Ditaksir Telan Biaya Rp 2 Miliar, Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Tuai Kritik Ilustrasi pesawat kepresidenan yang dicat ulang. Foto; Alvin Lie/@alvinlie21

MerahPutih.com - Pengamat penerbangan Alvin Lie mengkritik cat ulang pesawat Kepresidenan RI yang ditaksir menelan biaya Rp 2 miliar.

Pesawat tersebut kini telah berubah warna dari yang semula berwarna biru muda menjadi merah putih.

Alvin menjelaskan, biaya cat ulang pesawat setara jenis B737-800 berkisar antara USD 100 ribu hingga USD 150 ribu. Nilai itu setara dengan Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp 2,1 miliar.

Baca Juga:

Kasetpres Benarkan Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang

"Biaya cat ulang saya merujuk pada biaya yang umumnya berlaku untuk pengecatan ulang pesawat B737-800 penerbangan sipil," kata Alvin saat dikofirmasi awak media, Selasa (3/9).

Menurut Alvin, mengubah warna pesawat kepresidenan bukan menjadi kebutuhan yang mendesak. Pasalnya, usia pesawat tersebut baru 7 tahun dan jarang dipakai.

"Perawatan bagus, penampilan juga masih layak. Tidak ada urgensi dicat ulang atau ubah warna," ujarnya.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Widodo melambaikan tangan dari pesawat kepresidenan. (setkab.go.id)
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Widodo melambaikan tangan dari pesawat kepresidenan yang masih berwarna biru muda. (setkab.go.id)

Seharusnya, kata mantan anggota Ombudsman RI (ORI) ini, anggaran negara lebih difokuskan untuk penanggulangan pandemi COVID-19.

"Ingat, tunjangan dan insentif ASN dan anggaran berbagai lembaga dan kementerian dipangkas untuk refocusing anggaran," tutup Alvin. (Pon)

Baca Juga:

Gokil, Begini Latihan Survival Prajurit TNI dan Pramugari Pesawat Kepresidenan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perayaan Malam Natal di Katedral Jakarta Berjalan Kondusif, Umat Patuhi Protokol Kesehatan
Indonesia
Perayaan Malam Natal di Katedral Jakarta Berjalan Kondusif, Umat Patuhi Protokol Kesehatan

Perayaan misa malam Natal di Katedral Jakarta berjalan lancar dan aman.

Hukuman Djoko Tjandra 'Disunat' Gegara Pernah Tersandung Kasus, Akademisi: Aneh
Indonesia
Hukuman Djoko Tjandra 'Disunat' Gegara Pernah Tersandung Kasus, Akademisi: Aneh

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memotong vonis Djoko Tjandra dari 4,5 tahun menjadi 3,5 tahun

Putra Amien Rais Selamat dari Kecelakaan di Tol Cipali
Indonesia
Putra Amien Rais Selamat dari Kecelakaan di Tol Cipali

Ia selamat dari kecelakaan mobil di di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) kilometer 112, tepatnya di wilayah Kabupaten Subang, Minggu (18/10)

Vaksinasi Ibu Hamil Penting untuk Lindungi Bayi dari COVID-19
Indonesia
Vaksinasi Ibu Hamil Penting untuk Lindungi Bayi dari COVID-19

Vaksinasi bagi ibu hamil penting dilakukan karena mempunyai peningkatan risiko menjadi berat apabila terinfeksi COVID-19.

Satgas Madigo Raya Tembak Mati Dua Anak Buah Ali Kalora
Indonesia
Satgas Madigo Raya Tembak Mati Dua Anak Buah Ali Kalora

Baku tembak antara Satgas Madago Raya dan MIT terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara

Anies Percepat Izin Pembangunan Gedung dan Rumah
City Property
Anies Percepat Izin Pembangunan Gedung dan Rumah

Upaya ini dilakukan karena Pemprov DKI meyakini industri properti dapat mendongkrak pemulihan ekonomi di masa pandemi.

[Hoaks atau Fakta]: Uya Kuya Hipnotis Wapres Ma'ruf Amin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Uya Kuya Hipnotis Wapres Ma'ruf Amin

Foto asli yang pertama adalah foto Uya Kuya. Foto tersebut diambil dari tayangan sebuah acara televisi ketika Uya Kuya menghipnotis komedian Sule

Panduan Pelaksanaan Ibadah dari MUI Selama PPKM Darurat
Indonesia
Panduan Pelaksanaan Ibadah dari MUI Selama PPKM Darurat

MUI secara umum mendukung kebijakan yang diambil Pemerintah untuk mengendalikan penyebaran wabah COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagikan Subsidi Rp 189 Juta
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagikan Subsidi Rp 189 Juta

Beredar sebuah pesan langsung yang berisi informasi subsidi Rp 189 juta dari pemerintah melalui Pertamina.

Bongkar Baliho Rizieq, Pangdam Jaya Didukung Rakyat dan Direstui Panglima TNI
Indonesia
Bongkar Baliho Rizieq, Pangdam Jaya Didukung Rakyat dan Direstui Panglima TNI

Dudung mengaku tidak mendapat arahan khusus dari Panglima TNI