Ditawari Bantuan Bank Dunia, Luhut Minta Rehabilitasi 600 Ribu Hektare Mangrove Dokumentasi. Kawasan hutan mangrove munjang di Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah. (babel.antaranews@com/ahmadi)

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku mendapat banyak tawaran bantuan dari Bank Dunia dalam lawatannya ke Washington DC, Amerika Serikat, awal pekan ini.

Namun, dari banyak tawaran yang ia terima, Luhut mengaku hanya meminta Bank Dunia untuk ikut membantu Indonesia dalam program rehabilitasi mangrove di 600 ribu hektare lahan dalam empat tahun ke depan.

"Bank Dunia tawarkan banyak sekali bantuan, tapi saya katakan kita cukup. Mereka bilang, 'Kami siapkan budget untuk vaksin', saya bilang kita cukup," katanya.

Baca Juga:

Dukung Penanganan Abrasi, Bank DKI Tanam 5000 Bibit Mangrove di Jakarta Utara

"Sampai mereka tanya bisa apa yang bisa dibantu, saya bilang, 'Kalian bantu kami di mangrove saja. Kami punya program 600 ribu hektare replanting program dan itu adalah the largest mangrove replanting program in the world (program penanaman kembali mangrove terbesar di dunia)," jelasnya dalam webinar yang digelar UGM di Jakarta, Selasa (17/11), dikutip Antara.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Penjaitan. ANTARA/Bernadus Tokan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Selain menunjukkan minat pada program mangrove, Luhut menyebut Bank Dunia juga ingin ikut berpartisipasi dalam program rehabilitasi terumbu karang. Namun, Luhut dengan tegas mengingatkan bahwa program-program tersebut dibuat demi masa depan generasi Indonesia.

"Jadi kami tidak sekadar hanya untuk menyenangkan kalian. Jadi kalian juga jangan mereka kami ini harus men-service (melayani) kalian ya. Yang pertama (jadi perhatian) adalah generasi yang akan datang. Saya kira message (pesan) itu very clear (sangat jelas)," katanya saat menceritakan hasil pertemuannya dengan Bank Dunia.

Baca Juga:

Ekowisata Mangrove Segera Dibangun di Pantai Kota Cirebon

Ia juga mengatakan agar dunia tak perlu menceramahi Indonesia soal masalah lingkungan seakan Indonesia dianggap sebagai negara yang tidak disiplin atau kurang memperhatikan masalah lingkungan.

"Jadi saya bilang, kalian enggak usah lecturing (menceramahi) kami mengenai masalah lingkungan. Karena saya beri contoh, tahun 2015 saya tangani kebakaran hutan itu ada 2 juta ha yang terbakar. Tapi Amerika terbakar 4 jt ha, Australia 6 jt ha, dan kalian enggak pernah ribut. Jadi diplomasi itu straight forward (tegas) tetapi dengan humble tone (nada rendah hati)," pungkas Luhut. (*)

Baca Juga:

Army Indonesia Tanam Ribuan Pohon Mangrove untuk Rayakan Ultah Jimin BTS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemudik Balik ke Jakarta Wajib Kantongi Surat Bebas COVID-19
Indonesia
Pemudik Balik ke Jakarta Wajib Kantongi Surat Bebas COVID-19

Ditlantas Polda Metro Jaya juga kembali membuka jalan layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ)

Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama
Indonesia
Ribuan Tenaga Kesehatan Jabar Tertunda Divaksin COVID-19 di Tahap Pertama

Pemerintah ingin vaksinasi cepat selesai sehingga masyarakat memiliki kekebalan. Dengan adanya herd immunity ini, maka perekonomian akan bisa kembali bergerak.

Ganjar: Dakwah Muhammadiyah Sangat Teduh
Indonesia
Ganjar: Dakwah Muhammadiyah Sangat Teduh

"Dakwah Muhammadiyah sangat teduh. Semua itu karena seluruh elemen di Muhammadiyah menempatkan diri dalam satu bejana, yakni kebangsaan dan kemanusiaan," kata Ganjar.

Sejumlah Petinggi Partai Temui Gibran Berhubungan dengan Restu Jokowi
Indonesia
Sejumlah Petinggi Partai Temui Gibran Berhubungan dengan Restu Jokowi

Sejumlah tokoh politik mendekati Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

[Hoaks atau Fakta]: Kadaluarsa 25 Maret, Vaksin Sinovac Dibuat Sebelum Pandemi
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Kadaluarsa 25 Maret, Vaksin Sinovac Dibuat Sebelum Pandemi

Vaksin CoronaVac yang memiliki masa kadaluwarsa 2 tahun dan akan berakhir 25 Maret 2021 nanti, artinya bukan vaksin dibuat 2 tahun lalu pada 25 Maret 2019.

Komnas HAM Minta Presiden dan DPR Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja
Indonesia
Komnas HAM Minta Presiden dan DPR Hentikan Pembahasan RUU Cipta Kerja

RUU Omnibus Law tersebut berpotensi mengancam penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan HAM.

Polisi Kerap Salah Tangani Kasus Intoleransi
Indonesia
Polisi Kerap Salah Tangani Kasus Intoleransi

Polri diminta tak ragu menindak kelompok-kelompok intoleran yang menyerang minoritas.

[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggota FPI Digebukin Pengunjung Warteg karena Tak Bayar Nasi Bungkus

“Laskar FPI Yang Dihajar Massa setelah Ketahuan Belum Membayar Pesanan Nasi Bungkus di Warteg JL. KS Tubun.”

Desa Digital di Tulungagung, Kentongan Diganti Panic Botton
Indonesia
Desa Digital di Tulungagung, Kentongan Diganti Panic Botton

Desa Kendalbulur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini menjadi salah satu desa digital di Indonesia