Disdik DKI: Siswa Baru Jangan Mau Disuruh Aneh-Aneh Siswa baru. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Pemerintah telah menghapus kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) dan digantikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) saat siswa masuk awal sekolah. Aturan MOS sudah dihapus oleh pemerintah melalui Permendikbud nomor 18 tahun 2016.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono mengatakan pelaksanaan kegiatan MPLS tahun ini diterapkan dengan cara yang jauh lebih beradap dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Orangtua Siswa Keluhkan Sistem Zonasi, Nilai Jadi Patokan Masuk Sekolah

Lanjut dia, Para peserta didik baru pada tahun ajaran periode 2019-2020 tak diwajibkan membawa berbagai perlengkapan atau mengenakan pakian nyentrik sebagaimana yang lazim di lakukan pada MOS.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

"Nggak ada. Gak ada bawa-bawaan. Kuncir-kuncir, gitu jangan lah," kata Ratiyono di Jakarta, Senin (15/7).

Untuk MPLS tahun ini, kata Ratiyono, para siswa peserta didik baru diperkenalkan kepada kakak kelasnya serta para pengajar di sekolah yang bersangkutan.

Baca Juga: Kadisdik DKI: Orang Tua yang Sekolah Anaknya Dekat, Lebih Baik tak Diantar Naik Mobil

MPLS sendiri digelar dengan pengawasan langsung dari para pengajar, kegiatan seperti ini dahulu bisanya diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

"MPLS ini bermaksud supaya anak - anak yang baru bisa mengenal lingkungan sekolah dengan baik pertama mengenal teman-teman sutu kelasnya. Kemudian mengenal kakak kelasnya begitu juga kaka kelasnya bisa mengenal (siswa baru) terus yang berikutnya juga (mengenal) guru-gurunya," papar Ratiyono.

Kemudian Anggota Osis sekolah, Ratiyono melnjutkan, hanya bersifat untuk membantu apabila diperlukan saja. Seperti memperkenalkan kegiatan ekstra kulikuler yang ada di sekolah.

Baca Juga: Wali Kota Solo Peringatkan Senior Tak Terlibat dalam Kegiatan MOS

"Nah kakak-kakak Osis nya nanti membantu dalam memperkenalkan ekstra kulikulernya, ada apa saja. Semua dalam pengawasan dan tanggung jawab guru-guru dan Kepala Sekolah," tutupnya (Asp).

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH