Disebut Incar Kuning, KPK: Anak Bela Orangtua Itu Biasa Barang bukti kasus korupsi Walkot Bekasi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memaklumi pembelaan oleh putri tersangka korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi, Rahmat Effendi, yang juga Ketua DPD Golkar Bekasi, Ade Puspitasari

"Anak membela orangtua itu biasa, KPK tidak terkejut dan memahami pembelaan putri RE (Rahmat Effendi)," kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Minggu (9/1).

Baca Juga:

Geledah 3 Lokasi, KPK Amankan Barang Bukti Dugaan Suap Walkot Bekasi

Ia juga memahami putri RE ikut mengaitkan serta menyeret persoalan hukum yang sedang ditangani KPK ke ranah politik.

KPK, tegas Ghufron, adalah penegak hukum yang bertindak berdasarkan fakta dan dasar hukum.

Ia mengatakan, KPK menangkap seseorang berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan lama sebelumnya bahkan prosesnya pun didokumentasikan bukan saja dengan foto namun juga video sehingga alibi putri RE nanti bisa dibuktikan di persidangan.

"Karena itu adalah lebih baik jika upaya pembelaan dimaksud dilakukan secara hukum, karena hal ini dalam ranah hukum," ucapnya.

KPK mempersilakan sekaligus menghormati yang bersangkutan maupun keluarganya yang lain untuk membela sesuai koridor hukum sebagai hak tersangka.

Ghufron menyebut, rakyat Indonesia sudah sangat memahami bahwa mempolitisasi penegakan hukum oleh KPK selama ini sudah kerap terjadi meskipun kebenaran tindakan KPK terbukti di pengadilan.

"Walau tidak dapat menghalangi tapi kami mengimbau agar menghentikan politisasi penegakan hukum. Silakan bela secara hukum, itu akan lebih berarti," katanya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Bekasi, Daryanto, mengatakan, Ade Puspitasari memerintahkan para kader untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan positif yang dipelopori wali kota.

Tersangka suap Walkot Bekasi. (Foto: KPK)
Tersangka suap Walkot Bekasi. (Foto: KPK)

"Saya menyayangkan beredarnya penggalan video itu karena video yang tidak utuh tersebut dikhawatirkan menimbulkan perbedaan persepsi sekaligus menggiring opini publik," katanya dikutip Antara.

Sebelumnya, anak tersangka korupsi Rahmat Efendin, Ade Puspitasari mengatakan, tidak ada OTT pada ayahnya karena ditangkap tanpa membawa uang dan OTT dinilai pembunuhan karakter.

"Memang ini kuning sedang diincar, kita tahu sama tahu siapa yang sikat kuning, tapi nanti di 2024 jika kuning kolaisi dengan oren mati lah yang warna lain," ungkap ia dalam penggalan vidio yang beredar. (Asp)

Baca Juga:

KPK Berikan Ultimatum bagi Pihak yang Halangi Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Walkot Bekasi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang MotoGP, Ratusan Sarana Hunian Pariwisata Dapat Sertifikat Care
Indonesia
Jelang MotoGP, Ratusan Sarana Hunian Pariwisata Dapat Sertifikat Care

Perhelatan MotoGP 2022 yang segera digelar ini tidak hanya dihadiri para penonton, melainkan juga para pelaku ekonomi.

PPKM Level 4 di Kota Bandung akan Semakin Longgar
Indonesia
PPKM Level 4 di Kota Bandung akan Semakin Longgar

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 masih berlangsung di Kota Bandung.

Pencairan BST Tahap 7-8 di DKI Belum Jelas
Indonesia
Pencairan BST Tahap 7-8 di DKI Belum Jelas

Komisi A DPRD DKI menyebut jika Pemprov belum memiliki anggaran untuk kelanjutan bantuan sosial tunai (BST) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga pencairan BST tahap 7 dan 8 masih belum dipastikan.

Hadir di Sidang MK, La Nyalla: Pasal 222 UU Pemilu Berpeluang Lumpuhkan Negara
Indonesia
Hadir di Sidang MK, La Nyalla: Pasal 222 UU Pemilu Berpeluang Lumpuhkan Negara

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti mempertegas sikapnya terhadap Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Semua Kontak Erat Pasien COVID-19 Wajib Karantina, Menkes: Supaya Tidak Menularkan
Indonesia
Semua Kontak Erat Pasien COVID-19 Wajib Karantina, Menkes: Supaya Tidak Menularkan

Pada hari ke-5 karantina, perlu dilakukan pemeriksaan kembali

Terlibat Lakalantas di Jakarta, Anak Gubernur Kaltara Meninggal Dunia
Indonesia
Terlibat Lakalantas di Jakarta, Anak Gubernur Kaltara Meninggal Dunia

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang tengah dirundung duka setelah putra pertamanya, AKP Novandi Arya Kharizma, meninggal dunia.

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Pembuat Virus COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Pembuat Virus COVID-19

Postingan Bumi Nuswantara tersebut beredar di tengah pandemi COVID-19

Pemerintah Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan Terbuka
Indonesia
Pemerintah Izinkan Salat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan Terbuka

Masyarakat dipersilakan melakukan salat Idul fitri 1 Syawal 1443 Hijriah di masjid atau di lapangan terbuka. Namun, syaratnya mematuhi protokol kesehatan.

Kasus COVID-19 Meningkat, Pemda DIY Siapkan Isoter Khusus Wisatawan
Indonesia
Kasus COVID-19 Meningkat, Pemda DIY Siapkan Isoter Khusus Wisatawan

Kasus COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat signifikan dalam sepekan belakangan.

Tilang ETLE Tol Berlaku 1 April, Ini Batas Kecepatan Berkendara di Jalan Tol
Indonesia
Tilang ETLE Tol Berlaku 1 April, Ini Batas Kecepatan Berkendara di Jalan Tol

Tilang elektronik atau ETLE akan berlaku pada 1 April 2022. Pengendara diharapkan memperhatikan batas kecepatan kendaraannya.