Dispendukcapil Surabaya Resmi Catat Pernikahan Pasangan Beda Agama Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji. ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya

MerahPutih.com - Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya resmi mencatat pernikahan beda agama yang dilakukan pasangan suami istri pada 9 Juni lalu.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan pencatatan akta perkawinan ini berlandaskan Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Baca Juga

Pernikahan Anak Usia Sekolah di Kota Solo Melonjak

"Ketika ada permohonan akta perkawinan non-Muslim yang seagama ke Dispendukcapil, maka langsung bisa diproses. Akan tetapi untuk permohonannya beda agama, kata dia, maka mengikuti aturan UU, yakni membutuhkan syarat penetapan pengadilan," ucap Agus, kepada wartawan di Surabaya, Rabu (22/6).

Ia menuturkan, Pasal 35 huruf a UU No 23 Tahun 2006 disebutkan, pencatatan akta perkawinan dapat dilakukan apabila ada penetapan dari pengadilan. Artinya, akta perkawinan itu dikeluarkan Dispendukcapil karena pihak pemohon sudah melengkapi dengan adanya putusan dari pengadilan.

"Karena permohonan akta perkawinan pasutri beda agama sudah mencukupi ketentuan persyaratan yang berlaku di undang-undang maka permohonan itu kami proses," tegasnya dikutip Antara

Baca Juga

Gibran Ungkap Alasan Kahiyang Ayu-Bobby Tidak Hadir di Pernikahan Adik Jokowi

Agus menyebut menerbitkan akta perkawinan sudah menjadi tugas dan kewajiban Dispendukcapil. Termasuk apabila pengajuan akta perkawinan beda agama itu sudah ada keputusan atau penetapan hakim di pengadilan.

"Sehingga kami melaksanakan perintah putusan pengadilan dan kami terbitkan (akta perkawinan) tanggal 9 Juni tahun 2022," kata dia.

Agus menegaskan bahwa yang mengesahkan perkawinan agama bukanlah Dispendukcapil. Termasuk pula terkait dengan pengesahan perkawinan beda agama. Jadi, Dispendukcapil hanya bertugas mencatatkan dan mengeluarkan akta perkawinan.

Kasus ini bermula ketika ZA, pengantin pria beragama Islam, bersama calon pengantin wanitanya, EDS yang beragama Kristen, mengajukan akta perkawinan ke Dispendukcapil Surabaya. Akan tetapi karena syarat pengajuan akta perkawinan mereka kurang sehingga permohonan itu ditolak.

Keduanya lantas mengajukan permohonan pernikahan beda agama ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 13 April 2022. Permohonan itu kemudian dikabulkan pada 26 April 2022 dan tercantum pada penetapan Nomor 916/Pdt.P/2022/PN Sby. (*)

Baca Juga

Jokowi Hadiri Pernikahan Anak Guru Ngajinya Gus Karim di Sukoharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BPOM Periksa Nasi Boks PSI Sebabkan 35 Orang Keracunan
Indonesia
BPOM Periksa Nasi Boks PSI Sebabkan 35 Orang Keracunan

BPOM turun tangan dengan memeriksa sampel nasi boks pemberian Partai Solidaritas Indonesia yang menyebabkan puluhan warga di Kampung Beting, Koja, Jakarta Utara keracunan.

Gempa di Halmahera Memiliki Mekanisme Pergerakan Kombinasi
Indonesia
Gempa di Halmahera Memiliki Mekanisme Pergerakan Kombinasi

Sejarah mencatat di wilayah ini pernah terjadi beberapa gempa kuat dan memicu tsunami seperti yang pernah terjadi pada tahun 1608, 1845, 1852, 1857, 1889, 1907, dan 1939.

KAI Divre III Palembang Mulai Siapkan Angkutan Lebaran
Indonesia
KAI Divre III Palembang Mulai Siapkan Angkutan Lebaran

Kepala Bagian Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, pihaknya menyediakan tempat duduk sebanyak 1.590 pada keberangkatan weekday dan 2.374 tempat duduk pada akhir pekan.

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 1.390
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Bertambah 1.390

Selain itu, dilaporkan kasus yang sembuh dari COVID-19 pada hari ini tercatat 3.771 orang

Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang
Indonesia
Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang

140.174 orang terdaftar dan 135.584 pasien keluar dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet selama kurun waktu 23 Maret hingga 31 Januari 2022

Airlangga: Minimal Capres Kita Harus Menang
Indonesia
Airlangga: Minimal Capres Kita Harus Menang

Airlangga bakal dicalonkan menjadi capres di partai yang berkuasa saat orde baru itu.

HUT Ke-77 RI , Kapolri Sebut Jadi Momentum Bangsa Bergerak Lebih Cepat
Indonesia
HUT Ke-77 RI , Kapolri Sebut Jadi Momentum Bangsa Bergerak Lebih Cepat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan kebangsaaan dalam rangka memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bareskrim Polri Sita 56 Kendaraan Operasional ACT
Indonesia
Bareskrim Polri Sita 56 Kendaraan Operasional ACT

Pada Rabu (27/7), penyidik Dittipideksus menyita 56 kendaraan operasional yang terdiri dari 44 unit mobil dan 12 kendaraan motor.

Jelang Nataru Penumpang KRL Tembus 400 Ribu Per Hari
Indonesia
Jelang Nataru Penumpang KRL Tembus 400 Ribu Per Hari

Saat ini seluruh protokol kesehatan menggunakan KRL juga tetap berlaku

Yasonna Tegaskan Pemerintah Siap Bahas RUU TPKS Bersama DPR
Indonesia
Yasonna Tegaskan Pemerintah Siap Bahas RUU TPKS Bersama DPR

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini mengamini ada tekanan dari masyarakat