Ditanya Target Penangkapan Harun Masiku, Polri: Secepatnya! Pria yang diduga Harun Masiku berada di Bandara Soetta. Foto: Net

MerahPutih.com - Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan perburuan terhadap tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR, Harun Masiku. Meski begitu, belum ada target kapan penangkapan Harun Masiku tersebut dilakukan.

Karopenmas Polri, Brigjen Argo Yuwono menjelaskan, pihaknya tidak bisa memberikan target kapan penangkapan Harun Masiku.

Baca Juga

Harun Masiku Diduga Dibekingi Sosok 'Mastermind' Agar Tak Ditangkap

"Jadi, kami ada kasus lama, ada kasus baru juga, kami menentukan kasus pun juga tidak bisa, misalnya tanggal segini, kasusnya selesai kan tidak bisa. Artinya ada waktu hari tetap berjalan," kata Argo kepada wartawan, Kamis (6/2).

Dia menuturkan, sejauh ini, Polri masih terus melakukan upaya koordinasi dan komunikasi dengan lembaga antirasuah terkait pengejaran terduga penyuap eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan itu.

"Kami koordinasi dengan KPK, kami kan membantu, kan tentu KPK berjalan juga, jadi kalau kami temukan ya kami serahkan," jelas dia.

https://merahputih.com/post/read/wahyu-setiawan-dicecar-kpk-soal-sosok-harun-masiku-dan-hasto-kristiyanto
Karopenmas Polri, Brigjen Argo Yuwono

Tetapi, kata Argo, penangkapan terhadap mantan caleg PDIP itu akan segera dilakukan. Mengingat, surat edaran DPO Harun sudah disebar seluruh polda dan polres di Indonesia.

"Secepatnya. Karena di tingkat polres sudah diberikan instruksi untuk segera ditangkap," ujar Argo.

Dia mengaku masih belum bisa berspekulasi dan menetapkan target penangkapan Harun Masiku, karena buronan KPK itu masih belum terdeteksi keberadaannya. Namun, Argo memastikan Polri tidak akan berhenti membantu KPK menangkap Harun Masiku hingga saat ini.

Baca Juga

Kapolri Idham Azis Perintahkan Seluruh Anak Buahnya Tangkap Harun Masiku

"Kita ada kasus lama, ada kasus baru juga, dan kita tidak bisa tentukan kapan kasus itu selesai ya," katanya.

Sebelumnya, KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana suap penetapan anggota DPR pergantian antarwaktu (PAW).

Penerima suap dalam kasus tersebut adalah eks komisioner KPU Wahyu Setiwan dan Agustiani Tio. Lalu, pelaku pemberi suap adalah Harun Masiku dan Saeful.

Diketahui, Wahyu Setiawan meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI Dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP Dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Wahyu hanya menerima Rp600 juta.

Berdasarkan catatan Imigrasi, Harun telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (6/1) melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekitar pukul 11.00 WIB. Sejak saat itu, Harun disebut belum kembali lagi ke Indonesia.

Namun, berdasarkan pengakuan istri Harun, Hildawati Jamrin dan rekaman kamera pengawas di Bandara Soekarno-Hatta yang beredar, Harun telah berada di Jakarta pada Selasa (7/1).

Baca Juga

Wahyu Setiawan Dicecar KPK Soal Sosok Harun Masiku dan Hasto Kristiyanto

KPK pun sejak Senin (13/1/2020) telah mengirim surat permintaan pencegahan ke luar negeri untuk tersangka Harun ke Imigrasi dan sudah ditindaklanjuti.

Selain itu, juga dilanjutkan pula dengan permintaan bantuan penangkapan kepada Polri dan ditindaklanjuti dengan permintaan untuk memasukkan Harun dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH