Distribusi dan Vaksinasi COVID-19 Butuh Waktu Lama Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)

MerahPutih.com - Distribusi vaksin COVID-19 kepada masyarakat yang ditargetkan pemerintah mulai awal tahun depan akan membutuhkan waktu lama.

Paling tidak, untuk pendistribusian kepada 25 juta penduduk Indonesia yang akan dilakukan selama satu tahun saja, berarti terdapat vaksinasi sebanyak 68 ribu per hari.

“Saya membaca katanya 170 sampai 180 juta (vaksin). Diambil angka dari Pak Menko (Airlangga) yang datang ke 25 juta,” kata Ekonom Senior dan juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri.

Baca Juga:

Satgas Kaji Sasaran Prioritas Penerima Vaksin COVID-19

Chatib mempertanyakan, persiapan dan jumlah tenaga untuk menyuntik dan mendistribusikan vaksin pada orang 68 ribu setiap hari atau sepanjang tahun dengan tidak dipotong libur Lebaran dan libur Natal.

“Artinya kita butuh resources. Kalau toh kita mampu, masih dibutuhkan waktu setahun penuh untuk bisa vaksinnya didistribusikan,” ujarnya dikutip Kantor Berita Antara.

Chatib menyatakan, pendistribusian vaksin yang lama berdampak pada pemulihan ekonomi mengingat selama vaksin belum didistribusikan maka protokol kesehatan ketat tetap harus diterapkan.

Ia menuturkan, protokol kesehatan tersebut berimplikasi pada adanya berbagai kebijakan untuk menekan laju kasus seperti pembatasan penerbangan dan pengunjung restoran atau pusat perbelanjaan.

Ilustrasi COVID
Ilustrasi COVID-19. (Foto: Antara).

“Apa implikasi dari protokol kesehatan? Berarti maksimum tempat 50 persen dan pesawat ada batas,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya skala ekonomi yang hanya bisa beroperasi 50 persen maka dunia usaha tidak bisa bergerak agresif dan melakukan ekspansi sehingga mempengaruhi investasi.

“2021 kita belum terlalu bisa mengharapkan private investment itu akan kick in. Ini kenapa fiskal itu harus ekspansif,” tegasnya.

Pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020 terkait pengadaan vaksin COVID-19 yang diperkirakan sebanyak 160 juta vaksin yang kegiatan vaksinasinya dilakukan bertahap hingga 2022. Pemerintah sebelumnya menganggarkan pembayaran uang muka untuk pengadaan vaksin itu sebesar Rp3,7 triliun untuk tahun 2020.

Pemerintah telah memesan sebanyak 50 juta vaksin COVID-19 tahap pertama dari 100 juta komitmen yang diproduksi oleh Aztra Zeneca dari Inggris. Selain itu, dalam sisa tahun ini akan tersedia vaksin sebanyak 30 juta yang berasal dari empat perusahaan Cansino, Sinovac, Sinopharm dan Aztra Seneca serta pengadaan vaksin lainnya juga akan dipasok oleh Bio Farma.

Baca Juga:

Erick Janjikan Februari 2021 Gelar Vaksinasi COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPRD DKI: TPU Tegal Alur Bisa Tampung Jenazah COVID-19
Indonesia
DPRD DKI: TPU Tegal Alur Bisa Tampung Jenazah COVID-19

"Tapi kan Pondok Rangon gak bilang Tegal Alur. Makanya saya bilang masih ada di Tegal Alur, gak usah khawatir," ujar Syarif

NasDem Puji Kehati-hatian Jokowi Sikapi Anak-Anak Eks WNI Kombatan ISIS
Indonesia
NasDem Puji Kehati-hatian Jokowi Sikapi Anak-Anak Eks WNI Kombatan ISIS

Kasus tersebut harus berangkat dari titik tolaknya yang jelas

Perantau di Jabar Bisa Peroleh Bantuan Sosial, Ini Syaratnya
Indonesia
Perantau di Jabar Bisa Peroleh Bantuan Sosial, Ini Syaratnya

Jabar sudah menyalurkan lebih dari 900.000 paket bansos provinsi bagi warga terdampak COVID-19.

[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Mengunyah Daun Sirih Bikin Sembuh Dari COVID-19

Dalam pembuatan antiseptik dari daun sirih juga perlu memerhatikan ukuran, dosis dan konsentrasi secara tepat, sehingga tidak menimbulkan resistensi.

 Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien
Indonesia
Obat untuk Pasien Corona Penuhi Kebutuhan untuk 60 Ribu Pasien

“Nah ini juga sudah kita siapkan, stoknya ada untuk yang sakit,” kata Erick

Wamenag Sebut Gus Sholah Jembatan Semua Golongan
Indonesia
Wamenag Sebut Gus Sholah Jembatan Semua Golongan

Bangsa Indonesia kehilangan Gus Sholah

Ini Alasan Polri "Bela" Pelaku Terduga Penyerangan Novel
Indonesia
Ini Alasan Polri "Bela" Pelaku Terduga Penyerangan Novel

Argo menyarankan kubu Novel menyampaikan keberatan itu di persidangan.

Anies Keringkan Waduk-Waduk di Jakarta
Indonesia
Anies Keringkan Waduk-Waduk di Jakarta

Anies Baswedan membenarkan pihaknya tengah mengeringkan waduk-waduk yang ada di ibu kota dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan.

Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung MPR/DPR dengan Karangan Bunga
Indonesia
Nasabah Gagal Bayar PT MPIP Banjiri Gedung MPR/DPR dengan Karangan Bunga

Polda Metro Jaya menyatakan sudah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut

Fahira Idris Sebut Pansus Banjir Terlihat Kontraproduktif Jika Dipolitisir
Indonesia
Fahira Idris Sebut Pansus Banjir Terlihat Kontraproduktif Jika Dipolitisir

jika arahnya ke politis atau mencari-cari kesalahan Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pansus akan jadi kontraproduktif.