Dituduh Persekusi Umat Islam, Pemerintah India: Itu Politisasi dan Propaganda Massa aksi menginjak poster Perdana Menteri India Narendra Modi dalam aksi unjuk rasa bela Muslim India di depan Konsulat Jenderal (Konjen) India di Medan, Senin (2/3/2020). ANTARA/Nur Aprilliana Br S

MerahPutih.com - Dubes India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menampik adanya persekusi maupun diskriminasi terhadap muslim di India. Menurut dia, jumlah umat muslim di India jumlahnya bertambah dari 35 juta ke 200 juta.

"Apakah jumlah itu tidak menjadi bukti tersendiri," ujar Pradeep Kumar Rawat di Jakarta, Sabtu (8/3).

Baca Juga:

Indonesia Diminta Hentikan Impor dengan India

Ketika dikatakan diskriminasi, lanjut dia, India pernah mempunyai tiga presiden dari kalangan muslim.

"Apakah itu bukti diskriminasi untuk kalian?" ujar Kumar Rawat.

"Saya menceritakan fakta ke teman-teman. Kita sebagai orang yang berpendidikan dan rasional, kita seharusnya bisa menerima fakta-fakta tersebut," ujar dia.

Massa Ormas Islam dan PA 212 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedubes India di Jakarta, Jumat (6/3). (Foto: MP/Kanugrahan)
Massa Ormas Islam dan PA 212 menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedubes India di Jakarta, Jumat (6/3). (Foto: MP/Kanugrahan)

Ia mengatakan, fakta tersebut adalah berupa data yang disampaikan yang bisa diketahui, dicerna dan dinilai sendiri oleh siapa pun.

"Data itu bisa kita ketahui, kita cerna, lalu kita nilai sendiri. Kenapa golongan ekstrim ini sukses? Karena mereka menyebarkan sesuatu, mengeksploitasi keadaan di sosial media. Mereka membuat berita bohong, video bohong, membuat narasi yang bisa mengeksploitasi emosi seseorang. Karena itulah mereka sukses," ungkap Kumar Rawat.

Baca Juga:

Usai Salat Jumat, Ormas Islam Kepung Kedubes India

Kelompok ekstrim membuat itu semua di sosial media. Itu adalah doktrin untuk memancing emosi, tapi mereka tidak menjelaskan faktanya apa.

"Data itu tidak bisa bohong dan kita seharusnya yang logis bisa mencerna," ujar dia.

Ratusan orang melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar (Kedubes) India, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (6/3) kemarin.

Demonstrasi yang berlangsung kondusif itu memprotes kekerasan terhadap muslim di India sebagai dampak atas pemberlakuan UU Kewarganegaraan oleh Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. (*)

Baca Juga:

Gagal Temui Perwakilan Dubes India, PA 212 Ancam Demo Lagi dengan Jumlah Besar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra
Indonesia
Pengamat: Tim Pemburu Koruptor Belum Perlu Diaktifkan Buru Djoko Tjandra

Lebih baik merancang hukuman mati bagi koruptor di atas 1 miliar dan 500 juta

Bupati Natuna Bantah Warganya Eksodus karena Takut Corona
Indonesia
Bupati Natuna Bantah Warganya Eksodus karena Takut Corona

Abdul juga menyatakan bahwa lokasi karantina dengan permukiman masyarakat berjarak sekitar 2 kilometer

KPK Gelar Swab Test Usai 7 Pegawai Positif COVID-19
Indonesia
KPK Gelar Swab Test Usai 7 Pegawai Positif COVID-19

Tes swab terhadap para pegawai lembaga antirasuah itu bakal dilakukan dalam dua tahap.

Erick Thohir Datang ke KPK Lewat Pintu Belakang
Indonesia
Erick Thohir Datang ke KPK Lewat Pintu Belakang

Erick mengaku habis bertemu dengan pimpinan KPK.

Setuju dengan Kemarahan Jokowi, MUI Nilai Menteri Kabinet Tak Miliki Sense of Crisis
Indonesia
Setuju dengan Kemarahan Jokowi, MUI Nilai Menteri Kabinet Tak Miliki Sense of Crisis

Para menteri seperti tidak memiliki kepekaan terhadap krisis sehingga apa yang dilakukan tidak benar-benar berdampak baik dan besar terhadap masyarakat luas.

Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi
Indonesia
Gibran Harus Jawab Kritik Dinasti Politik dengan Kompetensi

"Sehingga semua anggapan-anggapan negatif dengan sendirinya akan tertepiskan," papar Direktur Indopolling Network itu

Bamsoet: PSBB Berpotensi Picu Kegaduhan dan Kepanikan Massal
Indonesia
Bamsoet: PSBB Berpotensi Picu Kegaduhan dan Kepanikan Massal

"Agar penerapan PSBB tidak menimbulkan panik masyarakat setempat," kata Bamsoet

5 Sekolah Internasional Diliburkan Cegah Corona, Siswanya Diminta Belajar Online
Indonesia
5 Sekolah Internasional Diliburkan Cegah Corona, Siswanya Diminta Belajar Online

Sekolah internasional yang telah meliburkan siswanya yaitu sekolah ACG School, Mentari School Cikal, Beacon Academy, dan Taipe School

Kata Bima Arya Usai Dinyatakan Positif Virus Corona
Indonesia
Kata Bima Arya Usai Dinyatakan Positif Virus Corona

Bima mengklaim, COVID-19 ini bisa mengenai siapa saja meski banyak sembuh.