Disnakertrans DKI Bentuk Tim Awasi Perusahaan Langgar PSBB Total Kepala Dinnakertrans DKI Andri Yansyah. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Mulai hari ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta sudah diberlakukan. Perusahaan non-esensial bisa beroperasi dengan syarat hanya 25 persen pegawai yang bekerja dari kantor.

Agar pengawasan berjalan maksimal, Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta membentuk tim yang bertujuan untuk mengawasi seluruh perusahaan di ibu kota saat PSBB total.

Baca Juga:

Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total

Dalam satu tim itu terdiri dari 4 orang. Kemudian satu tim pengawas diutus untuk mengawasi dan mengecek protokol kesehatan pada tiga perusahaan dalam satu hari.

"Kita sekarang ini membentuk 1 sudin (suku dinas) itu 5 tim. Di mana tim itu terdiri dari 4 orang, jadi di DKI ada sekitar 25 tim," kata Kepala Dinnakertrans DKI Andri Yansyah di Jakarta Senin (14/9).

Sejumlah pekerja beraktivitas di perkantoran kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)
Sejumlah pekerja beraktivitas di perkantoran kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)

Andri juga meminta perusahaan untuk dengan jujur melaporkan kepada pihaknya soal jumlah karyawan yang bekerja dari kantor.

Terkait aturan yang berpotensi dilanggar oleh pihak perusahaan, kata Andri, masyarakat juga bisa melaporkan ke Disnakertrans.

"Nanti kita lihat dari daftar absen yang masuk pada hari itu dan kita cek di lapangan. Betul enggak, kelihatan. Baik kita cek secara administrasi maupun lapangan," ucap dia.

Baca Juga:

PSBB Total Hari Pertama, Penumpang KRL Melorot

Disamping itu, mantan Kadishub DKI ini menyampaikan, langkah untuk bisa mengawasi 25 persen pegawai yang bekerja dari kantor ini adalah menyusun jadwal pemeriksaan ke kantor atau perusahaan.

"Kita juga melakukan pemeriksaan atau pengawasan dari jadwal yang sudah kita susun, juga kita melakukan dari pengaduan-pengaduan masyarakat," tutup dia. (Asp)

Baca Juga:

Din Syamsuddin Minta Jokowi Dukung Kebijakan PSBB Total Anies

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai
Indonesia
Jejak Komisioner KPK Lili Pantauli di Kasus Walkot Tanjungbalai

Perkenalan antara Lili dan Syahrial disebut telah terjadi sebelum berkas perkara Syahrial tiba di meja Lili

 Satgas COVID-19 Masih Temukan Bermacam Pelanggaran PPKM Darurat di Bekasi, Apa Saja?
Indonesia
Satgas COVID-19 Masih Temukan Bermacam Pelanggaran PPKM Darurat di Bekasi, Apa Saja?

Hendra mengaku kondisi wilayah Kabupaten Bekasi sedang tidak baik

Pimpinan DPR Ajak Masyarakat Pahami Konsekuensi Bermedia Sosial
Indonesia
Peningkatan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jombang
Foto
Peningkatan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di TPU Jombang

Petugas memakamkan jenazah pasien covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jombang

Akses SIM Online Tersendat, Polisi Sebut Karena Antrean
Indonesia
Akses SIM Online Tersendat, Polisi Sebut Karena Antrean

Korlantas pun memberikan alasan yang menjadi penyebab susahnya masyarakat mendownload atau masuk dalam aplikasi Digital Korlantas Polri.

Gubernur Jatim Minta Warga Tidak Gelar Syukuran Kemenangan Pilkada
Indonesia
Gubernur Jatim Minta Warga Tidak Gelar Syukuran Kemenangan Pilkada

"Semua harus sadar betul bahwa COVID-19 masih ada. Penerapan protokol kesehatan berlapis wajib diperhatikan," kata Khofifah.

Wagub DKI Lobi Menteri Sandi Minta Tambahan Hotel untuk Isolasi Mandiri
Indonesia
Wagub DKI Lobi Menteri Sandi Minta Tambahan Hotel untuk Isolasi Mandiri

Pemprov DKI Jakarta berharap Menteri Pariwisata dan Kreatif (Meparekraf), Sandiaga Uno agar menambahkan kembali hotel untuk dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19.

Kini Saksi Kunci Penganiayaan Jurnalis Tempo Buka Suara
Indonesia
Kini Saksi Kunci Penganiayaan Jurnalis Tempo Buka Suara

Saksi kunci kasus penganiayaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi mulai membeberkan infirmasinya di Mapolda Jatim, Jumat (2/4) lalu.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Urusin Asbak, Tidak Urus COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Anies Urusin Asbak, Tidak Urus COVID-19

Sergub yang diterbitkan oleh Anies Baswedan merupakan upaya penurunan resiko penyebaran COVID-19.