapolda NTT, Brigjen Setyo Budiyanto Pamit dari KPK
Indonesia
Dimutasi Jadi Kapolda NTT, Brigjen Setyo Budiyanto Pamit dari KPK

Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Setyo Budiyanto akan menempati jabatan baru sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Jokowi Bertolak ke Washington DC
Indonesia
Presiden Jokowi Bertolak ke Washington DC

Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja di Amerika Serikat (AS) pada 11-13 Mei 2022.

Isi Lengkap SE Menag Atur Pedoman Pengeras Suara di Masjid dan Musala
Indonesia
Isi Lengkap SE Menag Atur Pedoman Pengeras Suara di Masjid dan Musala

Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan SE Menag No 5 Tahun 2022 itu pada 18 Februari 2022