Dituding Nepotisme Benih Lobster, Edhy Prabowo Siap Diaudit Menteri Edhy Prabowo di Tambak Udang. (Foto: KKP)

Merahputih.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengaku siap diaudit atas izin ekspor benih lobster yang lagi ramai jadi perbincangan.

Edhy juga siap memaparkan proses seleksi perusahaan penerima izin ekspor yang dinilainya sudah sesuai aturan.

“Disebut ada perusahaan yang berkorelasi dengan saya, sahabat saya, yang sebenarnya saya sendiri tidak tahu kapan mereka daftarnya,” kata Edhy dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7).

Baca Juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 7 Meter

Edhy mengajak masyarakat mengawasi proses pemberian izin. Jangan melihat siapa yang mendapat izin. Sebab, perusahaan atau koperasi manapun dipersiapkan mengajukan diri sebagai eksportir benih lobster.

“Ada nama yang dikaitkan dengan saya dan langsung dinilai macam-macam. Tetapu ada puluhan perusahaan yang dapat izin. Apa karena saya menteri, teman saya tidak boleh berusaha. Yang penting kan prosesnya fair. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat,” kata Edhy.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, proses pendaftaran perusahaan eksportir benih lobster dilakukan oleh tim terdiri dari semua eselon I KKP, termasuk inspektorat yang bertugas melakukan pengawasan.

Ilustrasi Tambak Udang. (Foto: KKP)

Ia tak mencampuri sama sekali apalagi mengintervensi proses pemberian izin pendaftar eksportir benih lobster. “Ada tim yang memutuskan izin, ada dirjen dan irjen. Biasa saja kalau ada yang curiga. Saya siap diaudit, KKP juga sangat terbuka,” tegasnya.

Keputusannya diambil berdasarkan kajian ilmiah dan mengikuti semua prosedur. Alasan utamanya mengeluarkan izin lobster karena ingin menghidupkan kembali puluhan ribu nelayan penangkap benih yang kehilangan pekerjaan

Selain itu, untuk mendorong majunya budidaya lobster nasional dengan tanpa mengabaikan keberlanjutan. Sekadar informasi, pengambilan benih lobster dari alam dan izin ekspor diatur dalam Pemen KP Nomor 12 tahun 2020 yang terbit awal Mei 2020 lalu.

Baca Juga:

Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri

Dalam aturan ini, eksportir wajin membudidaya lobster dan melepasliarkan dua persen hasil panennya ke alam. Benih yang dibudidaya harus dibeli dari nelayan dengan harga minimal Rp 5.000 per ekor.

“Saya tidak peduli di-bully, yang penting berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Saya tak takut dikuliti, karena yang saya perjuangkan masyarakat kita bisa makan. Dan ini sesuai perintah Presiden,” pungkas Edhy. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Akui Pakai Narkoba Dua Bulan, Catherine Wilson Merasa Bodoh
Indonesia
Akui Pakai Narkoba Dua Bulan, Catherine Wilson Merasa Bodoh

Artis yang juga pemakai narkona Catherine Wilson menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat.

DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru
Indonesia
DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru

Sosok calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis masih misterius.

PBNU Serukan Perlawanan UU Ciptaker Lewat Jalur Konstitusi
Indonesia
PBNU Serukan Perlawanan UU Ciptaker Lewat Jalur Konstitusi

Warga NU jangan sampai terpancing pada ajakan berbagai pihak untuk melakukan tindakan inkonstitusional

Rayakan Idul Adha, Jokowi Berdoa Pandemi Corona Segera Berakhir
Indonesia
Rayakan Idul Adha, Jokowi Berdoa Pandemi Corona Segera Berakhir

"Semoga ujian pandemi ini segera berlalu," tutup Presiden Jokowi

Pelarangan Mudik Lebaran, Pemerintah Dinilai Setengah Hati
Indonesia
Pelarangan Mudik Lebaran, Pemerintah Dinilai Setengah Hati

Ribuan pemudik masih bisa lolos dari penyekatan yang dilakukan oleh petugas.

Didatangi Pejabat Negara, Gibran: Biar Solo Ramai
Indonesia
Didatangi Pejabat Negara, Gibran: Biar Solo Ramai

"Banyaknya pejabat menteri dan parpol datang ke Solo tidak apa-apa. Biar katanya ramai dan hotelnya juga ramai," kata Gibran pada MerahPutih.com, Kamis (31/3

Dede Yusuf: AHY Gagalnya Dimana?
Indonesia
Dede Yusuf: AHY Gagalnya Dimana?

Pastinya kader-kader senior yang sudah lama di Partai Demokrat sudah paham aturan

ABK KRI Nanggala-402 Bisa Hemat Oksigen
Indonesia
ABK KRI Nanggala-402 Bisa Hemat Oksigen

KRI Nanggala ini dalam keadaan siap, baik personel maupun material

Uji Coba Belajar Tatap Muka di Jakarta, Murid Masuk Cuma Lima Orang
Indonesia
Uji Coba Belajar Tatap Muka di Jakarta, Murid Masuk Cuma Lima Orang

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta masih melakukan pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka di 85 sekolah Jakarta yang telah lolos seleksi pelatihan selama dua pekan.

[HOAKS atau FAKTA] Permen Susu di Banyumas Mengandung Narkoba
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Permen Susu di Banyumas Mengandung Narkoba

Akun twitter bernama Rozzaq Iman membagikan sebuah screenshoot yang mengklaim bahwa permen susu di Banyumas mengandung narkoba jenis benzodiazepin