Ditahan KPK, Bekas Anggota BPK Rizal Djalil Siap Buka-bukaan Mantan anggota BPK RI Rizal Djalil (peci hitam). ANTARA/Benardy Ferdiansyah

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil pada, Kamis (3/12).

Rizal Djalil merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Rizal Djalil menegaskan siap buka-bukaan terkait kasus proyek air minum di Kementerian PUPR kepada KPK. Dia mengaku siap menjalani proses hukum di KPK hingga sampai ke pengadilan.

Baca Juga:

KPK Tahan Bekas Anggota BPK Rizal Djalil

"Untuk itu mari kita tunggu di pengadilan, saya akan buka semua dan saya siap bekerja sama dengan KPK, dan itu supaya proses dapat selesai dengan cepat," kata Rizal di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/12).

Rizal juga mengatakan bahwa kasus yang menjerat dirinya bukan sebuah takdir dan musibah. Menurutnya, kasus suap terkait proyek air minum tersebut adalah murni cobaan untuknya. Ia pun siap menjawab semua sangkaan terhadap dirinya di persidangan.

"Saya siap menjawab kalau memang dugaan yang diduga kepada saya terbukti di pengadilan. Tidak ada yang perlu disesalkan, saya mengalir saja seperti air Sungai Musi. Pasti akan sampai di muara saja. Bagi saya, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus," ujarnya.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Dalam kesempatan itu, Rizal juga berharap kasus yang menjerat dirinya tidak disangkutpautkan dengan institusi BPK. Sebab, kata dia, para auditor BPK sudah bekerja secara maksimal.

"Saya berharap kejadian ini tidak merusak BPK secara institusi. Karena bagaimana pun, para auditor BPK sudah bekerja maksimal, termasuk tim saya," kata Rizal.

Baca Juga:

KPK-BPK Diminta Audit Investigasi Pengelolaan Pulau Wisata Gili Trawangan

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan anggota BPK Rizal Djalil dan komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di Kementerian PUPR.

Dalam perkara ini, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

‎Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek jaringan distribusi utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM Kementerian PUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo. (Pon)

Baca Juga:

Dugaan Korupsi Asabri, Polisi Masih Tunggu Hasil Audit BPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPP Belum Dapat Bocoran Menteri Yang Bakal Dicopot Jokowi
Indonesia
PPP Belum Dapat Bocoran Menteri Yang Bakal Dicopot Jokowi

Perombakan kabinet yang akan dilakukan presiden kemungkinan tidak mengubah komposisi menteri usulan partai politik dan kelompok profesional.

Penyidik Bareskrim Mendadak Tunda Periksa Pentolan KAMI
Indonesia
Penyidik Bareskrim Mendadak Tunda Periksa Pentolan KAMI

Bareskrim Polri memutuskan untuk menunda memeriksa Ketua Eksekutif KAMI Ahmad Yani sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian atas tersangka Anton Permana.

7 Jalan Raya Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Sampai 30 Cm
Indonesia
7 Jalan Raya Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Sampai 30 Cm

Hujan yang menghuyur ibu kota pada hari ini, Selasa (27/10), menyebabkan 7 jalan raya terendam banjir. Genangan itu terjadi di wilayah Jakarta Timur dan Selatan.

Hampir Satu Minggu, 21 Ribu Orang Terdampak Banjir di Tanah Laut Kalsel
Indonesia
Hampir Satu Minggu, 21 Ribu Orang Terdampak Banjir di Tanah Laut Kalsel

Saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah.

Klaim Penuhi Janji Periode Pertama, Wali Kota Depok Yakin Terpilih Lagi
Indonesia
Klaim Penuhi Janji Periode Pertama, Wali Kota Depok Yakin Terpilih Lagi

Pilkada Depok bakal diikuti dua pasang yaitu Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna dan Afifah Alia yang diusung PDIP, Gerindra, PAN, PKB, PSI dan Golkar.

Masa Tanggap Darurat Gunung Semeru Diperpanjang sampai 21 Desember
Indonesia
Masa Tanggap Darurat Gunung Semeru Diperpanjang sampai 21 Desember

BPBD Lumajang, Provinsi Jawa Timur tetapkan perpanjang waktu status tanggap darurat bencana di Gunung Semeru hingga 21 Desember 2020.

(HOAKS atau FAKTA): Orang Sehat Pakai Masker Sisi Putih Bagian Luar
Indonesia
(HOAKS atau FAKTA): Orang Sehat Pakai Masker Sisi Putih Bagian Luar

Selain menggunakan masker, WHO menyarankan, untuk menangkal diri dari COVID-19, harus melakukan pembatasan jarak minimal satu meter dan rajin mencuci tangan.

Amankan Puluhan Pelajar Subuh Tadi, Polisi: Daripada Jadi Provokator
Indonesia
Amankan Puluhan Pelajar Subuh Tadi, Polisi: Daripada Jadi Provokator

Polisi juga menemukan pesan berantai terkait ajakan aksi unjuk rasa

11 Prajurit Yonif 400/BR Gugur di Papua, Ada yang Meninggal karena Rem Blong
Indonesia
11 Prajurit Yonif 400/BR Gugur di Papua, Ada yang Meninggal karena Rem Blong

49 kasus penembakan dan penganiayaan yang terjadi di wilayah Polres Nduga, Intan Jaya, Paniai, Puncak Jaya, Keerom dan Polres Pegunungan Bintang

PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi
Indonesia
PKS Minta Anies Tetap Berkomitmen Tolak Reklamasi

PKS juga mendesak Anies untuk berani menolak pihak lain yang mau membuat reklamasi baru di wilayah Teluk Jakarta.