Disiplin Masyarakat Rendah, COVID-19 Makin Betah di Indonesia Ilustrasi (Foto: pixabay/geralt)

Merahputih.com - Pakar kesehatan masyarakat, Prof. Hasbullah Thabrany menilai rendahnya disiplin masyarakat dalam menjalankan serta mematuhi pembatasan sosial dapat menambah atau menaikkan kasus-kasus COVID-19 dalam waktu yang lebih lama.

"Tantangannya bagi kita adalah karena COVID-19 ini seperti saya sampaikan menular dari manusia kepada manusia, tetapi kita punya masalah besar di Indonesia bahwa disIplin masyarakat kita sangat rendah," ujar Prof. Hasbullah Thabrany dalam seminar daring di Jakarta, Selasa (14/4).

Baca Juga:

Viral! Takut Tertular Virus Corona, Keluarga Ini Melarikan Diri Ke Hutan

Dia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak memiliki disiplin tinggi seperti rakyat Korea Selatan, Jepang dan Tiongkok. Selain itu rakyat Indonesia juga bukan termasuk rakyat yang patuh pada aturan atau patuh pada anjuran pemerintah.

Sayangnya masyarakat kita, juga belum mematuhi pemimpin ulama atau tokoh agamanya, masyarakat kita belum sampai pada level ketaatan yang cukup kepada ulama.

"Dengan demikian kasus-kasus COVID-19 ini akan terus berlangsung untuk waktu yang mungkin akan lebih lama dibandingkan negara-negara lainnya dimana kasus COVID-19 mengalami penurunan," kata Prof. Hasbullah Thabrany.

Warga berjalan dengan latar depan spanduk bertuliskan COVID-19 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020) yang mengajak warga agar tidak panik tapi tetap waspada terhadap penyebaranCOVID-19. ANTARA/Asprilla Dwi Adha/aww.
Warga berjalan dengan latar depan spanduk bertuliskan COVID-19 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/3/2020) yang mengajak warga agar tidak panik tapi tetap waspada terhadap penyebaranCOVID-19. ANTARA/Asprilla Dwi Adha/aww.

Negara-negara yang pernah menjadi episentrum COVID-19 seperti Iran, Korea Selatan, Tiongkok dan Jepang sudah mengalami penurunan kasus, namun di Indonesia masih mengalami peningkatan.

"Apa yang bisa dilakukan? saya kira kalau pemerintah terlalu diandalkan maka tidak akan mungkin, maka kita semua harus berperan sebagai komplementer atau suplementer dimana kita mengisi apa yang kurang supaya kita bisa mencegah keluarga, tetangga dan teman agar tidak terinfeksi COVID-19," ujarnya.

Selain itu publik juga diminta untuk menyebarkan berita benar bukan hoaks dalam upaya penanggulangan COVID-19 ini. Prof. Hasbullah Thabrany juga mengimbau publik harus bersabar hingga pandemi tersebut berakhir, setelah berakhir barulah masyarakat bisa pulang kampung atau melakukan pertemuan seperti halal bi halal dan sebagainya.

Baca Juga:

Yuk Kenali Cara Ampuh Membasmi Virus Corona di Ponsel!

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya disiplin kolektif dalam mengatasi wabah COVID-19.

Ia mengatakan bahwa semua harus disiplin mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penularan virus corona penyebab COVID-19. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Aksi PA 212 Cs Tolak UU Cipta Kerja Sisakan 17,5 Ton Sampah
Indonesia
Aksi PA 212 Cs Tolak UU Cipta Kerja Sisakan 17,5 Ton Sampah

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengangkut sebanyak 17,5 ton sampah yang berasal dari aksi unjuk rasa.

 [HOAKS atau FAKTA] : Beredar Email Mengatasnamakan Kapolri untuk Para Pengusaha
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Beredar Email Mengatasnamakan Kapolri untuk Para Pengusaha

"Tanda tangan juga bukan tanda tangan dari Kapolri," tegas Argo.

Ingatkan Kader Gerindra, Prabowo: Saya Bersaksi Jokowi Berjuang Demi Rakyat
Indonesia
Ingatkan Kader Gerindra, Prabowo: Saya Bersaksi Jokowi Berjuang Demi Rakyat

Kesaksian Prabowo berdasarkan pengalamannya 6 bulan menjadi anggota Kabinet Presiden Jokowi.

12 Kasus Positif Virus Corona Terkait dengan Konferensi Islam di Malaysia
Indonesia
12 Kasus Positif Virus Corona Terkait dengan Konferensi Islam di Malaysia

Malaysia meminta pertemuan yang melibatkan banyak orang ditunda setelah terjadi sedikitnya 12 kasus virus corona terkait dengan acara keagamaan di sana.

 Senator DKI Minta Swasta dan Masyarakat Berperan Dalam Hadapi Virus Corona
Indonesia
Senator DKI Minta Swasta dan Masyarakat Berperan Dalam Hadapi Virus Corona

Menurut Sylviana untuk menghadapi penyebaran virus corona tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Namun harus ada peran serta dengan pihak swasta dan masyarakat.

TNI Apresiasi Peran Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Pasca Pemilu 2019
Indonesia
TNI Apresiasi Peran Masyarakat Jaga Ketertiban dan Keamanan Pasca Pemilu 2019

"Kondisi yang aman bukan karena kehebatan aparatnya, tapi karena peran serta warganya agar kota ini aman," kata Wahyu

Sudah Delapan Kali Jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin Rayakan Natal di Depan Istana
Indonesia
Sudah Delapan Kali Jemaat HKBP Filadelfia dan GKI Yasmin Rayakan Natal di Depan Istana

Adapun tema Natal GKI Yasmi dan HKBP Filadelfila yang diusung bersama kali ini adalah "Hiduplah sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.

Buntut Bom Bunuh Diri Medan, Wagub Jabar Imbau Warga Jangan Takut Urus SKCK
Indonesia
Buntut Bom Bunuh Diri Medan, Wagub Jabar Imbau Warga Jangan Takut Urus SKCK

Wagub Uu juga menyatakan prihatin dengan kejadian bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

Syarat Warga Jakarta Boleh Isolasi Mandiri di Rumah
Indonesia
Syarat Warga Jakarta Boleh Isolasi Mandiri di Rumah

Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan warganya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan 16 persyaratan.

Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas
Indonesia
Hari Ini, Polisi Gelar Operasi Patuh Lalu Lintas

Ribuan personel yang tergabung dalam beberapa satuan kerja siap menindak para pengguna jalan raya yang melakukan pelanggaran lalu lintas.