Kaltim Ditunjuk Jadi Ibu Kota Baru, Kualitas Pendidikannya Perlu Diperbaiki Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Foto: DPR

MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meminta Menristekdikti untuk mempertimbangkan mengubah status perguruan tinggi swasta di Kutai Kartanegara menjadi negeri.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di ibu kota baru Kalimantan Timur, khususnya di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga

Jokowi Pindahkan Ibu Kota, Budayawan Betawi: Seperti Pergerakan Tanpa Bola

"Contohnya di Kutai Kartanegara, ada Universitas Kutai Kartanegara statusnya masih swasta. Dosennya ingin dan perlu beasiswa. Mereka ini bisa kita perkuat, mungkin statusnya dijadikan negeri", lanjut Hetifah dalam keterangan persnya, Rabu (4/9).

Selain itu, Hetifah juga meminta Menristekdikti untuk menerima permohonan Universitas Mulawarman Samarinda untuk membuka Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.

"Karena ini sudah banyak lulusan dan jadi jurusan yang banyak diminati", jelaspolitisi Partai Golkar itu.

Peta Penajam Paser Utara

Di sisi lain, Hetifah meminta Kementerian Pariwisata memprioritaskan program pengembangan pariwisata untuk Kaltim. Termasuk dibukanya pendidikan vokasi pariwisata untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata di Kaltim

“Kemenpar perlu mengkaji dan mengimplementasikan program-program kepariwisataan dalam mendukung rencana ibu kota negara di Kaltim.

Menurut Hetifah, rencana pemindahan ibu kota ke Kaltim, juga perlu ada branding baru dan meningkatkan kualitas hidup di sana.

Baca Juga

Pemerintah Disarankan Gunakan APBN Pindahkan Ibu Kota

"Perlu ada sentuhan destinasi pariwisata di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Perlu ada konsep branding untuk beberapa kota misalnya di Balikpapan, Kutai Kartanegara, Samarinda, Paser dan Penajam Paser Utara", lanjut Hetifah

Ia juga mengkritik kebijakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir yang berencana membuka cabang Universitas Indonesia (UI) di Provinsi Kalimantan Timur. Menurut Hetifah, daripada membuka cabang UI, lebih baik Kemenristekdikti memperkuat perguruan tinggi lokal yang sudah ada.

“Saya menerima aspirasi dari masyarakat Kaltim yang berharap bahwa yang terpenting adalah memperkuat perguruan tinggi lokal yang sudah ada", kata Hetifah.

Baca Juga:

Trik Gubernur Kaltim Bikin 'Tuan Thakur' Gigit Jari di Proyek Pemindahan Ibu Kota

Sebelumnya, ada lima alasan kenapa wilayah Kalimantan Timur yang dipilih.
Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor. Kedua, lokasi tersebut dinilai strategis. Jika ditarik koordinat, lokasinya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Ketiga, lokasi itu berada dekat perkotaan yang sudah terlebih dahulu berkembang, yakni Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Keempat, telah memiliki infrastruktur yang relatif lengkap. Kelima, hanya di lokasi tersebutlah terdapat lahan pemerintah, yakni seluas 180.000 hektar. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH