Dituding Gaji Pengangguran, TKN: Jokowi Justru Bantu Korban PHK Agar Bisa Kerja Presiden Jokowi saat membagikan sertipikat kepada masyarakat (Foto: Twitter @jokowi)

Merahputih.com - Calon Presiden petahana, Joko Widodo tengah jadi sorotan karena dituding menggaji pengangguran melalui program kartu pra kerja.

Menanggapi hal itu, Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menegaskan kartu pra kerja bukanlah dikeluarkan untuk menggaji pengangguran .

"Kartu pra kerja ditujukkan untuk 2 kondisi, satu untuk karyawan yang di PHK. Karyawan ini akan diberikan pelatihan di BLK (Balai Latihan Kerja) dinaikkan valuenya terhadap pekerjaan, selama proses BLK 2/3 bulan dia akan diberikan honor," ujar Arya di Jakarta, Selasa (12/3).

Kemudian, setelah di BLK dan selama mencari pekerjaan, pemerintah akan menyediakan honor bagi para orang yang tengah mencari pekerjaan selama 3 bulan sebelum mendapat pekerjaan.

Nantinya, jika sudah lebih baik, maka honornya tak diberikan lagi. Sebab, ada keyakinan akan lebih gampang mencari pekerjaan karena sudah memiliki pengalaman dan skill.

"Kedua, ini juga diberikan kepada orang yang sudah masuk ke usia kerja, yg belum bekerja, selama di BLK mereka akan diberikan honor juga selama 1 tahun. Karena belum mempunyai pengalaman maka diperkirakan selama 1 tahun mereka akan lebih lama untuk mencari pekerjaan," jelas politikus Perindo ini.

Presiden Joko Widodo (Biro Pers Setpres)

Karena negara memberikan anggaran bagi mereka, kalau mereka makin cepat mendapatkan pekerjaan, maka biaya untuk mereka akan semakin sedikit. "Nah disinilah negara ikut bertanggung jawab untuk mencarikan pekerjaan kepada mereka, peluang kerja akan dicarikan untuk mereka," papar Arya.

"Dengan adanya program ini maka pemerintah akan mempush agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan dengan cepat," jelasnya.

Tahun 2020 ditargetkan 2 juta orang yang diputus pekerjaan akan diberikan BLK ini. "Jadi bukan memberikan honor kepda pengangguran. Tapi honor yang disamping itu mereka bisa mencari kerja. Karena dia dapat uang, maka akan dipantau terus oleh negara. Bahkan pemerintah akan mengendorse dia untuk mencari pekerjaan," ungkap Arya.

"Ini diberikan untuk orang yang sudah ikut pelatihan, bukan kepada orang nganggur dikasih uang. Engga kayak gitu. Pasti (ada seleksinya), akan ada 2 juta orang yang akan dilatih nantinya. Skillnya ini akan disesuaikan dengan industri atau lapangan pekerjaan yang ada. Makanya pemerintah berani untuk memberi honor itu," jelas dia. (Knu)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH