Ditipu Rp17 Miliar, Ratusan Korban Investasi Bodong Geruduk Polres Klaten Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi menunjukkan barang bukti uang senilai Rp3 miliar dalam kasus investasi bodong di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7).(MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Ratusan korban investasi bodong dengan modus pengeringan bahan jamu mendatangi Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7). Kedatangan mereka ingin bertemu tersangka, Alfarizi (38) warga Kabupaten Sleman, Yogyakarta agar mengembalikan uang mereka.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, mengungkapkan pelaku menipu sebanyak 1.800 korban dengan iming-iming investasi pengeringan bahan jamu menggunakan PT Krishna Alam Sejahtera (KAS). Pelaku ditangkap di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa kemarin.

Baca Juga: Suap Pejabat Kejati DKI, KPK Garap Dua Terdakwa Kasus Investasi Bodong

"Awalnya kami akan mempertemukan pelaku dengan korbannya yang mengeruduk Mapolres Klaten pada Selasa siang. Namun, karena kondisinya tidak kondusif kita batalkan," ujar Aries pada MerahPutih.Com.

Ratusan investasi bodong geruduk Polres Klaten, Jawa Tengah
Ratusan korban investasi bodong dengan kerugian senilai Rp17 miliar mengeruduk Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Kamis (18/7). (MP/Ismail)

Ia pun mengimbau pada warga agar kembali ke rumahnya masing-masing karena kasus ini telah ditangani Satreskrim Polres Klaten. Semua perkembangan kasus akan disampaikan pada perwakilan warga sehingga tidak perlu datang jauh ke Mapolres Klaten.

"Masyarakat berhati-hati dengan segala macam bentuk investasi dengan iming-iming keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Kerugian dari warga Klaten senilai Rp17 miliar," kata dia.

Barang bukti yang diamankan petugas, kata dia, uang tunai senilai Rp3.380 miliar. Beberapa barang bukti diamankan diantaranya buku tabungan, identitas diri dan dokumen kendaraan. Terdapat pula sertifikat deposito palsu bernilai Rp65 miliar.

Pelaku penipuan investasi bodong ditangkap di Bogor, Jawa Barat
Pelaku penipuan investasi bodong ditangkap di Bogor, Jawa Barat (MP/Ismail)

Baca Juga: Terungkap Enam Perusahaan Bodong yang Ditemukan Satgas Waspada Investasi

Kasus ini bermula saat Alfarizi mendirikan PT Krishna Alam Sejahtera (KAS) dengan menawarkan investasi kepada masyarakat berupa pengeringan bahan jamu. Alfarizi menjanjikan untung besar pada mitra agar mau menanamkan modal.

Para mitra rata-rata mulai berinvestasi sebesar Rp8 juta hingga miliaran rupiah di perusahaan tersebut. Alfarizi kabur dengan membawa uang mitra dengan nilai miliaran rupiah.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca Juga: Cegah Kasus First Travel dan Pandawa Terulang, OJK Minta Waspadai Investasi Bodong



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH