Ditjen PAS: Pembebasan Bersyarat John Kei Terancam Dicabut Aparat kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi penggerebekan anggota kelompok John Kei di Perum Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Senin dini hari. (Foto: Pradita Kurniawan Syah).

MerahPutih.com - Direktorat Jenderal Permasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM menegaskan pembebasan bersyarat terhadap Jhon Refa alias Jhon Kei terancam dicabut jika terbukti terlibat dalam kasus penembakan di Perumahan Green Lake City, Tangerang.

Jhon Kei diberikan program bebas bersyarat keluar dari Lapas Nusakambangan pada 26 Desember 2019. Dia sebelumnya menjalani pidana di Lapas Nusakambangan terkait kasus pembunuhan pengusaha Tan Hari Tantono alias Ayung. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 723K/PID/2013, John Kei divonis 16 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana.

Baca Juga

Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, Jhon Kei Masih Diperiksa Polisi

Pria asal Maluku ini kemudian mendapat total remisi 36 bulan 30 hari dan bisa bebas pada 31 Maret 2025. Setelah memenuhi persyaratan, Jhon Kei diberikan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019.

"Kalau dia melakukan kesalahan lagi surat keputusan pembebasan bersyarat akan ditarik dan yang bersangkutan akan menjalani sisa pidananya di dalam Lapas kembali," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Senin (22/6).

Rika mengatakakan, sebelum memberikan bebas bersyarat, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada Jhon Kei agar tidak kembali melakukan kesalahan. Surat keputusan pembebasan tersebut akan ditarik dan harus kembali menjalani masa pidananya.

"Sebelum dia menjalankan pembebasan bersyarat sudah dijelaskan konsekuensinya, termasuk aturan-aturan yang harus dia ikuti," ujar Rika.

Suasana di sekitar lokasi kejadian usai penangkapan diduga kelompok John Kei di Perum Titian Indah Blok M, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020) malam. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Suasana di sekitar lokasi kejadian usai penangkapan diduga kelompok John Kei di Perum Titian Indah Blok M, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (21/6/2020) malam. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Menurut Rika, alasan memberikan bebas bersyarat kepada Jhon Kei karena telah menjalani 2/3 masa hukuman. Bahkan selama di Lapas Nusa Kambangan, Jhon Kei disebut telah berkelakuan baik.

"Pembebasan bersyarat itu dia sudah menjalankan 2/3 masa pidananya dan selama menjalani masa pidana di Lapas Permisan Nusakambangan yang bersangkutan mengikuti pembinaan dengan baik, berkelakuan baik," ungkap Rika.

Baca Juga

Temui Anak-Anak Tanpa Masker, Firli Dilaporkan ke Dewas KPK

Kendati demikian, Ditjen PAS masih menunggu hasil pemeriksaan dari aparat kepolisian terkait peristiwa penembakan di Green Lake City, Tangerang yang diduga melibatkan Jhon Kei.

"Kita menunggu hasil koordinasi, kita menunggu pembimbing pemasyarakatan yang selama ini membimbing dan mengawasi Jhon Kei sebagai klien pemasyarakatan," kata Rika. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Di Jakarta Terjadi Pelambatan Jumlah Penderita Corona
Indonesia
Di Jakarta Terjadi Pelambatan Jumlah Penderita Corona

"Khusus DKI perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat. Dan saat ini sudah mengalami flat," kata Doni Monardo.

Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja
Indonesia
Kader PDIP Solo Belot Dukung Gibran, FX Rudy: Mereka Pengurus Tidak Aktif, Biarin Saja

Katanya, orang-orang mendukung putra sulung Presiden Jokowi tersebut tidak tercantum dalam kepengurusan struktur DPC PDIP Solo.

Personel TNI-Polri Diturunkan Semprot Gereja Katedral Pakai Disinfektan
Indonesia
Personel TNI-Polri Diturunkan Semprot Gereja Katedral Pakai Disinfektan

Kegiatan ini untuk meyakinkan masyarakat untuk selalu tenang bahwa semua komponen bersatu mencegah adanya penyebaran corona

Pelaku Penikaman Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar di Palmerah Terekam CCTV
Indonesia
Pelaku Penikaman Anggota Timses Calon Wali Kota Makassar di Palmerah Terekam CCTV

Polisi mengklaim sudah mengidentifikasi pelaku penusukan seorang tim sukses salah satu pasangan calon Wali Kota Makassar.

Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas
Indonesia
Angka COVID-19 Tinggi, TNI-Polri Bubarkan Kerumunan Warga di Monas

Mereka tak mematuhi anjuran jaga jarak fisik dan berkerumun di mtengan makin tingginya ancaman COVID-19 di Jakarta.

Minta BNN Tingkatkan Kinerja. DPR: Tidak Boleh Main-Main
Indonesia
Minta BNN Tingkatkan Kinerja. DPR: Tidak Boleh Main-Main

Isu pemberantasan narkoba menjadi salah satu fokus di lembaganya

Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Penganugerahan Gelar Bintang Mahaputera di Istana
Indonesia
Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Penganugerahan Gelar Bintang Mahaputera di Istana

Heru mengatakan pihak Istana menghargai sikap Gatot

 Pilkada Serentak Ngotot Digelar Desember 2020 Sebab Peluang Petahana Menang Besar
Indonesia
Pilkada Serentak Ngotot Digelar Desember 2020 Sebab Peluang Petahana Menang Besar

"Nanti khawatir penjabat yang dipilih mengisi kekosongan kepala daerah, akan merugikan partai nonpenguasa," jelas Titi Anggraini.

PKS Klaim Muhammadiyah, NU Hingga MUI Minta Pembahasan RUU HIP Dihentikan
Indonesia
PKS Klaim Muhammadiyah, NU Hingga MUI Minta Pembahasan RUU HIP Dihentikan

Sikap tegas Fraksi PKS sejalan dengan kritisi ormas-ormas besar

PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang
Indonesia
PSBB Proporsional Bodebek Diperpanjang

Kepala daerah wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional sesuai dengan level kewaspadaan daerah.