Diskotek Belum akan Dibuka, Pengusaha Hiburan Ancam Kembali Geruduk Kantor Anies Ratusan orang yang tergabung dalam Aksi Damai Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan menggeruduk Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7). Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta terkait nasib tempat hiburan malam. Bila minggu ini tak ada kepastian diskotes beroperasi Asphija mengancam akan demo lanjutan.

"Harusnya Minggu ini sudah ada keputusan. Kalau tidak, dan diulur-ulur kami akan melakukan aksi gelombang kedua," kata Ketua Asphija Hana Suryani saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).

Baca Juga

Anies Diminta Gandeng Provider Gratiskan Paket Data untuk Siswa Sekolah

Bahkan, Hana mengancam bakal menurunkan massa yang jauh lebih besar dibanding aksi penyampaian pendapat pada Selasa (21/7) kemarin.

Dalam aksinya kemarin, perwakilan Asphija sudah diterima beraudiensi dengan Pemprov DKI dan menyampaikan aspirasi dihadapan Kesbangpol DKI, Dinas Pariwisata, TGUPP, dan perwakilan Biro Ekonomi Umum.

Ratusan orang yang tergabung dalam Aksi Damai Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan menggeruduk Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7).
Ratusan orang yang tergabung dalam Aksi Damai Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan menggeruduk Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/7). Foto: MP/Asropih

Hasilnya, untuk sementara tempat usaha restoran yang memiliki bar atau karaoke tapi bertanda izin restoran dibolehkan beroperasi. Dengan catatan, fasilitas musik hanya dibolehkan menggunakan 'live music' virtual.

Hana mengaku, opsi itu tetap diambil Asphija sambil menunggu proses negosiasi berjalan. Namun, Asphija tetap harus bernegosiasi dan menginginkan pembukaan tempat hiburan malam secara menyeluruh.

Baca Juga

Anies tak Bisa Buka Diskotek Tanpa Persetujuan Tim Gugus Tugas COVID-19

Bila keputusan itu tak kunjung disampaikan hingga tenggat hari yang ditetapkan, maka pihak Asphija akan turun kembali ke jalan, menyampaikan aspirasi tepat di depan kantor Gubernur DKI Jakarta.

"Yang mau turun banyak banget, cuma kita larang karena ini aksi damai. Cuma ke depannya saya nggak bisa menghalangi aspirasi orang semua minta turun," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI masih melakukan kajian dan pembahasan dengan pengusaha hiburan malam terkait penerapan protokol kesehatan COVID-19 di diskotek.

Mesih masih digodok, Dinas Parekraf mengusulkan rapid test bagi pengunjung yang masuk dan datang ke tempat hiburan malam.

Kabid Industri Dinas Pariwisata Parekraf DKI Bambang Ismad menyampaikan dibukanya tempat hiburan malam harus mendapatkan persetujuan dari Tim Gugus Tugas COVID-19 DKI.

Baca Juga

Pemprov DKI Usul Pengunjung Diskotek Wajib Rapid Test

"Kita usul tambahan protokol khusus. Misal setiap yang mau masuk ke tempat hiburan malam dan karaoke, dia harus rapid tes di tempat," kata Bambang saat dihubungi wartawan, Kamis (23/6). (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
22 Remaja Ditangkap Saat Balap Liar di Jalan Semarang-Solo
Indonesia
22 Remaja Ditangkap Saat Balap Liar di Jalan Semarang-Solo

Sebanyak 22 remaja yang melakukan balapan liar, langsung dibawa ke Mapolsek Kartasura untuk dilakukan pembinaan dan pendataan.

Tanggapi Sinis Wacana PSBB Total, PDIP Sebut Tak Boleh Grasa-grusu dan Pencitraan
Indonesia
Tanggapi Sinis Wacana PSBB Total, PDIP Sebut Tak Boleh Grasa-grusu dan Pencitraan

Rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta menuai polemik.

Ini Duit Suap dan Penyuap Pejabat Pajak Angin Prayitno dan Anak Buahnya
Indonesia
Ini Duit Suap dan Penyuap Pejabat Pajak Angin Prayitno dan Anak Buahnya

Suap puluhan miliar diberikan lantaran Angin membantu mengurus pemeriksaan tahun pajak 2016.

Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas
Indonesia
Lompat dari Lantai 13 RSUI Depok, Pasien COVID-19 Tewas

Humas RSUI Kinanti membenarkan kasus tersebut

Korting Massal Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi
Indonesia
Korting Massal Hukuman Koruptor Perburuk Iklim Pemberantasan Korupsi

Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan banyaknya terpidana korupsi yang hukumannya "dikorting" oleh Mahkamah Agung (MA) telah memperburuk iklim pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara
Indonesia
Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab Dituntut 2 Tahun Penjara

Rizieq Shihab dituntut dua tahun penjara dalam kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Jaksa Pinangki tak Diperiksa di Mabes Polri
Indonesia
Jaksa Pinangki tak Diperiksa di Mabes Polri

Pemeriksaan ini berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi

Ponco Sudah Keluar dari Polda Metro Jaya dan Kembali ke Keluarga
Indonesia
Ponco Sudah Keluar dari Polda Metro Jaya dan Kembali ke Keluarga

Jurnalis Merahputih.com atas nama Ponco Sulaksono yang bertugas meliput aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, diamankan mulai Kamis (8/10) sekitar pukul 18.00 WIB sampai Jumat (9/10) pukul 20.15 WIB

Polri Siagakan 160.916 Personel Amankan Puncak Arus Balik Libur Panjang
Indonesia
Polri Siagakan 160.916 Personel Amankan Puncak Arus Balik Libur Panjang

Arus balik libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diprediksi akan terjadi pada Sabtu (31/10) dan Minggu (1/11)

Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin
Indonesia
Kisah Relawan Tidak Boleh Nengok Jarum Suntik Saat Divaksin

"Cairan di suntikannya ga dilihatin, saya lihat yang nyuntik saja ga boleh. Saya tanya kenapa, katanya prosedurnya, SOP-nya begitu, masih uji coba," kata Arif